JawaPos.com — Persebaya Surabaya terancam kehilangan salah satu gelandang terbaiknya musim depan. Mohammed Rashid dikabarkan menjadi buruan utama Bhayangkara Presisi Lampung FC dan klub Liga India, East Bengal FC.
Pemain asal Palestina-Amerika itu tampil impresif bersama Green Force di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dari 31 penampilan, Rashid mencatatkan 6 gol dan kontribusi dominan di lini tengah Persebaya.
Kontribusinya membuat sang pemain disebut-sebut sebagai "dinamo" Persebaya Surabaya musim ini. Tak heran, beberapa klub langsung mengincarnya jelang berakhirnya musim.
Informasi yang beredar menyebutkan, kontrak Mohammed Rashid bersama Persebaya Surabaya akan habis pada akhir Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Dengan status bebas transfer, ia bisa menjadi incaran panas di bursa pemain musim 2025/2026.
Rumor ketertarikan datang dari dalam negeri dan luar negeri. Selain Bhayangkara FC, East Bengal FC dari Liga India juga tertarik mendatangkannya.
Kabar itu mencuat lewat unggahan akun Instagram @bocahbolaid pada Jumat (16/5/2025).
"RUMOURS Mohammed Rashid diminati oleh Klub Liga 1 Indonesia, Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Klub asal Liga India, East Bengal FC!" tulis akun tersebut.
Ketertarikan Bhayangkara FC bukan hal mengejutkan mengingat performa tim yang butuh suntikan tenaga baru. Klub tersebut memang tengah membangun ulang skuad agar bisa bersaing di Liga 1 musim depan.
Menariknya, Bhayangkara FC juga dikabarkan ingin kembali bekerja sama dengan Paul Munster. Pelatih Persebaya Surabaya saat ini itu pernah menukangi The Guardians pada 2021 silam.
Jika keduanya hengkang bersamaan, Bhayangkara berpeluang mendapat dua sosok kunci dari kubu Green Force. Situasi ini jelas membuat Bonek patut waspada akan eksodus pemain penting.
Sementara East Bengal FC merupakan salah satu tim besar di Liga India. Klub ini punya sejarah panjang dengan sederet trofi domestik yang membanggakan.
Meski kini berada di peringkat ke-9 klasemen Liga India 2024/2025, East Bengal tetap menjadi kekuatan yang disegani. Ketertarikan mereka terhadap Rashid menunjukkan ambisi untuk memperkuat lini tengah.
Nilai pasar Mohammed Rashid sendiri cukup tinggi untuk ukuran pemain Liga 1. Berdasarkan data Transfermarkt, gelandang 29 tahun itu dibanderol Rp 6,08 miliar.
Dengan kualitas dan pengalaman internasionalnya, Rashid tentu jadi komoditas panas di bursa transfer. Apalagi dia juga pernah tampil cukup baik bersama Bali United sebelum gabung Persebaya Surabaya.
Saat berseragam Serdadu Tridatu, Rashid mencatatkan 39 laga dengan torehan 4 gol dan 6 assist. Ia juga mengoleksi 10 kartu kuning dalam 2.836 menit bermain, menandakan agresivitasnya sebagai gelandang bertahan.
Sedangkan bersama Persebaya Surabaya, Rashid tampil lebih tajam dengan 6 gol dalam 2.448 menit bermain. Ia juga hanya menerima 4 kartu kuning sepanjang musim ini.
Gaya mainnya yang enerjik, disiplin, dan mampu mengatur ritme permainan membuatnya dicintai publik Gelora Bung Tomo. Namun kini, masa depan Rashid tengah jadi sorotan seiring ketertarikan dua klub tersebut.
Persebaya Surabaya sendiri sudah mengonfirmasi hanya akan mempertahankan sekitar 70 persen skuad saat ini. Artinya, kemungkinan besar ada sejumlah nama yang akan dilepas termasuk Rashid.
View this post on Instagram
Kehilangan Rashid tentu menjadi pukulan bagi Green Force jika tidak segera menyiapkan pengganti sepadan. Apalagi musim depan diprediksi bakal lebih kompetitif dengan banyak tim mulai berbenah.
Pihak manajemen Persebaya Surabaya belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan sang pemain. Namun, bila tak segera diperpanjang, Rashid bisa langsung digaet secara gratis oleh klub peminat.
Kondisi ini bisa menguntungkan bagi Bhayangkara FC dan East Bengal FC yang memang tengah memburu pemain berkualitas dengan efisiensi biaya. Status bebas transfer membuat Rashid jadi salah satu target yang mudah digoda.
Selain kualitas individu, Rashid juga dikenal punya kepribadian kuat sebagai pemimpin di ruang ganti. Karakter itulah yang juga dicari oleh banyak pelatih untuk mengisi posisi krusial di lapangan.
Baca Juga: Liga1: Jadwal Persebaya Surabaya Kontra Bali United Dimajukan, Begini Kata Uston Nawawi
Kini publik sepak bola Indonesia menanti langkah selanjutnya dari pemain kelahiran Ramallah, Palestina itu. Apakah ia akan bertahan di Persebaya Surabaya atau memilih tantangan baru di luar negeri?
Dengan usia yang matang dan pengalaman luas, Rashid punya banyak opsi untuk masa depan kariernya. Apalagi ia juga tercatat sebagai pemegang paspor ganda Palestina dan Amerika Serikat.
Perjalanan kariernya sejak bermain di Liga 1 Indonesia juga cukup cemerlang dan konsisten. Hal ini membuat klub manapun yang berhasil mengamankan jasanya akan mendapat tambahan kekuatan signifikan.
Bonek pun berharap sang dinamo tetap bertahan untuk musim depan. Namun jika harus pergi, Rashid jelas meninggalkan warisan besar di jantung lini tengah Persebaya Surabaya.
Apapun keputusannya nanti, saga transfer Mohammed Rashid dipastikan akan jadi salah satu drama panas di akhir musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Patut dinantikan kemana langkah sang gelandang akan berlabuh musim depan.