← Beranda
Bonek Desak Persebaya Surabaya Tepati Janji Usai Hadapi Dewa United: Paul Munster Akan Dipecat Dalam Waktu Dekat?
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 23 Februari 2025 | 18.17 WIB
Paul Munster. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan usai kekalahan dari Dewa United. Bermain di Stadion Pakansari pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Green Force tumbang dengan skor 2-0.

Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya turun ke peringkat ketiga klasemen sementara. Tim asuhan Paul Munster hanya mengoleksi 41 poin setelah 24 pertandingan.

Hasil buruk ini memicu reaksi keras dari Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya. Mereka menagih janji manajemen yang sebelumnya berjanji menentukan nasib Paul Munster usai laga melawan PSBS Biak dan Dewa United.

Janji tersebut disampaikan setelah Persebaya Surabaya dikalahkan Persis Solo pada matchday ke-22. Saat itu, Persebaya Surabaya kalah 1-2 di Stadion Manahan dan hanya mengantongi satu poin dalam enam laga terakhir.

Dalam enam pertandingan itu, Persebaya Surabaya menderita lima kekalahan beruntun. Mereka kalah dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo.

Satu-satunya poin yang didapat hanyalah hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Performa buruk ini membuat posisi Paul Munster semakin terancam.

Direktur operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, sempat menyatakan keputusan soal Paul Munster akan diambil setelah dua laga berikutnya. PSBS Biak dan Dewa United menjadi penentu nasib sang pelatih.

Persebaya Surabaya akhirnya meraih kemenangan saat menjamu PSBS Biak di Gelora Bung Tomo. Laga tersebut digelar pada 15 Februari 2025 dan Green Force menang dengan skor tipis.

Namun, kekalahan dari Dewa United pada 21 Februari 2025 kembali membuka luka lama. Bonek pun semakin lantang mendesak manajemen untuk mengambil sikap.

Media sosial dibanjiri komentar dari Bonek yang meminta kejelasan soal posisi Paul Munster. Mereka mempertanyakan mengapa hingga kini belum ada keputusan resmi.

“Janji manajemen mana? Katanya nasib Munster ditentukan setelah lawan Dewa,” tulis salah satu Bonek di Twitter.

“Manajemen tidur ya? Kok diam saja setelah kekalahan ini,” tambah komentar lainnya.

“Kalau begini terus, kapan Persebaya bangkit? Pemain bagus tapi pelatih kok begini,” kritik seorang pendukung.

Desakan dari suporter terus menguat seiring menurunnya performa Persebaya Surabaya. Mereka menilai Munster gagal memaksimalkan potensi tim yang bertabur bintang.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya dikenal memiliki lini belakang yang solid dengan duet Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya. Namun, belakangan ini pertahanan mereka justru sering kecolongan sejak datangnya Dime Dimov.

Di lini tengah, Francisco Rivera, Mohammed Rashid, dan Gilson Costa juga belum menunjukkan performa terbaik. Padahal, mereka diharapkan menjadi motor serangan Persebaya Surabaya.

Sementara itu, Bruno Moreira yang dikenal sebagai ‘raja gocek’ pun kesulitan menembus pertahanan lawan. Persebaya Surabaya seakan kehilangan kreativitas dalam membangun serangan.

Situasi ini membuat Bonek semakin frustrasi. Mereka menuntut perubahan demi mengembalikan Persebaya Surabaya ke jalur juara.

Manajemen Persebaya Surabaya hingga kini belum memberikan pernyataan resmi soal masa depan Paul Munster. Namun, tekanan dari suporter terus meningkat.

Dengan tersisa 10 pertandingan, Persebaya Surabaya harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas. Keputusan terkait pelatih menjadi kunci untuk mengakhiri krisis ini.

Apakah manajemen Persebaya Surabaya akan memenuhi janji mereka? Atau Paul Munster tetap dipertahankan meski hasil buruk terus menghantui tim?

Bonek hanya menginginkan satu hal: Persebaya Surabaya kembali menjadi tim yang disegani. Mereka menunggu langkah tegas dari manajemen untuk menyelamatkan musim ini.

Tekanan dari Bonek bukan tanpa alasan. Sebagai pendukung setia, mereka selalu hadir di stadion dan mendukung tim dengan penuh semangat.

Namun, performa buruk di putaran kedua membuat kesabaran mereka habis. Mereka merasa manajemen terlalu lamban dalam mengambil keputusan penting.

Paul Munster awalnya datang dengan ekspektasi tinggi. Rekam jejaknya di beberapa klub sebelumnya cukup impresif.

Sayangnya, hasil yang diperlihatkan bersama Persebaya Surabaya jauh dari harapan. Strategi yang diterapkan kerap dianggap tidak efektif.

Banyak pemain yang dianggap tidak bermain di posisi terbaik mereka. Hal ini berdampak pada minimnya kreativitas dan produktivitas gol.

Bonek hanya berharap manajemen segera mengambil keputusan. Mereka ingin Persebaya Surabaya kembali berjaya di Liga 1 Indonesia.

Paul Munster kini berada di ujung tanduk. Nasibnya sepenuhnya ada di tangan manajemen Persebaya Surabaya.

Apakah keputusan tegas akan segera diambil? Atau manajemen tetap memberi kesempatan meski hasil buruk terus datang?

Semua mata tertuju pada langkah manajemen selanjutnya. Persebaya Surabaya butuh perubahan untuk menyelamatkan musim ini.

EDITOR: Edi Yulianto