← Beranda
Untaian Bait Doa Bonek untuk Muhammad Hidayat! Legenda Hidup Persebaya Surabaya yang Kini Pilih PSMS Medan
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 12 Agustus 2025 | 05.59 WIB
Muhammad Hidayat legenda hidup Persebaya Surabaya siap berjuang bersama PSMS Medan. (Media PSMS)

JawaPos.com — Bonek kembali menunjukkan sisi hangatnya saat melepas salah satu legenda hidup Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat. Gelandang bertahan yang selama bertahun-tahun menjadi ikon Green Force itu kini resmi memilih PSMS Medan sebagai pelabuhan barunya yang akan berjuang di Championship 2025/2026.

Bukan sindiran atau cacian yang dilontarkan, justru untaian doa dan pesan menyentuh mengalir deras dari para suporter fanatik Persebaya Surabaya.

Mayoritas Bonek meminta agar PSMS Medan menjaga sang legenda yang pernah membawa tim kebanggaan mereka kembali ke kasta tertinggi pada 2017 silam.

"Titip legend kami yaa sodara Medan," tulis salah satu Bonek di kolom komentar Instagram resmi PSMS Medan. Ungkapan senada juga bermunculan, mulai dari “Nitip ya dulur PSMS” hingga “Jaga baik-baik legend kami PSMS Medan.”

Tak hanya Bonek, beberapa pemain Persebaya Surabaya seperti Leo Lelis dan Bruno Moreira ikut memberikan sambutan hangat.

Bahkan mantan punggawa Green Force seperti Kasim Botan, Mohammed Rashid, hingga Risky Dwiyan turut meramaikan komentar.

Muhammad Hidayat resmi diumumkan sebagai rekrutan anyar PSMS Medan pada Senin (11/8/2025).

Melalui akun Instagram resminya, PSMS menuliskan kalimat singkat namun penuh makna, “Hijau tak pernah pudar! Selamat datang di Medan, M Hidayat.”

Kepindahan ini sejatinya sudah tercium sejak Kamis (7/8/2025) ketika akun sepak bola nasional @transfernews_ft1 membocorkan ketertarikan PSMS.

Saat itu disebutkan PSMS tengah mengincar gelandang bertahan berusia 29 tahun yang baru saja berpisah dengan Persebaya Surabaya.

Status Muhammad Hidayat sebagai free agent setelah kontraknya tak diperpanjang per 1 Juli 2025 membuat peluang transfer terbuka lebar.

PSMS pun tak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mendapatkan tanda tangannya.

Bagi Bonek, kepergian Hidayat meninggalkan jejak mendalam. Selama membela Persebaya Surabaya, ia mencatatkan 126 pertandingan, 4 assist, 30 kartu kuning, dan total 8.282 menit bermain di semua ajang.

Catatan itu mencakup 113 laga di Liga 1 dengan 26 kartu kuning, 7 laga di Piala Presiden dengan 1 kartu kuning, 4 laga di Piala Menpora dengan 3 kartu kuning, dan 2 laga di Piala Indonesia.

Meski bukan tipe gelandang yang rajin mencetak gol, kontribusi Hidayat ada pada perannya memutus serangan lawan dan menjaga tempo permainan.

Lahir di Bontang pada 26 April 1996, Hidayat memiliki postur 1,77 meter dan kaki dominan kanan. Karakternya sebagai petarung di lini tengah membuatnya dicintai Bonek meski tak jarang mengoleksi kartu kuning.

Sejak bergabung, ia menjadi bagian dari perjalanan manis Persebaya Surabaya kembali ke Liga 1 pada 2017. Momen itu membuat namanya melekat sebagai salah satu simbol kebangkitan Green Force di era modern.

Itulah sebabnya, ketika resmi berseragam PSMS, yang muncul bukan hujatan, melainkan doa tulus agar kariernya tetap bersinar. Banyak yang berharap suatu saat Hidayat kembali membela Persebaya Surabaya di masa depan.

Ungkapan seperti “Titip legenda kita wak, kita tunggu di Liga 1” menjadi bukti hubungan emosional yang sudah terbangun selama hampir satu dekade.

Dalam dunia sepak bola Indonesia yang sering diwarnai perpisahan pahit, fenomena ini menjadi pemandangan langka.

PSMS Medan sendiri tentu mendapatkan keuntungan besar dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Hidayat. Selain kualitas di lapangan, ia membawa aura kepemimpinan dan mental juara yang sudah teruji.

Dengan harga pasar terakhir mencapai Rp 1,30 miliar per 29 Mei 2025, kehadiran Hidayat di Championship menjadi suntikan moral besar bagi tim Ayam Kinantan.

Ambisi PSMS untuk kembali ke Super League akan mendapat tambahan energi dari pengalamannya.

Kini, tantangan baru menanti Hidayat di Kota Medan. Baginya, warna hijau tak akan pernah pudar, hanya saja kali ini ia akan mengenakannya di medan yang berbeda.

Baca Juga: Dimas Galih Comeback! Eks Kiper Persebaya Surabaya Terbang ke PSBS Biak, Gantikan John Pigai yang Hengkang ke Persipura Jayapura

Bagi Bonek, doa mereka sudah terucap. Tugas PSMS adalah menjaganya, menghargai jasanya, dan memberi panggung agar sang legenda tetap berkilau.

Dan seperti bait doa yang terus mengalir di kolom komentar, perjalanan Muhammad Hidayat di PSMS akan selalu mendapat pantauan dari Surabaya. Karena bagi Bonek, legenda tak pernah benar-benar pergi.

EDITOR: Hendra