JawaPos.com - Di balik euforia kemenangan PSIM Jogjakarta atas tuan rumah Bali United dengan skor 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/9/2025), terselip kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Brajamusti.
Seorang anggota suporter setia Laskar Mataram bernama Diazkarta Asa Ginentur meninggal dunia saat mendampingi tim kesayangannya bertandang di Pulau Dewata.
Diazkarta, yang dikenal sebagai bagian dari komunitas Laskar Wellbloys 1929 salah satu komunitas dibawah Brajamusti dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami musibah terjatuh dari lantai tiga sebuah hotel di kawasan Kuta, Badung, Bali, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Kabar ini sontak mengejutkan rekan-rekan seperjuangannya yang bertandang ke Bali.
Jenazah almarhum langsung dipulangkan ke Yogyakarta pada Minggu (21/9/2025) pukul 04.00 WITA untuk disemayamkan di rumah duka.
Ucapan duka dari Brajamusti dan Wellbloys
Melalui akun resmi Instagram @brajamusti_yk, komunitas suporter PSIM Jogja ini menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian salah satu anggotanya.
“Seorang Laskar Mataram Loyalist telah gugur dalam lawatan tandang ke Bali hari ini. Selamat jalan Diazkarta Asa Ginentur. Duka ini kami balut dengan semangat yang akan lebih membara demi PSIM. Keluarga besar Brajamusti turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan. Selamat jalan saudaraku, tempat terbaik menunggumu di sisi-Nya,” tulis akun tersebut.
Sementara itu, Laskar Wellbloys 1929 juga mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian salah satu keluarga mereka lewat akun X (Twitter) resmi mereka @Wellboys1929.
“Malam ini kami panjatkan doa untuk salah satu keluarga kami yang telah berpulang. Surga tempatmu kelak, beristirahatlah di tribun barumu,” tulis mereka.
Dua unggahan itu mendapat banyak komentar dari warganet, terutama sesama pendukung PSIM maupun suporter klub lain. Doa serta ucapan belasungkawa berdatangan sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir.
Baca Juga: 3 Bahaya Makan Pedas Menurut Ahli, Bisa Picu GERD dan Gangguan Pencernaan
PSIM Jogja bawa pulang tiga poin berharga
Sebelum kabar duka ini muncul, PSIM Jogja berhasil mencatatkan kemenangan gemilang atas Bali United.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Serdadu Tridatu, Laskar Mataram tampil percaya diri dan mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Bali United membuka keunggulan lebih awal lewat tendangan pinalti M. Mustafic pada menit ke-17.
Namun, PSIM Jogja bangkit lewat gol R. Cahyana di menit ke-34 yang menyamakan kedudukan.
Dipenghujung babak pertama, PSIM semakin tampil agresif. Gol tambahan hadir lewat E. Vidal di menit ke-46 dan ditutup oleh A. Fase pada menit ke-79. Skor akhir 3-1 memastikan PSIM membawa pulang tiga poin penting dari kandang Bali United.
Euforia kemenangan bercampur duka
Sayangnya, euforia kemenangan besar PSIM Jogja di laga tandang kali ini harus bercampur dengan rasa kehilangan mendalam.
Bagi rekan-rekan suporter, almarhum Diazkarta bukan hanya sekadar pendukung setia, melainkan keluarga yang turut mewarnai perjalanan mendukung Laskar Mataram.
Meski berat, Brajamusti menegaskan bahwa semangat perjuangan akan terus mereka lanjutkan, salah satunya sebagai penghormatan atas dedikasi almarhum yang setia mendampingi tim hingga akhir hayatnya.
Solidaritas suporter jadi penguat
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita sepak bola, nyawa dan kebersamaan para suporter adalah hal yang sangat berharga.
Solidaritas antarsuporter diharapkan dapat terus terjalin, tidak hanya dalam suka cita kemenangan, tetapi juga saat duka menyelimuti.
Kini, duka menyelimuti keluarga besar PSIM Jogja. Namun semangat yang ditinggalkan Diazkarta diyakini akan menjadi penyemangat baru bagi Brajamusti, Wellbloys 1929, dan seluruh pendukung Laskar Mataram dalam mendampingi tim kebanggaan Yogyakarta melanjutkan perjuangan di kompetisi.