JawaPos.com-Rencana laga uji coba antara Timnas Indonesia melawan Uruguay semakin menguat setelah pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, H.E. Cristina Gonzalez.
Pertemuan itu terjadi dalam rangka memperingati hubungan diplomatik ke-60 tahun antara Indonesia dan Uruguay yang jatuh pada tahun 2026 mendatang. Menpora Dito mengungkap inisiatif pertandingan persahabatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama antarnegara melalui sektor olahraga.
Uruguay disebut secara langsung menyampaikan keinginannya untuk bertanding melawan skuad Garuda dalam laga uji coba. Hal itu disampaikan Dito melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (20/5/2025), setelah menggelar courtesy meeting dengan Dubes Uruguay.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak saling menyambut baik niat untuk menjalin kolaborasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
"Courtesy meeting dengan Duta Besar (Dubes) Uruguay untuk Indonesia, H.E Cristina Gonzalez untuk menggagas rencana pertandingan sepak bola persahabatan antara tim nasional (timnas) kedua negara dalam rangka peringatan hubungan diplomatik ke-60 Indonesia-Uruguay pada 2026 mendatang," tulis Dito Ariotedjo sebagaimana dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (20/5).
"Istimewa karena kali ini ditemenin sama Dubesnya Pemuda dan Olahraga Indonesia Mas @dittopercussion."
Dito menjelaskan pertandingan ini rencananya akan digelar dalam rangka memperingati enam dekade hubungan bilateral Indonesia–Uruguay. Pertandingan tersebut juga diharapkan bisa mempererat persahabatan kedua negara melalui ajang olahraga internasional.
Menariknya, wacana ini bukan sekadar simbolis tetapi punya tujuan jangka panjang. Menpora menyebut pertandingan tersebut dapat menjadi titik awal kerja sama yang berkesinambungan di bidang olahraga, termasuk pengembangan atlet muda.
"Soal sepak bola, Indonesia dan Uruguay memiliki sejarah hubungan keolahragaan melalui program pelatihan pesepak bola muda Indonesia," kata Dito. "Program ini pun juga telah menelurkan para pesepak bola yang di antaranya memperkuat Timnas Indonesia pada masanya," sambungnya.
Menurutnya, Uruguay bukan hanya negara sepak bola yang kuat, tetapi juga punya sejarah hubungan olahraga dengan Indonesia. Beberapa tahun lalu, sudah ada program pelatihan pesepak bola muda Indonesia di Uruguay yang hasilnya memperkuat Timnas Indonesia.
"Untuk itu, rencana pertandingan persahabatan ini pun tidak hanya sebagai simbolis 60 tahun yang bersejarah untuk hubungan diplomatik kita, tetapi juga sekaligus penguatan kerjasama olahraga kedua negara," jelasnya.
Dubes Cristina Gonzalez dalam pertemuan itu menyatakan format laga uji coba ini akan disesuaikan oleh PSSI. Bisa jadi laga ini digelar dalam kalender resmi FIFA Matchday agar berdampak pada ranking Timnas Indonesia. Menpora Dito menanggapi niat baik tersebut dengan terbuka dan siap mengarahkan usulan itu ke PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia.
Ia menilai laga uji coba melawan tim sekelas Uruguay akan sangat berarti bagi perkembangan sepak bola nasional.
"Terlebih, Dubes Cristina juga bercerita bahwa Indonesia saat ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Uruguay dalam menjalin kerja sama antarnegara dan menawarkan untuk mengadakan kegiatan keolahragaan di Uruguay," tutur Dito.
Politikus Partai Golkar itu juga menyebut Uruguay melihat Indonesia sebagai salah satu mitra prioritas di kawasan Asia Tenggara. Tak hanya di bidang diplomasi, tetapi juga dalam sektor olahraga dan pertukaran budaya.
Pemerintah Uruguay disebut siap menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga bersama Indonesia di masa mendatang. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah promosi pencak silat sebagai olahraga tradisional khas Indonesia.
Menpora berharap pencak silat dapat mendapat pengakuan lebih luas secara internasional. Bahkan, ia menargetkan pencak silat bisa masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.
"Bismillah, kita akan terima "challenge" penyelenggaraan kegiatan olahraga Indonesia di Uruguay, salah satunya yang utama adalah mempromosikan pencak silat sebagai cabang olahraga asli Indonesia, sehingga bisa dipertandingkan pada Olimpiade 2028 Los Angeles," pungkasnya.
Dito juga menambahkan tantangan dari Uruguay untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga Indonesia di negeri mereka sudah diterima.
Baginya, ini adalah peluang besar untuk mengenalkan keunggulan budaya dan olahraga Indonesia di kancah global.
Pertandingan persahabatan antara Indonesia dan Uruguay nantinya tidak hanya membawa dampak teknis untuk Timnas.
Namun juga punya makna diplomatik yang kuat antara dua negara berbeda benua yang memiliki semangat kerja sama.
Rencana laga ini diharapkan bukan sekadar pertandingan satu kali, tetapi awal dari hubungan strategis baru melalui bidang olahraga. Dito percaya, dari sepak bola bisa lahir banyak kerja sama positif yang lebih luas.
Sebelumnya, Uruguay menyatakan ketertarikan untuk datang ke Indonesia dalam rangkaian kegiatan olahraga dan budaya.
Ini termasuk peluang bagi Timnas Indonesia untuk unjuk gigi dan meningkatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Jika benar terwujud, laga ini tentu akan menjadi momen bersejarah bagi Timnas Indonesia. Apalagi jika digelar pada kalender FIFA Matchday, laga ini akan memberikan efek langsung pada ranking dunia skuad Garuda.
Dito menyebut laga uji coba ini juga menjadi refleksi dari program kerja sama pelatihan pemain muda di masa lalu. Sejumlah pemain jebolan pelatihan Uruguay diketahui pernah memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang.
Rencana ini disambut antusias oleh publik sepak bola dalam negeri, mengingat Uruguay merupakan tim tangguh yang pernah menjuarai Piala Dunia.
Bermain melawan negara sekelas Uruguay akan memberi pengalaman luar biasa bagi para pemain Indonesia.
Langkah ini sekaligus jadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendukung kemajuan sepak bola nasional.
Dito menyebut kerja sama antarnegara bisa menjadi solusi untuk membangun generasi emas sepak bola Indonesia ke depan.
Diharapkan, melalui laga ini Indonesia tak hanya memperoleh lawan uji coba berkualitas. Namun juga membuka pintu lebih lebar untuk program pelatihan, pertukaran pemain, dan kolaborasi jangka panjang antar federasi.
Menpora mengungkap pihak Uruguay sangat terbuka dengan peluang kerja sama lebih lanjut.
Mereka bahkan siap menjadi tuan rumah bagi berbagai kegiatan olahraga Indonesia, termasuk memperkenalkan pencak silat di benua Amerika.
Dengan semangat yang sama, Dito berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara guna mengembangkan sektor olahraga tanah air.
Ia menegaskan olahraga adalah bahasa universal yang mampu menyatukan bangsa. Laga melawan Uruguay ini bukan sekadar mimpi besar, tapi sudah menjadi pembicaraan serius di level diplomatik. Kini tinggal menunggu bagaimana respons PSSI dan realisasi pertandingan ini dalam waktu dekat.
Jika benar terealisasi, maka laga ini akan jadi sorotan dunia dan menjadi batu loncatan penting bagi sepak bola Indonesia. Semua pihak kini berharap rencana ini berjalan mulus dan membawa dampak positif untuk masa depan olahraga nasional. (*)