JawaPos.com — Rumor masa depan Wiliam Marcilio terus menjadi perbincangan hangat di bursa transfer awal musim Liga 1 Indonesia 2025/2026. Gelandang asal Brasil itu resmi pamit dari Arema FC dan langsung dikaitkan dengan sejumlah klub papan atas Liga 1.
Salah satu klub yang namanya ikut disebut adalah Persebaya Surabaya. Namun, jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya Green Force tak memerlukan jasa Wiliam Marcilio musim depan.
Persebaya Surabaya saat ini sudah memiliki playmaker asing berkualitas, yakni Francisco Rivera. Gelandang serang asal Meksiko itu tampil konsisten dan menjadi kreator utama serangan Persebaya Surabaya sepanjang musim.
Sejauh ini, Francisco Rivera sudah digaransi oleh manajemen Persebaya Surabaya untuk jadi kekuatan di musim depan.
Artinya, lini tengah Persebaya Surabaya untuk posisi gelandang serang sudah aman dan tak perlu perubahan besar.
Wiliam Marcilio memang sempat jadi andalan Arema FC di putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ia mampu mencetak lima gol dan enam assists dari 19 laga yang dijalani.
Namun, performa itu tidak berlanjut di putaran kedua setelah Arema FC berganti pelatih dari Joel Cornelli ke Ze Gomes. Sejak saat itu, Wiliam mulai kehilangan tempat di starting line-up.
Ia bahkan tidak dimainkan selama delapan pertandingan terakhir sebelum akhirnya mengucapkan salam perpisahan kepada klub dan Aremania.
Situasi itu menandakan adanya penurunan performa atau ketidakcocokan strategi dengan pelatih anyar.
Persebaya Surabaya tentu tak ingin ambil risiko mengontrak pemain yang tengah kehilangan jam terbang. Apalagi, Persebaya Surabaya kini sedang fokus membangun skuad yang stabil dan kompetitif secara berkelanjutan.
Rumor kedekatan Wiliam Marcilio dengan klub besar seperti Persib Bandung justru lebih masuk akal. Mengingat, Persib sedang mencari pengganti Tyronne del Pino yang kabarnya bakal hengkang.
Selain itu, klub asal Bandung itu dikenal aktif dalam perburuan pemain asing yang punya rekam jejak bagus di Liga 1.
Sementara itu, Persebaya Surabaya lebih selektif dalam mendatangkan legiun asing, terutama untuk lini tengah yang sudah solid.
Kehadiran Wiliam justru bisa memicu tumpang tindih peran di skuad Persebaya Surabaya. Sebab, posisinya sama dengan Rivera yang masih sangat dibutuhkan oleh pelatih.
Jika dipaksakan, Persebaya Surabaya bisa kehilangan keseimbangan taktik yang selama ini sudah terbangun. Padahal, konsistensi menjadi kunci penting untuk menghadapi ketatnya persaingan musim depan.
Selain itu, dari sisi usia dan gaya bermain, Rivera masih dianggap lebih efektif dalam mengatur tempo permainan. Ia juga lebih menyatu dengan gaya main Persebaya Surabaya yang mengandalkan kecepatan dan kombinasi antar lini.
Sementara Wiliam dikenal sebagai gelandang yang mengandalkan kreativitas individual, namun cenderung inkonsisten saat skema tim berubah. Hal itu sudah terbukti di Arema FC ketika pelatih baru tidak lagi memercayainya.
Persebaya Surabaya pasti tak ingin mengulang kesalahan dalam perekrutan pemain asing yang hanya jadi cadangan mewah. Apalagi, slot pemain asing sangat terbatas dan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Saat ini, Persebaya Surabaya juga tengah membidik sektor lain yang lebih membutuhkan tambahan tenaga baru. Fokus mereka kemungkinan besar tertuju ke lini belakang dan striker asing sebagai prioritas utama.
Dengan mempertahankan Rivera dan menyasar posisi yang lebih krusial, strategi transfer Persebaya Surabaya dinilai lebih tepat sasaran. Mereka tidak tergoda hanya karena nama besar atau statistik singkat di setengah musim.
Rumor lain juga menyebut Wiliam Marcilio akan bergabung ke klub bernuansa biru juga tidak mengarah ke Persebaya Surabaya.
Klub identik dengan warna biru seperti Persib Bandung lebih berpeluang mendapat tanda tangan pemain Brasil tersebut.
Hal itu diperkuat dengan sinyal dari media sosial seperti “Blue to Blue” yang mengisyaratkan kepindahan Wiliam antar klub berwarna biru. Persebaya Surabaya yang dominan hijau jelas bukan kandidat utama dalam skenario itu.
@transfernews_ft1, Rabu, 30 April 2025.
"Blue to Blue", tulis akun tersebut dengan menyematkan foto Wiliam Marcilio.
PSIS Semarang yang juga berwarna biru kini sedang terpuruk dan terkena ban transfer FIFA.
Sedangkan Arema FC sudah ditinggal Wiliam, dan PSIM Yogyakarta juga masih mempertahankan Omid Popalzay sebagai jenderal lapangan tengah.
Dengan kata lain, peluang paling besar memang jatuh kepada Persib Bandung. Apalagi, mereka punya kekosongan di posisi playmaker jika benar Tyronne del Pino hengkang ke klub lain.
Persebaya Surabaya bisa dibilang berada di posisi yang tidak membutuhkan Wiliam sama sekali. Dari komposisi pemain, kebutuhan taktik, hingga efisiensi anggaran, tak ada alasan kuat untuk mendatangkannya.
Mengontrak Wiliam justru berisiko mengganggu keharmonisan tim dan membuang slot asing yang berharga. Untuk itu, keputusan tidak mendekatinya menjadi langkah cerdas dari manajemen Green Force.
Jika Wiliam Marcilio benar gabung Persib, maka duel di lapangan bakal jadi lebih menarik musim depan. Tapi yang pasti, Persebaya Surabaya tak akan menyesal melewatkan sosok gelandang flamboyan asal Brasil tersebut.
Ingin tahu update terbaru seputar bursa transfer Liga 1 lainnya? Pantau terus informasi dari kami agar kamu tidak ketinggalan kabar panas lainnya!