JawaPos.com — Persebaya Surabaya bersiap menghadapi musim padat 2025/2026 dengan dua kompetisi besar: Liga 1 Indonesia dan ASEAN Club Championship. Ketahanan skuad, khususnya di sektor penjaga gawang, menjadi krusial demi menjaga konsistensi performa sepanjang musim.
Saat ini, Green Force memiliki tiga nama utama di bawah mistar gawang: Ernando Ari, Andhika Ramadhani, dan Imam Al Arif.
Meski cukup menjanjikan, banyak pihak menilai jumlah tersebut belum ideal untuk mengarungi jadwal kompetisi yang padat dan menantang.
Akun Instagram @onlinepersebaya turut menyoroti isu ini dan menyebut idealnya sebuah tim memiliki 4 hingga 5 penjaga gawang.
Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika ada cedera, akumulasi kartu, atau kebutuhan rotasi saat jadwal pertandingan sangat padat.
Dari tiga nama yang ada, Ernando Ari adalah kiper utama yang juga langganan Tim Nasional Indonesia.
Performanya stabil, namun keikutsertaannya di agenda timnas bisa membuat Persebaya Surabaya kehilangan tenaganya di beberapa pertandingan penting.
Andhika Ramadhani menjadi opsi berikutnya, seorang kiper matang dengan pengalaman di Liga 1. Ia mampu tampil konsisten sebagai pelapis atau starter ketika dibutuhkan, tetapi faktor stamina dan cedera tetap harus diwaspadai.
Sementara itu, Imam Al Arif adalah nama muda jebolan akademi yang mulai naik ke tim utama. Meski potensial, jam terbangnya masih minim sehingga belum bisa diandalkan dalam laga-laga krusial secara konsisten.
Melihat susunan ini, banyak Bonek – suporter setia Persebaya Surabaya – yang menyuarakan perlunya mendatangkan kiper keempat.
Komentar-komentar mereka di media sosial mencerminkan keresahan sekaligus usulan nama-nama yang layak dipertimbangkan.
“Angga Syahputra,” sebut salah satu akun. Nama ini memang kerap dikaitkan dengan beberapa klub Liga 1 dan punya pengalaman cukup luas sebagai kiper profesional.
Ada juga nama “Syahrul Trisna” yang diusulkan Bonek lain, lengkap dengan emoji semangat. Syahrul dikenal memiliki refleks cepat dan pengalaman membela tim nasional.
Menariknya, salah satu komentar menyebut, “Angga Saputro free tuh baru aja dilepas Borneo.” Status tanpa klub tentu bisa menjadi peluang besar bagi Persebaya Surabaya untuk menggaetnya tanpa biaya transfer.
Nama lain seperti “Ega Rizky” pun masuk dalam radar pembicaraan suporter. Ega dikenal sebagai kiper tangguh yang pernah tampil gemilang bersama Persikabo.
Namun, tak sedikit pula yang berpendapat tiga kiper saja sudah cukup untuk mengarungi musim depan. “3 ae wes cukup,” ujar salah satu Bonek, menilai kedalaman saat ini masih aman jika semua kiper dalam kondisi fit.
Dilema ini membuat manajemen Persebaya Surabaya harus cermat dalam menentukan langkah berikutnya.
Mereka harus menakar kebutuhan tim secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan kondisi fisik dan agenda kompetisi ganda.
ASEAN Club Championship 2025/2026 bukanlah ajang yang bisa dianggap remeh. Persebaya Surabaya bakal bersaing dengan klub-klub kuat Asia Tenggara yang punya kualitas permainan tinggi dan tempo cepat.
Rotasi pemain akan jadi kunci keberhasilan, terutama di posisi vital seperti penjaga gawang. Jika satu kiper absen karena cedera atau panggilan timnas, cadangan berkualitas harus segera siap mengisi.
Selain kualitas, pengalaman juga sangat dibutuhkan dari kiper keempat yang akan direkrut. Sosok berpengalaman akan memberi rasa aman saat diturunkan dan mampu membimbing kiper muda seperti Imam Al Arif.
Mengingat musim depan akan lebih panjang dan menantang, memiliki kedalaman skuad yang merata di semua lini adalah harga mati. Terutama di sektor kiper, yang sering kali menjadi penentu hasil pertandingan.
Apalagi, Persebaya Surabaya dikenal sebagai klub dengan ambisi tinggi setiap musimnya. Target lolos ke fase lanjutan di ASEAN Club Championship dan menembus papan atas Liga 1 adalah prioritas utama.
Dalam situasi seperti ini, menambah satu kiper lagi bukan hanya soal jumlah, tapi soal kesiapan menghadapi skenario terburuk. Cedera mendadak, performa menurun, atau jadwal berdekatan bisa menjadi batu sandungan jika tidak diantisipasi.
Langkah cepat dan tepat harus segera diambil manajemen Persebaya Surabaya sebelum jendela transfer ditutup. Mereka harus bergerak sebelum klub lain mengamankan target-target potensial di sektor penjaga gawang.
Kini, mata Bonek dan pencinta sepak bola Indonesia tengah menantikan siapa sosok kiper keempat yang akan memperkuat skuad Persebaya Surabaya.
Apakah itu nama muda potensial, kiper berpengalaman, atau pemain bebas transfer dengan jam terbang tinggi?
Waktu akan menjawab, namun satu hal yang pasti: Persebaya Surabaya harus memperkuat lini belakangnya dengan perencanaan matang. Karena pertahanan yang solid dimulai dari penjaga gawang yang siap dan andal.
Dengan tantangan ganda yang dihadapi musim depan, keputusan mendatangkan kiper keempat bisa menjadi pembeda antara sukses dan kegagalan.
Apakah manajemen Persebaya Surabaya akan mengambil langkah tersebut? Kita tunggu gebrakan selanjutnya!