← Beranda
Kritik Pedas Ketua Panser Biru Wareng Usai PSIS Kalah dari Persiba, Sindir Manajemen hingga Selebgram
Andre Rizal HanafiSenin, 29 September 2025 | 19.21 WIB
Kepareng saat di Stadion Citarum. (Instagram @kepareng_wareng)
 

JawaPos.com - PSIS Semarang kembali menuai sorotan setelah kalah 2-1 dari Persiba Balikpapan dalam pertandingan pekan ketiga Pengadaian Championship di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025).

Kekalahan ini bukan hanya membuat kecewa para suporter, tetapi juga memantik kritik tajam dari Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng.

Lewat akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, ia meluapkan kekecewaannya terhadap manajemen PSIS. Menurutnya, kritik dari suporter selama ini seolah tidak pernah dianggap serius.

“Suporter mengkritik bilang tidak butuh suporter, butuhe penonton. Penonton ikut mengkritik malah dibuat tanpa penonton. Kalau mencarinya yang mendukung tidak peduli kalah atau menang, baik atau jelek, PSIS benar kemarin suruh mendukung penonton bayaran saja,” tulis Wareng dalam unggahannya.

Tak berhenti di situ, ia menegaskan bahwa sudah saatnya ada perubahan besar dalam tubuh tim kebanggaan Kota Semarang tersebut. “Wes wayahe diawur genti cah penyakit neng PSIS,” tambahnya.

Sindiran untuk Selebgram

Selain menyoroti manajemen, Wareng juga menyinggung sejumlah selebgram Semarang yang pernah terang-terangan mendukung CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, pada ajang Pilwalkot lalu.

Ia menilai setelah pesta politik usai, dukungan tersebut jarang dibarengi dengan suara kritis, padahal kondisi PSIS semakin hari memprihatinkan.

Padahal, sebelum Pilwakot para selebgram itu banyak yang berada di tribun selatan Jatidiri tribun dari Panser Biru ketika menonton PSIS.

Wareng bahkan mengunggah kembali sebuah video tanya jawab antara Yoyok Sukawi dengan beberapa selebgram.

Dalam video itu, ia menuliskan sindiran, “Ini udah turun Liga 2 belum dapat poin sama sekali. Yang kemarin mendukung YS katanya karena cinta PSIS, lekas bersuara yok, udah terbukti lo ini.”

Wareng juga menambahkan "Ayo digas kritik YS, Yoh iki wes kalah karo Persiku, Persiba lho, yen seng ngeritik aku jare ditunggangi kepentingan politik sak iki wayahmu masbos ro influencer yang mengkritik kui yen podo wani".

Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian mendukung pernyataan Wareng sebagai bentuk kepedulian terhadap tim, sementara sebagian lain menilai kritik itu terlalu keras.

Bentuk Rasa Cinta, Bukan Hanya Kemarahan

Kritik Wareng bukan kali ini saja muncul. Selama beberapa musim terakhir, ia dikenal sebagai sosok yang lantang menyuarakan keresahan suporter Panser Biru.

Baginya, kritik tajam yang ia lontarkan adalah wujud cinta dan keprihatinan mendalam terhadap PSIS Semarang.

“Udah bingung mau bagaimana lagi supaya YS sadar? Dibully tambah sakti, diangkat derajatnya kenyataannya yo tambah… Walikotane ya sama saja. Kita hanya minta berperan aktif aja ya kurang memang kudu diawur owg,” tulisnya dalam unggahan lain dengan menyertakan video kampanye Pilwalkot lalu.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Wareng ingin manajemen lebih terbuka terhadap kritik, serta benar-benar fokus membangun PSIS agar kembali ke jalur prestasi.

Dukungan Suporter Jadi Modal Besar

Meski kekecewaan mendalam terus dirasakan, suporter tetap menjadi kekuatan penting bagi PSIS. Panser Biru selama ini dikenal sebagai basis pendukung yang loyal, baik ketika tim berjaya maupun terpuruk.

Namun, jika kritik suporter tidak ditanggapi, bukan tidak mungkin kepercayaan itu semakin terkikis. “Kritik bukan berarti benci, tapi bentuk rasa cinta agar PSIS bisa bangkit,” ucap Izul Haq salah satu anggota Panser Biru.

Kini, bola panas ada di tangan manajemen PSIS Semarang. Bagaimana langkah yang diambil untuk merespons kritik suporter akan sangat menentukan arah perjalanan klub, terutama di tengah persaingan Championship yang semakin ketat.

EDITOR: Edi Yulianto