← Beranda
Dilarang Keras! Influencer, Reporter, dan Media Klub Tak Boleh Rekam Video Pemain di Lapangan Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 11 September 2025 | 16.41 WIB
Prediksi Semen Padang vs PSBS Biak Super League 2025/2026. (X.com/@SemenpadangFCID) 
 

JawaPos.com — Larangan keras berlaku bagi influencer, reporter, hingga media club untuk merekam aksi pemain di lapangan selama pertandingan Super League 2025/2026. Pihak penyelenggara menegaskan semua bentuk perekaman yang dilakukan dari tribun penonton maupun tribun media dianggap pelanggaran hak cipta.

Aturan ini diumumkan dalam LOC’s Workshop Pegadaian Championship 2025/2026 oleh I.League, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Keputusan tersebut dibuat sebagai langkah tegas untuk melindungi hak siar yang dimiliki EMTEK dan I.League.

Pengumuman ini juga diperkuat melalui unggahan akun dari kanal @nusaliga di Instagram.

Dalam keterangannya, penyelenggara menegaskan siapa pun yang melanggar bisa terkena sanksi serius, mulai dari video di-takedown hingga potensi penghapusan akun kreator.

Bagi influencer atau kreator konten yang biasanya mengabadikan momen di lapangan, kini harus lebih berhati-hati.

Perekaman video pertandingan, meskipun hanya dari tribun dengan ponsel, dipastikan masuk kategori pelanggaran.

Pihak penyelenggara menjelaskan influencer atau creator memiliki status sebagai penonton biasa. Artinya, mereka hanya boleh menikmati pertandingan tanpa hak merekam dan menyebarkan video ke media sosial.

INFLUENCER/CREATOR
Alat: Handphone
Status: Penonton
Lokasi: Tribun Penonton
Indikasi: Tidak memiliki hak untuk upload rekaman pertandingan.

Media atau reporter resmi pun tidak lepas dari aturan ketat ini. Meski berada di tribun media, mereka dilarang melakukan perekaman menggunakan handphone selama pertandingan berlangsung.

Penyelenggara menilai tindakan itu bisa mengganggu media lain yang bekerja secara profesional.

Selain itu, perekaman dianggap sebagai bentuk pembajakan digital karena hak siar pertandingan sepenuhnya milik EMTEK dan I.League.

MEDIA/PRE
Alat: Handphone
Status: Media
Lokasi: Tribun Media
Indikasi: Tidak memiliki hak untuk merekam pertandingan dari media tribun

Untuk media klub, aturan juga diperketat. Penggunaan kamera profesional dari tribun penonton tidak diperkenankan sama sekali karena dianggap melanggar aturan siaran resmi.

Regulasi ini menegaskan status media klub hanya berlaku dalam lingkup kerja jurnalistik tertentu. Namun, jika berada di tribun penonton, kedudukan mereka sama dengan penonton biasa yang tidak berhak melakukan perekaman.

MEDIA CLUB
Alat: Kamera Pro
Status: Media
Lokasi: Tribun
Penonton
Indikasi: Tidak memiliki hak untuk merekam pertandingan dari tribun dan menggunakan kamera profesional.

Penyelenggara menjelaskan tindakan merekam pertandingan, meski sebentar, bisa mengganggu kenyamanan penonton sekitar.

Lebih jauh, aktivitas itu juga merugikan pihak pemegang hak siar yang telah berinvestasi besar dalam produksi tayangan.

Pihak EMTEK bersama tim Anti Piracy akan memantau seluruh konten yang diunggah di media sosial. Jika ditemukan rekaman pertandingan, video tersebut akan segera ditakedown tanpa kompromi.

Lebih dari itu, kreator yang berulang kali melanggar bisa kehilangan akun mereka di platform digital. Hal ini menjadi peringatan keras agar tidak ada yang mencoba-coba menyalahi aturan.

REGULASI UNTUK INFLUENCER/CREATOR
STATUS
Penonton umum, membeli/memiliki tiket Berada di tribun penonton selama pertandingan

KEGIATAN
Melakukan perekaman pertandingan menggunakan HP dari tribun penonton

INDIKASI
Dapat mengganggu penonton lain, karena menggunakan HP selama pertandingan
Dapat dianggap melakukan PIRACY dimana hak atas digital dimiliki oleh EMTEK & I.League

TINDAKAN
Video yang diupload oleh influencer/creator akan direview oleh Tim Anti Piracy EMTEK. Jika dianggap melanggar, maka video tersebut akan dilakukan proses take down.

Reporter yang berada di tribun media hanya diperbolehkan menulis berita tanpa melakukan perekaman. Posisi mereka memang disiapkan khusus untuk kepentingan jurnalistik tulisan, bukan dokumentasi visual.

REGULASI UNTUK TRIBUN MEDIA
STATUS
Jurnalis yang terdaftar secara resmi Berada di tribun media, tempat untuk melihat pertandingan dan menulis berita

KEGIATAN
Melakukan perekaman pertandingan menggunakan HP dari tribun media

INDIKASI
Dapat mengganggu media lain, karena menggunakan HP selama pertandingan
Dapat dianggap melakukan PIRACY dimana hak atas digital dimiliki oleh EMTEK & I.League

TINDAKAN
Media Klub melakukan sosialisasi kepada teman-teman media untuk tidak melakukan perekaman video dari tribun media.

Pihak I.League mengingatkan, kolaborasi dan kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan. Baik penonton, kreator, maupun media harus memahami aturan ini dibuat untuk melindungi industri sepak bola nasional.

Melalui sosialisasi, media klub juga diimbau membantu menyebarkan pemahaman ini ke jurnalis lain. Harapannya, tidak ada lagi pelanggaran di tribun media yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Bagi influencer, aturan ini memang terasa ketat karena membatasi ruang kreasi mereka. Namun, penyelenggara menegaskan menjaga hak cipta dan kenyamanan penonton jauh lebih penting untuk keberlangsungan kompetisi.

Larangan ini bukan berarti membatasi kreativitas secara total. Influencer tetap bisa membuat konten di luar momen pertandingan, seperti suasana tribun, pengalaman menonton, hingga interaksi dengan suporter.

Dengan begitu, penonton masih bisa merasakan atmosfer pertandingan lewat konten kreator tanpa harus melanggar aturan hak siar.

Pihak penyelenggara juga membuka peluang kerja sama resmi dengan kreator konten yang ingin terlibat secara legal.

Super League 2025/2026 dan Championship 2025/2026 memang diharapkan menjadi kompetisi lebih profesional dan modern.

Salah satunya dengan menghadirkan regulasi ketat yang menjaga kualitas siaran dan kenyamanan semua pihak.

Pihak I.League berharap semua penonton, media, dan influencer bisa memahami regulasi tersebut. Tanpa kerja sama, mustahil menjaga integritas kompetisi sekaligus melindungi hak cipta digital yang sah.

Larangan perekaman video di stadion ini jelas menjadi gebrakan besar di dunia sepak bola Indonesia. Kini, semua pihak yang hadir dalam pertandingan dituntut lebih disiplin agar liga berjalan sesuai aturan yang berlaku.

EDITOR: Edi Yulianto