← Beranda
Wahyudi Hamisi, Gelandang Jangkar PSS Sleman yang Sempat Ingin Jadi Pegawai Bank
Bagus Putra PamungkasSenin, 19 Mei 2025 | 22.23 WIB
Wahyudi Hamisi. (Instagram PSS Sleman)

JawaPos.com - Wahyudi Hamisi nyaris pindah profesi. Itu terjadi pada 2015 lalu. Gelandang PSS Sleman saat itu memilih untuk melanjutkan pendidikan. Dia kuliah di salah satu universitas di Belitung.

"Saya lupa namanya. Tapi yang jelas universitas swasta," kata pemain 27 tahun itu dalam obrolannya di PSS TV. Pemain asli Kotamobagu itu masuk ke Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi. 

Dia tidak asal memilih jurusan. Pemain jebolan akademi Borneo FC itu punya cita-cita yang ingin diwujudkan. "Soalnya saya dulu ingin kerja di bank. Jadi ambil jurusan akuntansi," jelas pemain kelahiran 28 Juli 1997 tersebut. Lantas, kenapa dia kini malah menjadi pemain sepak bola profesional? 

Semua bermula dari tawaran yang datang. Saat masih kuliah, Hamisi diminta pulang kampung. Dia diajak bergabung dengan skuad Pra PON Sulawesi Utara untuk menjalani babak kualifikasi PON XIX/2016. Dia kemudian menerima tawaran itu. Setelah itu, tawaran lain bermunculan. 

Manajemen Borneo FC mengontak Hamisi. Dia diminta masuk dalam tim. Sebab, Pesut Etam saat itu akan mengikuti turnamen Piala Jenderal Sudirman tahun 2015. Dia kemudian tampil dalam turnamen tersebut.

Dari situlah, Hamisi kemudian mendapat kontrak sebagai pemain profesional dari Borneo FC. "Gaji pertama saya sisihkan untuk orang tua. Lalu sisanya saya belikan handphone," ungkap Hamisi. 

Kini, cita-citanya untuk menjadi pegawai bank sudah tertutup. Karena itu, Hamisi kini fokus sebagai pemain sepak bola. Dia memastikan bakal memberikan yang terbaik sebagai pemain profesional.

EDITOR: Ilham Safutra