JawaPos.com—Persib Bandung membuat gebrakan besar di bursa transfer dengan mengumumkan dua rekrutan anyar berkelas internasional. Total belanja Maung Bandung mencapai Rp 26 miliar setelah resmi mendatangkan Thom Haye dan Federico Barba di bawah komando Bojan Hodak.
Pengumuman perekrutan dilakukan dengan cara unik yang jarang dilakukan klub sepak bola Tanah Air. Persib memilih menyiarkannya lewat program berita di TVRI Jawa Barat pada Rabu (27/8).
Dalam tayangan tersebut, publik disuguhi format siaran berita seolah-olah menjadi breaking news. Prabu, sosok macan ikonik Persib, muncul membacakan pengumuman dua pemain baru itu.
Nama pertama yang diperkenalkan kepada publik adalah Federico Barba. Bek tangguh asal Italia itu didatangkan dengan nilai pasar Rp 8,69 miliar.
Barba diyakini akan menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Persib musim ini. Pengalamannya di level Eropa bakal menambah soliditas barisan belakang Maung Bandung.
Setelah memperkenalkan Barba, Persib kembali memberi kejutan dengan mengumumkan pemain kedua. Sosok itu adalah bintang Timnas Indonesia, Thom Haye, yang diboyong dengan harga Rp 17,38 miliar.
Thom Haye digadang-gadang sebagai motor permainan di lini tengah Persib. Julukan The Professor melekat padanya karena menjadi otak permainan Timnas Indonesia.
Prabu dalam tayangan berita itu menyebut Thom Haye sebagai maestro lapangan tengah. Kalimat The Professor, otak dari permainan Timnas Indonesia, Thom Haye, menegaskan peran pentingnya di skuad.
Perekrutan Haye menjadi sorotan besar karena statusnya sebagai pemain naturalisasi terbaru Timnas Indonesia. Sejak debut pada 2024, dia langsung mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Kemampuan membaca permainan serta menemukan celah di pertahanan lawan membuatnya istimewa. Dia dikenal tenang dalam mengatur pola serangan dan piawai menjaga keseimbangan tim.
Dengan kehadiran Haye dan Barba, Persib tidak hanya mendatangkan pemain, tetapi juga mengangkat level tim ke standar lebih tinggi. Kehadiran keduanya diharapkan bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar Super League.
Haye menghabiskan sebagian besar karirnya di Belanda. Dia pernah memperkuat klub-klub ternama seperti AZ Alkmaar, Willem II, ADO Den Haag, NAC Breda, Heerenveen, dan Almere City.
Selain itu, Haye juga sempat merasakan atmosfer kompetitif Liga Italia. Dia pernah membela Lecce saat klub tersebut berlaga di Serie B atau kasta kedua sepak bola Italia.
Pengalaman panjangnya di Eropa menjadikan Haye sebagai gelandang dengan visi bermain luar biasa. Persib tentu berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda lokal.
Sementara Barba juga bukan sosok sembarangan di dunia sepak bola. Sebagai bek yang kenyang pengalaman di Italia. Dia diyakini bisa menghadirkan ketenangan di lini pertahanan Persib.
Barba dikenal memiliki kemampuan membaca serangan lawan dan kuat dalam duel udara. Kehadirannya sangat dibutuhkan mengingat lini belakang Persib kerap menjadi sorotan musim lalu.
Dua rekrutan ini jelas menunjukkan keseriusan manajemen Persib untuk menatap musim baru. Dengan total belanja Rp 26 miliar, Persib membuktikan ambisi besar untuk bersaing di papan atas Super League.
Langkah berani Persib ini sekaligus menjadi sinyal kepada pesaing mereka tidak main-main. Kehadiran pemain berlabel internasional tentu menambah daya tarik kompetisi.
Antusiasme bobotoh pun langsung membuncah setelah pengumuman tersebut. Media sosial Persib dipenuhi komentar positif yang menyambut kedatangan Haye dan Barba.
Tak sedikit yang meyakini duet pemain baru ini bakal menjadi kunci sukses Persib. Kombinasi Haye sebagai pengatur tempo dan Barba sebagai palang pintu diyakini bakal memperkuat struktur tim.
Jika mampu beradaptasi dengan cepat, Persib berpotensi menjadi salah satu kandidat terkuat juara musim ini. Dukungan penuh bobotoh tentu akan menjadi energi tambahan bagi keduanya.
Persib kini tidak hanya mengandalkan nama besar di dalam negeri, tetapi juga menghadirkan sentuhan internasional. Strategi transfer ini membuat kompetisi Super League semakin bergengsi.
Di sisi lain, manajemen juga menunjukkan profesionalisme dalam mengemas pengumuman. Format siaran berita di TVRI menjadi inovasi yang membuat publik semakin penasaran.
Langkah ini sekaligus menegaskan identitas Persib sebagai klub yang kreatif dalam menyampaikan kabar penting. Strategi komunikasi semacam ini patut ditiru klub-klub lain di Indonesia.
Kehadiran Haye dan Barba menjadi bukti transformasi besar yang sedang dijalani Persib. Manajemen berusaha memenuhi ekspektasi bobotoh yang haus akan prestasi.
Kini publik menantikan kiprah keduanya di lapangan. Apakah investasi Rp 26 miliar ini akan sepadan dengan performa di atas rumput hijau, jawabannya hanya bisa dibuktikan saat kompetisi bergulir.