JawaPos.com — Siapa yang tak kenal Rizky Ridho Ramadhani? Bek tengah berbakat ini telah menjadi tulang punggung Timnas Indonesia dalam dua era kepelatihan berbeda.
Lahir di Surabaya pada 21 November 2001, Ridho menunjukkan bakat luar biasa sejak usia muda. Postur tinggi 183 cm dan kedisiplinan tinggi membuatnya berkembang pesat dalam dunia sepak bola.
Kariernya dimulai dari Persebaya Surabaya yang menempa bakatnya hingga ke level tertinggi. Debut profesionalnya di Liga 1 terjadi pada 13 Maret 2020 saat Persebaya Surabaya menghadapi Persipura Jayapura.
Sebagai bek tengah, Ridho memiliki kemampuan bertahan yang solid. Kepemimpinan yang kuat membuatnya menjadi pilar utama Persebaya Surabaya sebelum akhirnya menembus Timnas Indonesia.
Pada Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2019, ia pertama kali mencicipi panggung internasional. Kariernya semakin menanjak saat dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-19 dalam laga melawan Bulgaria U-19 pada September 2020.
Konsistensi permainannya membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia Senior pada Mei 2021. Debutnya melawan Oman menjadi langkah awal menuju status bek masa depan Garuda.
Puncak kariernya datang saat menjadi bek tengah termuda yang tampil di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022. Pada laga melawan Thailand Juni 2021, ia menunjukkan usia bukan penghalang untuk tampil gemilang.
Selama berseragam Persebaya Surabaya, ia tampil dalam 38 pertandingan dan mencetak tiga gol. Performa impresifnya menarik perhatian Persija Jakarta yang merekrutnya pada April 2023.
Di Persija, Ridho menandatangani kontrak hingga 2026 dan langsung dipercaya sebagai kapten tim. Kepindahannya menjadi tantangan besar yang semakin mengasah mental dan kemampuannya.
Adaptasi cepat di Persija menunjukkan kedewasaan permainannya. Ia mampu menghadapi tekanan besar dan tetap tampil solid di lini belakang Macan Kemayoran.
Tak hanya di level klub, performa cemerlangnya berlanjut di Timnas Indonesia. Pada 25 Maret 2023, ia mencetak gol perdananya untuk Garuda dalam laga persahabatan melawan Burundi.
Gaya bermainnya dikenal tenang dan efektif dalam membaca pergerakan lawan. Ia juga unggul dalam duel udara serta memiliki tekel yang presisi dan bersih.
Sebagai bek tengah, Ridho terus menunjukkan peningkatan signifikan setiap musim. Mentalitas profesionalnya membuatnya selalu siap tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
Kini ia telah mencatatkan lebih dari 40 caps untuk Timnas Indonesia. Keberadaannya di lini belakang memberi rasa aman bagi tim asuhan Patrick Kluivert.
Dua era pelatih besar telah mempercayainya sebagai pemain inti Timnas Indonesia. Dari Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert, ia tetap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Garuda.
Konsistensi dan komitmennya menjadikannya salah satu bek terbaik di Indonesia saat ini. Kesuksesannya adalah buah dari kerja keras dan dedikasi yang tak pernah surut.
Sebagai pemain profesional, Ridho selalu menjaga kondisi fisiknya tetap prima. Ia dikenal sebagai pekerja keras yang tak pernah cepat puas dengan pencapaiannya.
Dari tempaan Persebaya Surabaya hingga menjadi andalan dua era pelatih Timnas Indonesia, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda.
Bukti nyata kerja keras dan disiplin bisa mengantarkan pemain Indonesia ke puncak kariernya.
Perjalanan kariernya membuktikan bakat saja tidak cukup tanpa usaha dan mental juara. Ridho adalah contoh nyata impian besar bisa terwujud dengan tekad kuat dan ketekunan.
Dengan performa yang terus meningkat, bukan tidak mungkin ia akan berkarier di luar negeri. Sepak bola Indonesia memiliki aset berharga dalam dirinya yang siap bersinar lebih terang lagi.
Di laga Timnas Indonesia melawan Bahrain pada 25 Maret 2025, Ridho kembali tampil solid di lini belakang. Keberadaannya membantu Garuda meraih kemenangan 1-0 di Stadion Gelora Bung Karno.
Kemenangan ini menjaga asa Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kini, Garuda mengoleksi 9 poin dari 8 pertandingan dengan catatan 2 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan.
Timnas Indonesia saat ini bertengger di peringkat keempat Grup C. Perjalanan masih panjang, tetapi dengan kehadiran Ridho di lini belakang, harapan tetap terjaga.
Sebagai pemain muda, Ridho telah membuktikan dirinya layak menjadi andalan Timnas Indonesia. Dengan mental baja dan skill bertahan yang solid, masa depannya semakin cerah.
Kisahnya adalah bukti kerja keras dan konsistensi bisa membawa seorang pemain ke level tertinggi. Dari Persebaya Surabaya hingga Timnas Indonesia, ia terus menjadi pilar pertahanan yang tak tergantikan.
Dengan usia yang masih muda, ia memiliki banyak waktu untuk berkembang. Jika terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bek terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 masih berlangsung, dan Ridho adalah salah satu pemain kunci dalam perjuangan ini. Sepak bola Indonesia kini memiliki bek tengah yang bisa diandalkan dalam setiap situasi.
Para suporter berharap ia bisa terus menjaga performa terbaiknya. Dengan disiplin dan semangat pantang menyerah, Ridho siap membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh.