← Beranda
Dampak Pemain Asing di Persebaya: Perbandingan Statistik Lokal vs Internasional
Richardo RillyanugrahaRabu, 4 Juni 2025 | 16.09 WIB
Persebaya. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com-Kehadiran pemain asing dalam sepak bola Indonesia telah menjadi bagian penting dari dinamika kompetisi Liga 1. Persebaya Surabaya, salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air, juga aktif dalam memanfaatkan kuota pemain asing.

Musim 2024/2025 menjadi tahun di mana Persebaya menaruh harapan besar pada delapan legiun impor mereka. Namun, bagaimana kontribusi para pemain asing ini jika dibandingkan dengan para pemain lokal yang sudah menjadi tulang punggung tim? 

Komposisi Tim: Delapan Asing dan Lokal Berkualitas

Persebaya memasuki musim 2024/2025 dengan total enam pemain asing yang seluruhnya memiliki pengalaman internasional atau pernah berlaga di liga luar negeri. Nama-nama seperti Francisco Rivera (Meksiko), Flavio Silva (Portugal), Mohamed Rashid (Palestina), Bruno Moreira (Brasil), Gilson Costa (Portugal), dan Slavko Damjanovic (Montenegro) dipercaya untuk mengangkat performa tim secara menyeluruh.

Memasuki paruh kedua musim, Persebaya kembali mendatangkan dua pemain tambahan, yaitu Dejan Tumbas (Serbia) dan Dime Dimov (Makedonia Utara).

Sementara itu, pemain lokal seperti Ernando Ari (kiper utama Timnas U-23), Kasim Botan (winger), Andre Oktaviansyah (gelandang muda), dan Malik Risaldi (gelandang), menjadi bagian dari komposisi inti yang mempertahankan nilai lokal dan filosofi klub.

Statistik Pemain Asing: Kontribusi Signifikan

Melihat statistik, pemain asing Persebaya menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun permainan dan mencetak gol.

  • Flavio Silva, striker asal Portugal, merupakan rekrutan anyar dengan catatan 23 gol musim 2023/2024 bersama Persik Kediri. Musim 2024/205, dia  mencetak 29 gol dari 34 laga. Menjadikannya top skor musim 2024/2025.
  • Francisco Rivera, eks Madura United, adalah pemenang penghargaan Pemain Terbaik Liga 1 musim 2023/2024. Dia menjadi playmaker andalan dengan akurasi umpan mencapai 84 persen dan telah mencatatkan 8 gol di musim 2024/2025.
  • Bruno Moreira, winger asal Brasil, menyumbang kecepatan dan kreativitas dari sisi lapangan. Dia tercatat mencetak 10 gol dalam 34 penampilannya musim 2024/2025.

Selain kontribusi menyerang, nama seperti Slavko Damjanovic di lini belakang dan Mohamed Rashid di lini tengah juga menambah kekuatan struktur pertahanan dan transisi. Rashid, misalnya, mencatat rata-rata 3,2 tekel sukses per pertandingan dan menjadi jangkar penting dalam duel-duel udara serta perebutan bola.

Performa Pemain Lokal: Stabil Tapi Masih Kurang Tajam

Meskipun tidak banyak mencuri perhatian secara statistik, pemain lokal Persebaya tetap menunjukkan kontribusi penting. Ernando Ari, misalnya, adalah salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini dengan 8 clean sheet dari 24 pertandingan.Dia juga menorehkan 3 penyelamatan penalti musim ini.

Baca Juga: Statistik Elkan Baggott Musim 2024/25: Performa Solid di Blackpool dan Kembali ke Ipswich Town

Namun di lini tengah dan depan, kontribusi pemain lokal tampak lebih terbatas. Misalnya, Andre Oktaviansyah dan Kasim Botan lebih banyak berperan sebagai pendukung atau pengatur ritme, bukan sebagai pencetak angka.

Dari sisi gol dan assist, hanya satu atau dua pemain lokal yang berkontribusi langsung pada lebih dari 3 gol selama setengah musim pertama, jauh di bawah kontribusi pemain asing seperti Flavio atau Rivera. Ini menunjukkan bahwa produktivitas pemain asing masih menjadi penentu utama hasil akhir pertandingan bagi Persebaya.

Analisis: Sinergi atau Ketergantungan?

Statistik menunjukkan bahwa pemain asing memberikan dampak signifikan, baik dari sisi produktivitas gol, assist, maupun kontrol permainan. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Persebaya sedang membangun sinergi antara pemain asing dan lokal, atau justru mulai bergantung terlalu besar pada pemain luar?

Idealnya, pemain asing memang didatangkan untuk mengangkat level tim, namun klub juga harus menyiapkan regenerasi pemain lokal agar tidak kehilangan identitas dan kesinambungan performa. Terlalu bergantung pada pemain asing bisa menjadi risiko jika mereka absen karena cedera atau dipanggil timnas, seperti yang sempat terjadi pada Mohamed Rashid yang membela Palestina di FIFA Match Day.

Keseimbangan Adalah Kunci

Kehadiran pemain asing di Persebaya memberikan kontribusi nyata yang membantu klub bersaing di papan atas Liga 1 musim ini. Dengan torehan gol, assist, dan stabilitas permainan yang lebih unggul dibandingkan sebagian besar pemain lokal, para legiun asing seperti Flavio Silva dan Francisco Rivera layak mendapatkan apresiasi.

Namun, Persebaya juga perlu terus membina dan mengembangkan pemain lokal agar klub tidak terlalu bergantung pada kekuatan impor. Integrasi yang seimbang antara pemain lokal dan asing menjadi kunci untuk sukses jangka panjang, baik di level domestik maupun kompetisi Asia yang akan datang.

Persebaya Surabaya Menatap Musim 2025/2026

Menjelang musim Liga 1 Indonesia 2025/2026, Persebaya Surabaya telah melakukan langkah-langkah strategis dalam membentuk skuad yang kompetitif. Dengan mempertahankan sebagian besar pemain inti dan merekrut beberapa wajah baru, klub ini menunjukkan keseriusannya dalam bersaing di kancah domestik dan regional. 

Persebaya telah memastikan bahwa 15 pemain dari musim sebelumnya tetap menjadi bagian dari tim. Nama-nama seperti Francisco Rivera, Flavio Silva, Ernando Ari, dan Bruno Moreira tetap menjadi andalan di lini tengah dan depan. Di lini belakang, Arief Catur Pamungkas dan Kadek Raditya juga dipertahankan untuk menjaga kestabilan pertahanan.

Kehadiran pemain-pemain ini diharapkan dapat mempertahankan performa solid tim yang berhasil finis di peringkat keempat pada musim sebelumnya.

Untuk memperkuat skuad, Persebaya mendatangkan dua pemain asing baru. Risto Mitrevski, bek tengah asal Makedonia Utara; dan Gali Freitas, penyerang muda berbakat dari Timor Leste.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah kedalaman dan kualitas tim, terutama dalam menghadapi jadwal padat kompetisi musim ini. Selain perubahan di skuad pemain, Persebaya juga melakukan pembaruan di jajaran pelatih.

Eduardo Perez Moran ditunjuk sebagai pelatih kepala, menggantikan Paul Munster. Perez akan dibantu oleh asisten pelatih Shin Sang-gyu dan Uston Nawawi, serta pelatih kiper Felipe Americo Martins Goncalves. Perubahan ini diharapkan dapat membawa pendekatan baru dalam strategi permainan tim.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta baru, serta perubahan di jajaran pelatih, Persebaya Surabaya menatap musim 2025/2026 dengan optimisme tinggi. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen klub untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah