JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan memulai perjuangan di Super League 2025/2026 dengan pertandingan panas melawan tim promosi PSIM Yogyakarta. Duel penuh gengsi ini bakal digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/8/2025) pukul 19.00 WIB.
Laga ini bukan sekadar pembuka musim, tapi juga jadi ujian awal kesiapan Green Force di bawah nahkoda baru, Eduardo Perez.
Pelatih asal Spanyol itu percaya penuh pada kekuatan skuadnya yang telah menjalani pramusim dengan intensitas tinggi.
Di sisi lain, PSIM datang dengan ambisi besar setelah 19 tahun absen dari kasta tertinggi sepak bola nasional. Momentum ini tentu ingin mereka manfaatkan untuk tampil mengejutkan di kandang lawan.
Namun, Persebaya Surabaya tak ingin malu di depan ribuan Bonek yang siap memadati stadion. Tiga poin menjadi target wajib bagi Taisei Marukawa dkk untuk memulai musim dengan sempurna.
Ada dua fakta krusial yang jadi sorotan jelang laga ini. Pertama, persiapan Persebaya Surabaya yang sangat serius hingga ke luar negeri, dan kedua, keyakinan sang pelatih terhadap kualitas kolektif tim, bukan individu.
Persiapan Panjang Persebaya Surabaya
Fakta pertama yang tak bisa diabaikan adalah modal kuat yang dimiliki Persebaya Surabaya usai menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Australia.
Dalam tur tersebut, mereka menang atas Football West All-Star dan mengalahkan PSS Sleman 1-0 dalam laga launching tim.
Hasil itu menambah rasa percaya diri pemain jelang laga kontra PSIM. Apalagi, Eduardo menyebut kondisi timnya dalam keadaan mental dan fisik yang baik.
“Saya rasa semua pemain sudah siap untuk pertandingan ini. Kami juga dalam kondisi mental yang baik dan akan memberikan penampilan terbaik,” ujar Eduardo Perez, dikutip dari Radar Surabaya, Kamis (7/8/2025).
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan persiapan intensif yang dilakukan timnya bukan hanya soal fisik, tapi juga strategi.
Ia menyebut sekitar 95 persen pemain dalam kondisi siap tempur, meski beberapa masih dalam masa pemulihan cedera.
Kolektivitas Tim Jadi Kunci Persebaya Surabaya
Fakta kedua, kepercayaan tinggi Eduardo pada kekompakan tim menjadi landasan utama permainan Persebaya Surabaya musim ini.
Dia menolak fokus pada pemain lawan secara individu, dan justru memilih untuk menyoroti efektivitas taktik dan kekompakan tim sendiri.
Menurutnya, sepak bola bukan ajang adu skill individu, tapi bagaimana seluruh pemain mampu menjalankan peran sesuai strategi.
“Kami tahu PSIM dan sudah menganalisis mereka, termasuk kekuatan individu pemainnya. Mereka punya skuad yang bagus, tapi kami juga percaya pada gaya main dan kekuatan kami sendiri,” tegasnya.
PSIM bukan lawan sembarangan meski berstatus sebagai tim promosi. Mereka tentu ingin membuat kejutan dan membuktikan layak kembali di kasta elite Liga Indonesia.
Namun, dengan materi pemain yang lebih matang dan pengalaman bertanding di level tertinggi, Persebaya Surabaya punya keunggulan tersendiri.
Apalagi, laga akan berlangsung di Gelora Bung Tomo, markas yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu.
Dukungan suporter juga menjadi energi tambahan bagi Green Force. Ribuan Bonek dipastikan akan memadati tribun dan menciptakan atmosfer yang membakar semangat juang tim.
Persebaya Surabaya juga diuntungkan dengan keberadaan pemain-pemain kunci seperti Bruno Moreira dan Taisei Marukawa yang tampil konsisten sepanjang pramusim.
Ditambah, deretan pemain muda yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan di bawah asuhan Eduardo.
Sementara itu, PSIM diprediksi tampil lepas dan tanpa beban. Mereka datang sebagai underdog, namun dengan motivasi tinggi membawa pulang hasil positif dari Surabaya.
Persebaya Surabaya menyadari betul kejutan bisa datang kapan saja di laga pembuka. Karena itu, konsistensi permainan dan fokus penuh sejak menit pertama jadi kunci penting.
“Saya rasa tidak perlu fokus pada pemain secara individu. Ini bukan permainan individu, ini tentang tim dan bagaimana kami menjalankan strategi kami di lapangan,” tambah Eduardo.
Laga ini menjadi titik awal penilaian terhadap kinerja Eduardo Perez sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya. Kemenangan di laga debut kompetitif akan menjadi sinyal kuat Green Force siap kembali bersaing di papan atas.
Dengan semua persiapan yang telah dilakukan dan keyakinan penuh dari pelatih, Persebaya Surabaya siap menunjukkan wajah baru mereka musim ini.
GBT pun siap bergemuruh untuk kemenangan perdana Green Force di Super League 2025/2026.
Pertarungan melawan PSIM bisa jadi awal kebangkitan atau justru jadi ujian awal yang menyakitkan. Namun satu yang pasti, Eduardo Perez dan skuad Green Force sudah siap menyambut tantangan pertama dengan kepala tegak.
Kini, semua mata tertuju ke GBT. Akankah Persebaya Surabaya menjaga marwah di kandang, atau PSIM membuat kejutan?