← Beranda
Wasit Thailand Sivakorn Pu-Udom Kembali Jadi Wasit VAR di Laga Indonesia vs Irak, Publik Khawatir
Andre Rizal Hanafi• Kamis, 18 September 2025 | 19.49 WIB
Wasit asal Thailand, Sivakorn Pu-Udom, kembali ditunjuk sebagai ofisial wasit VAR saat Timnas Indonesia bentrok Irak. (Instagram sivakorn pu-udom)
 

JawaPos.com - Timnas Indonesia akan melakoni laga berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB di Arab Saudi.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit utama Ma Ning asal Tiongkok, dibantu dua asisten wasit Zhou Fei dan Zhang Shang, serta wasit cadangan Shen Yan Hu.

Namun, yang menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia justru tertuju pada nama wasit VAR yang ditunjuk, Sivakorn Pu-Udom dari Thailand.

Kehadiran Sivakorn kembali membuat rasa khawatir karena rekam jejaknya yang sering membuat keputusan kontroversial saat terlibat dalam pertandingan Timnas Indonesia.

Catatan Buruk Saat Indonesia U-23 Tampil di Piala Asia

Nama Sivakorn mulai mendapat perhatian serius publik Indonesia ketika ia menjadi bagian dari tim wasit di Piala Asia U-23 2024.

Pada laga pembuka fase grup antara Indonesia U-23 melawan Qatar U-23, ia bertugas sebagai salah satu official match dengan peran sangat penting di ruang VAR.

Dalam pertandingan itu, Indonesia harus bermain dengan sembilan orang setelah Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta diusir keluar lapangan akibat kartu merah yang dianggap kontroversial.

Tidak berhenti di situ, wasit juga menghadiahkan penalti untuk Qatar setelah bek Indonesia, Rizki Ridho, dinilai melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Hasilnya, Indonesia kalah 0-2 dan publik merasa keputusan wasit yang memimpin pertandingan sangat merugikan Garuda Muda.

Kontroversi belum selesai. Saat Indonesia U-23 menghadapi Uzbekistan U-23 dalam perebutan tempat ketiga, Sivakorn kembali bertugas sebagai wasit VAR.

Beberapa keputusan yang diambil dianggap menguntungkan lawan dan membuat peluang Indonesia untuk mengamankan tiket Olimpiade Paris 2024 sirna.

Meski menuai kritik dari publik Indonesia, Sivakorn tetap dipercaya sebagai salah satu wasit berlisensi FIFA untuk memimpin sejumlah laga internasional.

Sivakorn lahir di Samut Sakhon, Thailand, pada 26 November 1987. Sejak 2012, ia sudah memimpin pertandingan di Thai League 1.

Kariernya juga sempat membawanya ke Chinese Super League pada 2013 dan ke Liga Vietnam (V-League) pada 2023. Lisensi FIFA ia kantongi sejak 2013 dan masih berlaku hingga kini.

Di laga Indonesia vs Irak kali ini, Sivakorn akan bertugas sebagai Asisten Wasit VAR. Sementara posisi Wasit VAR utama ditempati Fu Ming dari Tiongkok. Meski perannya bukan wasit utama, pengaruh keputusan VAR dalam pertandingan modern sangatlah besar. Tidak heran jika publik menaruh perhatian lebih pada siapa yang duduk di kursi pengadil video.

Publik Indonesia Khawatir, Tapi Harus Tetap Optimistis

Kehadiran Sivakorn memang menimbulkan keraguan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Banyak yang takut keputusan kontroversial kembali merugikan tim asuhan Patrick Kluvert.

Pasalnya, duel melawan Irak sangat krusial untuk menjaga peluang Garuda lolos ke putaran berikutnya di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meski begitu, sebagian kalangan menilai Timnas Indonesia tidak boleh terlalu fokus pada sosok wasit. Sebaliknya, konsentrasi penuh harus diberikan pada permainan di lapangan.

Irak adalah tim kuat dengan materi pemain berpengalaman, sehingga butuh strategi tepat, disiplin tinggi, serta dukungan mental yang solid agar bisa mencuri poin di Arab Saudi.

Laga Penentuan Nasib Garuda

Pertandingan kontra Irak ini ibarat laga hidup mati bagi Timnas Indonesia. Setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, publik berharap Garuda mampu bersaing di level tertinggi Asia dan mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Dengan segala kontroversi yang pernah ada, publik tentu berharap Sivakorn kali ini bisa bersikap profesional. Bagaimanapun, sepak bola adalah permainan yang seharusnya adil dan menjunjung tinggi sportivitas. Wasit, baik di lapangan maupun di ruang VAR, punya tanggung jawab besar menjaga integritas pertandingan.

Akhirnya, semua pihak berharap laga melawan Irak berjalan lancar tanpa keputusan merugikan. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting Timnas Indonesia bisa tampil habis-habisan, memberikan kebanggaan untuk Merah Putih, dan membuktikan bahwa Garuda layak bersaing di panggung dunia.

EDITOR: Edi Yulianto