JawaPos.com—Tak ada kemenangan sama sekali yang bisa diraih Persebaya Surabaya musim lalu di Super League 2024/2025 ketika Francisco Rivera absen. Dari lima pertandingan yang dilewati tanpa sang gelandang, Green Force selalu gagal meraih tiga poin penuh.
Rivera sempat menepi empat laga akibat cedera lutut pada paro kedua musim lalu. Sementara satu pertandingan lain dia absen karena akumulasi kartu kuning.
Fakta ini menjadi catatan serius bagi Persebaya Surabaya, mengingat Rivera selalu tampil sebagai motor serangan utama tim. Ketidakhadirannya di lapangan tampak berdampak besar terhadap produktivitas Green Force.
Laga pertama tanpa Rivera musim lalu terjadi pada pekan ke-17 saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Bali United, 28 Desember 2024. Hasilnya, Green Force kalah 0-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Pekan berikutnya, 11 Januari 2025, Persebaya Surabaya kembali tampil tanpa Rivera ketika menghadapi PSS Sleman. Kali ini Green Force harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.
Rentetan hasil buruk berlanjut pada pekan ke-19 ketika Persebaya Surabaya menjamu Malut United FC di Gelora Bung Tomo, 17 Januari 2025. Bermain di hadapan Bonek, tim asuhan saat itu tetap tak mampu bangkit dan kalah 0-2.
Belum cukup, Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan telak di kandang PS Barito Putera pada 25 Januari 2025. Skor 0-3 semakin menegaskan betapa rapuhnya lini tengah Green Force tanpa Rivera.
Satu-satunya hasil imbang yang bisa diraih Persebaya Surabaya tanpa Rivera hadir pada pekan ke-28 melawan Persija Jakarta. Bermain di Jakarta pada 12 April 2025, Green Force menahan imbang tuan rumah 1-1.
Catatan lima laga tersebut memperlihatkan betapa vitalnya Rivera dalam skema permainan Persebaya Surabaya. Kehilangan kreativitas dan visi bermainnya langsung berimbas pada minimnya peluang mencetak gol.
Tak heran bila publik menaruh perhatian besar pada absennya Rivera saat Persebaya Surabaya kalah 0-1 dari Persib Bandung, Jumat (12/9). Apalagi kartu merah yang dia terima membuatnya otomatis tidak bisa bermain di laga berikutnya.
Pertandingan kontra Persib sendiri berlangsung sengit dan diwarnai insiden kartu merah ganda pada masa injury time. Rivera terlibat bentrok dengan pemain Persib Luciano Guaycochea hingga keduanya diusir wasit.
Akibat hukuman tersebut, Rivera dipastikan absen saat Persebaya Surabaya menjamu Semen Padang pada pekan keenam Super League 2025/2026, Jumat (19/9). Absensi ini kembali memunculkan pertanyaan besar soal bagaimana Green Force tampil tanpa sang gelandang andalan.
Pelatih Eduardo Perez menyadari betul situasi ini dan menegaskan tim siap menyesuaikan strategi. Menurut dia, Persebaya Surabaya memiliki kedalaman skuad dengan 27 pemain yang bisa dipilih untuk mengisi kekosongan Rivera.
"Kita memiliki 27 pemain, jadi besok kita akan menentukan tim terbaik yang akan tampil," ujar Eduardo Perez.
Eduardo juga menekankan pentingnya evaluasi dari laga melawan Persib. Dia ingin seluruh pemain belajar dari kesalahan dan tampil lebih fokus di pertandingan berikutnya.
"Kami harus memperbaiki segalanya. Laga ini akan dianalisis agar Persebaya tampil lebih baik di pertandingan berikutnya," jelas Eduardo.
Salah satu opsi yang muncul adalah memainkan Gali Freitas sejak menit awal. Pemain Timor Leste itu dinilai punya kemampuan eksplosif yang bisa mengisi peran gelandang serang.
Meski karakter bermainnya berbeda dengan Rivera, Freitas disebut mampu memberikan warna baru di lini tengah Persebaya Surabaya. Kecepatan dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan bisa menjadi senjata alternatif Green Force.
Pertemuan melawan Semen Padang menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya untuk bangkit. Dengan enam poin dari empat laga, Green Force masih berada di posisi kedelapan klasemen sementara.
Kemenangan di kandang akan membuat posisi mereka terdongkrak sekaligus menjaga kepercayaan diri tim. Sebaliknya, kegagalan meraih poin penuh berpotensi membuat tekanan semakin besar.
Para pendukung Persebaya Surabaya tentu berharap tim kesayangan bisa mematahkan kutukan tanpa Rivera. Apalagi, semangat Bonek di Gelora Bung Tomo selalu menjadi faktor pembeda di setiap pertandingan.
Rivera sendiri diprediksi akan kembali tampil setelah menjalani sanksi larangan bermain. Kehadirannya nanti jelas akan kembali menghidupkan lini tengah Green Force.
Namun, ujian melawan Semen Padang harus lebih dulu dilalui. Inilah momen pembuktian apakah Persebaya Surabaya sudah benar-benar bisa lepas dari ketergantungan pada Rivera.
Data musim lalu sudah berbicara jelas absennya Rivera selalu diikuti hasil minor. Kini semua mata tertuju pada bagaimana Eduardo Perez meramu taktik tanpa sang maestro.
Jika Persebaya Surabaya berhasil menang, itu akan menjadi jawaban atas keraguan publik. Tetapi jika kembali gagal, statistik tanpa Rivera hanya akan semakin menguatkan kenyataan pahit yang sudah terjadi musim lalu.