← Beranda
Arema FC Gagal Menang! Singo Edan Tertahan 0-0 Lawan Tuan Rumah Persijap Jepara di Bumi Kartini
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 31 Agustus 2025 | 01.05 WIB
Arema FC sukses curi poin dari kandang Persijap Jepara. (Media Arema FC)

JawaPos.com — Arema FC kembali gagal meraih kemenangan di lanjutan Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (30/8/2025), Singo Edan harus puas bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Persijap Jepara.

Hasil ini membuat Arema kehilangan kesempatan untuk menempel ketat persaingan di papan atas klasemen. Tambahan satu angka hanya cukup membawa mereka berada di posisi ketiga dengan delapan poin.

Sementara itu, Persijap Jepara juga tidak bisa memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk meraih poin penuh. Laskar Kalinyamat harus puas dengan koleksi lima poin dari lima pertandingan dan duduk di peringkat kesembilan.

Sejak menit awal, Persijap tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan pemain sayapnya. Alexis Gomez hampir membuka keunggulan ketika menusuk dari sisi kanan, namun tendangannya berhasil dimentahkan Adi Satryo.

Arema sempat tertekan pada 15 menit pertama, tetapi mulai bangkit lewat serangan balik cepat. Valdeci Junior mencoba peruntungan dengan sepakan jarak jauh, sayang masih melenceng tipis dari gawang Rodrigo Moura.

Laga berubah panas menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-41, wasit mengeluarkan dua kartu merah sekaligus untuk Alexis Gomez dan Betinho setelah keduanya terlibat adu sikut.

Insiden tersebut membuat kedua tim harus bermain dengan 10 orang hingga laga berakhir. Kondisi ini semakin mengurangi intensitas permainan yang sebelumnya berlangsung cepat.

Skor kacamata bertahan hingga turun minum. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan situasi sama kuat tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Persijap kembali mencoba mengambil inisiatif serangan. Dicky Kuriniawan sempat lepas dari pengawalan, tetapi aksi cepat Adi Satryo keluar dari sarangnya membuat peluang itu sirna.

Dominasi Persijap semakin terlihat setelah menit ke-60. Carlo Franca mendapat ruang untuk melepaskan sepakan voli, namun arah bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang.

Arema kesulitan mengembangkan permainan karena kehilangan sosok Betinho di lini tengah. Aliran bola ke lini depan yang dihuni Dedik Setiawan dan Paulinho Moccelin menjadi terhambat.

Meski begitu, Arema tetap berusaha mencuri peluang dari skema serangan balik. Beberapa kali Valdeci dan Ian Puleio mencoba mengirim umpan terobosan, tetapi belum bisa menembus pertahanan rapat tuan rumah.

Peluang emas sempat dimiliki Persijap pada menit ke-85 melalui kombinasi apik antara Carlo Franca dan Wahyudi Hamisi. Sayangnya, penyelesaian akhir Wahyudi masih bisa diblok dengan gemilang oleh Adi Satryo.

Penyelamatan krusial itu membuat gawang Arema tetap aman dari kebobolan. Adi menjadi pahlawan Singo Edan dengan serangkaian refleks cepat yang mematahkan peluang lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah. Kedua tim harus puas berbagi satu poin di laga yang berlangsung keras dan penuh drama kartu merah tersebut.

Bagi Arema, hasil imbang ini tentu mengecewakan karena target mereka adalah kemenangan untuk terus menjaga momentum. Posisi mereka kini makin rawan dikejar oleh tim-tim pesaing di papan atas.

Persijap sendiri meski gagal menang, tetap bisa mengambil sisi positif dari laga ini. Mereka mampu menahan salah satu tim besar liga meskipun harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

Pertahanan disiplin Persijap menjadi kunci mereka menghindari kebobolan. Kerja sama barisan bek bersama kiper Rodrigo Moura cukup solid menghadang tekanan Arema di sisa laga.

Sementara itu, lini depan Arema masih menjadi sorotan karena kurang tajam. Dedik Setiawan jarang mendapat suplai bola matang, sedangkan Paulinho dan Valdeci tidak bisa memaksimalkan peluang yang ada.

Pelatih Arema tentu harus segera mencari solusi atas mandulnya lini serang tim. Jika tidak, mereka bisa semakin kesulitan bersaing dengan rival-rival yang konsisten mencetak gol.

Bagi Persijap, performa agresif di kandang memberikan harapan untuk bangkit di pertandingan berikutnya. Dukungan penuh publik Bumi Kartini membuat mereka tampil percaya diri meski harus melawan tim besar.

Dengan hasil ini, Super League 2025/2026 semakin menunjukkan persaingan ketat. Tidak ada tim yang benar-benar dominan, dan setiap pertandingan bisa berakhir dengan kejutan.

Arema FC wajib segera bangkit bila tidak ingin tertinggal dari perburuan gelar. Sementara Persijap Jepara bisa menjadikan hasil imbang ini sebagai modal penting untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Susunan pemain Persijap menurunkan Rodrigo Moura, Diogo Brito, Fikron Afriyanto, Najeeb Yakubu, Rahmat Hidayat, Alexis Gomez, Restu Akbar, Wahyudi Hamisi, Carlos Franca, Rosalvo Junior, dan Sudi Abdallah.

Sedangkan Arema FC tampil dengan formasi Adi Satryo, Bayu Setiawan, Odivan Koerich, Luiz Gustavo, Johan Alfarizi, Betinho, Matheus Blade, Valdeci Moreira, Ian Puleio, Paulinho Moccelin, dan Dedik Setiawan.

Dengan komposisi tersebut, kedua tim sama-sama tampil menyerang namun gagal mencetak gol. Skor kacamata 0-0 akhirnya menjadi hasil akhir di Stadion Gelora Bumi Kartini.

EDITOR: Hendra