← Beranda
Catat 150 Laga di Kasta Tertinggi, Wahyudi Hamisi Tegaskan Persijap Jepara Tak Datang untuk Jadi Pelengkap di Super League 2025/2026!
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 8 Agustus 2025 | 21.55 WIB
Wahyudi Hamisi tak ingin Persijap Jepara hanya jadi pelengkap di Super League 2025/2026. (Media Persijap)

JawaPos.com — Pengalaman 150 pertandingan di kasta tertinggi membuat Wahyudi Hamisi menjadi salah satu amunisi berharga Persijap Jepara di BRI Super League 2025/26. Gelandang bertenaga badak ini memastikan timnya tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap kompetisi.

Mantan pemain Borneo FC Samarinda dan PSS Sleman itu menegaskan Persijap sudah mempersiapkan diri secara matang.

Selama dua bulan terakhir, tim promosi asal Kota Jepara ini menjalani latihan intensif demi menghadapi tantangan besar musim ini.

Laga perdana akan langsung menguji mental dan kualitas Persijap. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (8/8/2025) malam.

Wahyudi menyadari status Persijap sebagai pendatang baru membuat mereka sering dipandang sebelah mata. Namun, ia menegaskan timnya datang ke kasta tertinggi dengan target menang, bukan sekadar numpang lewat.

“Kita sudah siap untuk pertandingan pertama dengan sebelumnya sudah menjalani masa persiapan selama sekitar dua bulan,” tegas pemain berusia 28 tahun tersebut, dikutip dari I.League Jumat (8/8/2025).

Pengalaman pribadi Wahyudi di BRI Super League jelas menjadi modal penting bagi Persijap. Selama kariernya, ia sudah kenyang merasakan kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Bersama Borneo FC, Wahyudi mencatat 100 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan tiga assist. Ia menjadi sosok gelandang pekerja keras yang jarang kompromi saat berduel di lapangan.

Dua musim terakhir, pemain kelahiran 28 Juni 1997 itu membela PSS Sleman. Di klub asal Yogyakarta tersebut, ia menambah 50 pertandingan dengan torehan dua gol dan tiga assist.

Jika dijumlahkan, total penampilan Wahyudi di kasta tertinggi mencapai 150 pertandingan. Catatan ini membuktikan dirinya bukan pemain sembarangan untuk ukuran tim promosi.

Pelatih Persijap pun dipastikan akan sangat bergantung pada kontribusi Wahyudi di lini tengah. Tenaganya dibutuhkan untuk memutus alur serangan lawan sekaligus membantu membangun serangan.

Menghadapi PSM Makassar jelas bukan tugas ringan. Tim berjuluk Juku Eja itu merupakan salah satu raksasa sepak bola Indonesia yang berpengalaman hingga level Asia.

PSM juga dikenal punya dukungan suporter fanatik yang membuat atmosfer laga kandang mereka begitu mencekam. Namun, hal itu tak membuat Wahyudi dan rekan-rekan gentar.

“Kita (Persijap Jepara) pendatang baru di BRI Super League ini. Tapi kita datang ke sini tidak hanya untuk pelengkap, datang dengan target menang dan Insya Allah bisa memenangi laga perdana nanti,” kata Wahyudi lagi.

Persijap sendiri musim ini datang dengan semangat membuktikan diri. Status tim promosi justru dijadikan motivasi untuk tampil habis-habisan di setiap laga.

Wahyudi mengaku optimistis karena melihat perkembangan tim selama masa pramusim. Meski materi pemain mereka belum setenar klub-klub besar, semangat bertarung menjadi modal utama.

Bagi Persijap, bisa kembali ke kasta tertinggi adalah kebanggaan besar bagi masyarakat Jepara. Namun, mereka tak ingin hanya sekadar meramaikan kompetisi.

Sejak awal, manajemen sudah menegaskan target untuk bertahan di BRI Super League. Bahkan, jika memungkinkan, mereka bertekad menembus papan tengah klasemen.

Wahyudi sendiri merasa tertantang menjadi bagian dari misi besar Persijap. Baginya, ini bukan hanya tentang bermain sepak bola, tetapi juga membangun sejarah klub.

Dalam laga melawan PSM, peran Wahyudi akan sangat krusial. Selain sebagai pemutus serangan, ia juga diharapkan mampu memimpin rekan setim di lapangan.

Karakter tanpa kompromi yang melekat pada dirinya bisa menjadi senjata ampuh melawan dominasi PSM. Apalagi, pengalaman 150 laga membuktikan dirinya paham bagaimana bertahan di tekanan besar.

Suporter Persijap tentu menantikan kiprah Wahyudi di musim ini. Mereka berharap sang gelandang bisa menjadi motor penggerak yang membawa tim meraih hasil positif.

Laga melawan PSM akan menjadi ujian perdana seberapa siap Persijap bersaing. Jika mampu mencuri poin, itu akan menjadi sinyal mereka benar-benar siap menghadapi musim panjang.

Wahyudi pun mengirim pesan optimistis kepada para pendukung. Ia percaya kerja keras akan membawa hasil dan timnya mampu memberi kejutan di musim ini.

Dengan modal pengalaman dan mental juara, Persijap datang ke BRI Super League 2025/26 dengan keyakinan tinggi. Mereka tak ingin sekadar hadir, tapi berjuang untuk meraih kemenangan demi kemenangan.

Jika tekad itu terwujud, bukan mustahil Persijap akan menjadi kuda hitam musim ini. Dan Wahyudi Hamisi akan menjadi salah satu tokoh kunci di balik cerita sukses tersebut.

EDITOR: Banu Adikara