← Beranda
Eduardo Almeida Tak Pernah Menang Lawan Persebaya Surabaya! Semen Padang Tetap Optimis Curi Poin di Stadion Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 17 September 2025 | 23.23 WIB
Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida. (Dok. LIB)

JawaPos.com — Semen Padang FC membawa misi besar saat melawat ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (19/9/2025) malam. Meski catatan buruk mengiringi pelatih Eduardo Almeida yang tak pernah menang melawan Green Force, optimisme tetap mereka bawa untuk bisa mencuri poin.

Kabau Sirah sedang berusaha bangkit setelah hasil minor pada pekan sebelumnya. Almeida menegaskan timnya belajar dari kekalahan dan siap memberikan perlawanan maksimal di Surabaya.

“Sepak bola adalah tentang hasil, dan kami akan belajar dari kekalahan ini untuk kemudian bangkit di laga berikutnya,” kata Almeida usai timnya tumbang 1-2 dari PSBS Biak.

Pernyataan itu menjadi bukti ia tidak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan.

Persebaya Surabaya jelas bukan lawan yang asing bagi Almeida. Namun, kenyataan pahit masih membayangi karena dari enam kali pertemuan menghadapi Persebaya Surabaya, ia tidak pernah meraih kemenangan.

Rekor tersebut mencatat lima kali imbang dan sekali kalah dengan torehan lima gol serta kebobolan enam gol. Rata-rata poin yang diraih pelatih asal Portugal itu hanya 0,83 per pertandingan.

Meski begitu, Semen Padang tetap menatap laga dengan kepercayaan diri. Motivasi tinggi muncul karena mereka tahu duel kontra Persebaya Surabaya sering berakhir ketat dan imbang.

Dari sembilan pertemuan kedua tim di semua ajang, Persebaya Surabaya baru mengantongi dua kemenangan. Sementara Semen Padang menang tiga kali dan sisanya berakhir imbang.

Empat pertemuan terakhir bahkan selalu berakhir dengan skor kacamata atau hasil imbang tipis. Hal itu menunjukkan rivalitas kedua tim selalu berjalan seimbang.

Pertemuan terakhir terjadi pada 11 Mei 2025, ketika laga di Surabaya berakhir 1-1. Pada Desember 2024, keduanya juga berbagi angka dengan skor tanpa gol.

Melihat catatan itu, Semen Padang yakin bisa mengimbangi permainan Persebaya Surabaya. Harapan untuk mencuri poin di Gelora Bung Tomo tetap terbuka lebar.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga tidak dalam kondisi terbaik. Mereka baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Persib Bandung pada pekan ke-5 Super League 2025/2026.

Kekalahan itu membuat Persebaya Surabaya sementara terdampar di peringkat kedelapan dengan koleksi enam poin dari empat laga. Catatan mereka adalah dua kali menang dan dua kali kalah.

Pelatih Eduardo Perez menegaskan timnya ingin segera bangkit dari hasil negatif tersebut. Ia percaya waktu persiapan yang cukup bisa membantu Green Force tampil lebih solid.

“Kita punya waktu satu minggu untuk pertandingan selanjutnya dan kami akan melakukan yang terbaik,” ujar Perez dengan penuh keyakinan. Dukungan Bonek di Surabaya juga menjadi senjata tambahan bagi timnya.

Sementara Semen Padang masih kesulitan menemukan konsistensi di awal musim. Dari empat laga, mereka baru sekali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah.

Dengan catatan itu, Kabau Sirah kini berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan empat poin. Namun, mentalitas untuk segera bangkit tetap dijaga oleh Almeida dan para pemain.

Almeida menganggap hasil buruk tidak bisa dijadikan alasan untuk tampil melempem. Justru, situasi sulit harus menjadi cambuk untuk melawan Persebaya Surabaya.

Optimisme itu didukung fakta Semen Padang tidak pernah mudah dikalahkan Green Force. Dari lima pertemuan terakhir, Persebaya Surabaya hanya sekali mampu meraih kemenangan.

Tepatnya pada 17 Januari 2015, ketika Persebaya Surabaya menang 1-0 atas Semen Padang. Setelah itu, laga-laga berikutnya selalu berakhir imbang.

Catatan itu bisa menjadi motivasi tersendiri bagi Almeida. Meskipun belum pernah menang, ia terbiasa membuat Persebaya Surabaya kesulitan meraih poin penuh.

Pertandingan pekan ke-6 ini pun dipastikan berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Persebaya Surabaya ingin kembali ke jalur kemenangan setelah tumbang dari Persib. Sementara Semen Padang berharap bisa keluar dari papan bawah dengan setidaknya mencuri satu poin.

Pertarungan dua Eduardo, Perez versus Almeida, akan menjadi bumbu menarik di laga ini. Keduanya membawa filosofi berbeda, namun sama-sama berambisi meraih hasil terbaik.

Bagi Almeida, laga ini adalah kesempatan emas untuk memutus rekor buruknya. Jika mampu membawa Semen Padang meraih poin di Surabaya, itu akan menjadi sinyal kebangkitan Kabau Sirah.

Dengan modal kerja keras dan semangat pantang menyerah, Semen Padang optimistis menghadapi tekanan di Gelora Bung Tomo. Almeida pun berharap para pemainnya bisa menampilkan karakter sesungguhnya.

Jika berhasil mencuri poin, Semen Padang bisa sekaligus menjaga tren imbang mereka melawan Persebaya Surabaya. Namun, andai mampu menang, Almeida akan mencatatkan sejarah pribadi yang selama ini belum pernah tercapai.

Pertandingan pada Jumat malam nanti akan menjadi ujian mental sekaligus teknis bagi kedua tim.

Publik menanti, apakah Almeida akhirnya bisa meraih kemenangan pertama atas Persebaya Surabaya atau Green Force justru kembali bangkit di kandang.

EDITOR: Hendra