JawaPos.com — Persebaya Surabaya pernah menjadi saksi selebrasi unik Taisei Marukawa saat melawan Barito Putera pada 5 Desember 2021. Pemain asal Jepang itu tiba-tiba melakukan tarian di pinggir lapangan bersama rekan-rekannya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya sebelumnya.
Biasanya, Taisei memiliki gaya selebrasi yang lebih simpel dan khas. Ia sering mengacungkan dua jari tangan kanan dan kiri membentuk huruf "M" untuk menunjukkan inisial namanya, Marukawa.
Sesekali, ia juga membentuk huruf "T" sebagai bentuk inisial pertamanya. Namun, malam itu ia memilih bergoyang, meniru gaya selebrasi yang sering dilakukan para pemain Brasil.
Taisei mengungkapkan rekannya, Jose Wilkson, mengirimkan video tarian sebelum pertandingan. Ia menganggap itu menarik dan akhirnya memutuskan untuk menirunya setelah mencetak gol ke gawang Barito Putera.
"Sebelum pertandingan Wilkson mengirimkan video selebrasi dari negaranya. Saya kira itu menarik, jadi saya ikuti saja gerakannya," ungkap Taisei Marukawa kala itu.
Di Brasil, mayoritas pemain memang sering merayakan gol dengan tarian, mulai dari liga lokal hingga pemain sekelas Neymar. Taisei merasa selebrasi tersebut menjadi cara yang seru untuk mengekspresikan kegembiraannya.
Selain itu, selebrasi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan untuk Wilkson. Taisei merasa peran Wilkson sangat besar dalam membantunya mencetak gol, meskipun tak selalu memberikan assist langsung.
Menurutnya, keberadaan Wilkson mampu membagi perhatian pemain bertahan lawan. Dengan begitu, ia mendapat lebih banyak ruang untuk mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan.
"Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya. Saya kesulitan bermain tanpa Wilkson. Dan terbukti, dengan adanya Wilkson pemain bertahan jadi terpecah dan saya punya peluang mencetak gol," jelas Taisei.
"Jadi selebrasi itu kami lakukan bersama-sama sebagai bentuk perayaan bersama dengan Wilkson," tandasnya.
Malam itu menjadi malam yang spesial bagi Taisei karena ia menambah koleksi golnya untuk Persebaya Surabaya. Gol tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak klub hingga pekan ke-15 Liga 1 Indonesia 2021/2022.
Namun, perjalanan Taisei di Persebaya Surabaya tidak bertahan lama. Pada 1 April 2022, ia resmi hijrah ke PSIS Semarang untuk musim 2022/2023, meninggalkan banyak kenangan di Surabaya.
Setelah satu musim bersama PSIS, ia kembali membuat kejutan di bursa transfer. Pada 1 Juli 2024, Taisei bergabung dengan Dewa United untuk menghadapi Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Kini, ia menjadi salah satu pemain kunci bagi Dewa United dengan peran yang lebih besar. Dalam 23 pertandingan yang sudah dijalaninya, ia telah mencatatkan 2 gol dan 4 assist.
Peran Taisei di Dewa United bukan hanya soal mencetak gol. Ia juga menjadi motor serangan dengan 25 umpan kunci yang memanjakan para penyerang timnya.
Kemampuannya dalam membangun serangan juga tercermin dalam statistik umpannya. Dari 651 umpan yang ia lepaskan, 521 di antaranya sukses, dengan akurasi mencapai 81%.
Meski berposisi sebagai gelandang serang, Taisei juga tidak ragu untuk turun membantu pertahanan. Ia mencatatkan 41 tekel dengan tingkat keberhasilan 32 kali, menunjukkan dedikasinya di lapangan.
Kini, Taisei kembali dihadapkan dengan Persebaya Surabaya, tim yang pernah membesarkan namanya. Laga pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Pakansari menjadi momen emosional bagi pemain asal Jepang itu.
Bonek tentu masih mengingat betul bagaimana aksinya kala berseragam hijau-hijau. Namun, kali ini ia datang sebagai lawan yang siap menjebol gawang mantan timnya.
Dengan statistik yang cukup impresif, Persebaya Surabaya harus waspada terhadap ancaman yang bisa ia hadirkan. Kemampuannya dalam merancang serangan dan menciptakan peluang menjadi aset berharga bagi Dewa United.
Taisei telah menunjukkan ia masih menjadi pemain yang berbahaya di Liga 1. Meskipun catatan golnya baru dua, kontribusinya dalam menciptakan peluang bagi timnya tak bisa diremehkan.
Keberadaannya di lini serang Dewa United membuat lini belakang Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra keras. Ia mampu mengatur ritme permainan dengan umpan-umpan terobosannya yang akurat.
Sebagai seorang gelandang serang, Taisei juga cukup aktif dalam duel-duel fisik. Ia tercatat sudah dilanggar 27 kali oleh lawan, membuktikan pergerakannya kerap merepotkan barisan pertahanan.
Laga ini akan menjadi ujian mental bagi Taisei, apakah ia bisa tampil profesional menghadapi mantan timnya. Di satu sisi, ia punya banyak kenangan manis di Persebaya Surabaya, tapi di sisi lain, ia harus membawa Dewa United meraih poin penuh.
Bonek dan Bonita tentu akan menunggu bagaimana responsnya di lapangan nanti. Apakah ia akan memilih untuk merayakan gol jika sukses membobol gawang Persebaya Surabaya?
Pertanyaan itu hanya bisa terjawab pada Jumat (21/2/2025) nanti. Satu hal yang pasti, nostalgia goyang selebrasi Taisei bersama Persebaya Surabaya tetap menjadi bagian tak terlupakan dalam kariernya di Indonesia.
Dengan segala kenangan manis yang ia tinggalkan di Persebaya Surabaya, laga nanti menjadi tantangan tersendiri. Ia tak hanya harus menghadapi mantan timnya, tetapi juga atmosfer suporter yang pernah mendukungnya dengan penuh cinta.
Dewa United tentu berharap Taisei bisa membawa pengalamannya di Persebaya Surabaya untuk tampil lebih tajam. Ia diharapkan bisa memimpin serangan timnya dan menjadi pembeda di pertandingan penting ini.
Bagaimana reaksi para suporter Persebaya Surabaya jika Taisei mencetak gol ke gawang mantan timnya? Apakah mereka akan tetap memberikan apresiasi atau justru kecewa melihat pemain favoritnya kini membela tim lawan?
Taisei tentu sudah menyiapkan mentalnya untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Ia memahami sepak bola profesional menuntutnya untuk tetap fokus pada tujuan utama, yaitu membantu timnya meraih kemenangan.
Terlepas dari itu semua, pertemuannya dengan Persebaya Surabaya menjadi salah satu momen paling menarik di Liga 1 musim ini. Kisahnya yang penuh warna di Persebaya Surabaya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kariernya di Indonesia.
Dengan statistik yang cukup baik di Dewa United, ia siap memberikan segalanya di lapangan. Bonek dan Bonita, serta seluruh penikmat sepak bola Indonesia, tentu tak sabar menantikan aksinya di laga nanti.
Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin bagi Taisei, melainkan juga soal perasaan dan kenangan yang pernah ia lalui. Apakah ia akan kembali menghadirkan magisnya atau justru tenggelam dalam bayang-bayang masa lalunya?
Jawaban atas semua itu akan terungkap saat peluit panjang berbunyi di Stadion Pakansari. Satu yang pasti, nostalgia goyang selebrasi Taisei tetap akan abadi dalam ingatan para suporter Persebaya Surabaya.