← Beranda
Cerita Unik Flavio Cameron Bersama Persebaya U-19 di Australia Barat! Rasakan Sensasi Fasilitas Sports Science Terbesar
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 6 Februari 2025 | 17.23 WIB
Persebaya Surabaya muda mencoba terapi kolam air panas dan dingin yang ada di West Australia Institute of Sports. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Pada tahun ini, Persebaya Surabaya menggelar mini camp dan Tret Tet Tet Bonek ke Australia pada Juli 2025 mendatang. Agenda ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2018 dan 2019, namun kemudian berhenti karena pandemi Covid-19.

”Sebenarnya sejak 2018 Persebaya sudah mengirimkan tim junior ke Western Australia, pada 2019 tim junior Western Australia (@footballwest )melakukan kunjungan balasan ke Surabaya. Namun karena pandemi program itu harus terhenti. Tahun ini, Alhamdulillah bisa melanjutkan kerja sama tersebut, dan kita tingkatkan dengan membawa tim senior juga Bonek ke Perth,” kata Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda.

Menariknya pada 2018, perjalanan panjang dari Indonesia menuju Australia tak menyurutkan semangat para pemain Persebaya U-19. Tanggal 28 Juni 2018 menjadi hari istimewa bagi mereka karena tiba di Perth untuk menjalani pemusatan latihan.

Sambutan pertama yang mereka rasakan adalah udara dingin yang menusuk. Meski matahari berada di atas kepala pada siang hari, suhu tetap bertahan di angka 16 derajat celsius.

"Wah, dingin sekali, seperti berada di kamar ber-AC," ujar Vengko Armedya, striker muda asal Batam kala itu. Tak hanya siang hari, para pemain bahkan membayangkan betapa dinginnya suhu saat malam tiba.

Begitu tiba di Perth, tim Persebaya U-19 tidak langsung menuju hotel. Mereka langsung diarahkan ke Western Australian Institute of Sport (WAIS), salah satu pusat sports science terbesar di Australia.

WAIS merupakan tempat di mana atlet-atlet Australia digembleng sebelum tampil di kancah internasional. Lokasinya dapat ditempuh sekitar satu jam dari bandara dengan kondisi lalu lintas yang lancar.

Menurut Georgie Kent, casual exercise physiologist di WAIS, fasilitas ini berada di bawah naungan pemerintah Australia Barat. Beragam teknologi canggih tersedia untuk meningkatkan performa atlet dan membantu pemulihan cedera.

Di dalam WAIS, terdapat berbagai fasilitas olahraga indoor seperti lompat jauh, lompat indah, gym, dan kolam renang. Sementara itu, olahraga seperti sepak bola, bola basket, hoki, dan baseball memiliki lapangan khusus.

Keunggulan WAIS terletak pada sistem pemantauan canggih yang terpasang di setiap sudut ruangan. Pelatih bisa melihat langsung performa atlet yang sedang berlatih melalui kamera pengawas.

"Fasilitas olahraga yang ada di ruangan ini bisa dipantau dari satu ruangan," ujar Georgie.

Selain itu, WAIS juga memiliki ruang terapi yang didukung oleh peralatan modern. Salah satu yang menarik perhatian para pemain Persebaya U-19 adalah ruang anthropometry dan physiology laboratory.

Georgie menjelaskan ruang physiology laboratory dirancang agar atlet merasakan pengalaman olahraga sesungguhnya. Fasilitas ini membantu mereka menyesuaikan kondisi fisik dengan lingkungan sekitar.

Pemain Persebaya U-19 pun diajak mencoba berbagai fasilitas yang ada. Salah satu terapi yang mereka jalani adalah kombinasi air panas dan air dingin untuk membantu adaptasi suhu.

Sebanyak 20 pemain menikmati pengalaman terapi ini dengan penuh antusias. Mereka berendam selama 30 menit, berpindah dari kolam air panas bersuhu 38 derajat celsius ke kolam air dingin bersuhu 12 derajat celsius.

Agung Prasetyo, pemain bernomor punggung 26, merasakan manfaat besar dari terapi ini. Sebelum berendam, ia merasa sangat kelelahan setelah perjalanan panjang dari Indonesia.

"Capek berkurang dan badan terasa ringan," ujar pemain dari Pusat Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar tersebut. Efek relaksasi langsung terasa begitu tubuhnya bersentuhan dengan air hangat.

Flavio Cameron, pemain bernomor punggung 15, juga merasakan manfaat luar biasa. Ia awalnya mengeluhkan rasa pegal di badan, terutama di kepala, leher, kaki, dan punggung.

Setelah menjalani terapi, ia langsung merasa lebih segar dan bisa tidur nyenyak di bus. "Sebelumnya badan saya terasa berat, tapi setelah terapi, semua rasa pegal hilang," ungkapnya.

Selain terapi, para pemain juga mendapat edukasi mengenai pentingnya recovery dalam dunia olahraga. Mereka belajar pemulihan tubuh sama pentingnya dengan latihan fisik.

Pengalaman di WAIS menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka semakin memahami bagaimana teknologi bisa meningkatkan performa atlet secara maksimal.

Selama sepekan di Perth, para pemain Persebaya U-19 menjalani program latihan yang intensif. Kombinasi antara latihan teknik, fisik, dan recovery membuat mereka semakin siap menghadapi kompetisi.

Flavio Cameron dan rekan-rekannya merasa sangat beruntung bisa merasakan fasilitas kelas dunia ini. Mereka mendapatkan pengalaman tak terlupakan yang akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Sepulang dari Australia, mereka bertekad untuk membawa ilmu yang didapat ke Indonesia. Semangat untuk berkembang semakin membara dalam diri mereka.

Program pemusatan latihan ini membuktikan Persebaya U-19 serius dalam membangun generasi muda yang kompetitif. Dengan fasilitas terbaik dan metode modern, mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Bagi Flavio Cameron, pengalaman di WAIS adalah momentum penting dalam kariernya. Ia merasakan bagaimana sains dan teknologi mampu mengubah cara seorang atlet berkembang.

Kini, sudah 7 tahun berlalu, Persebaya Surabaya hendak mengulang agenda ini dengan mengirim Persebaya Surabaya senior ke Australia bersama Bonek.

Di Australia Barat saat ini tinggal ribuan warga asal Jawa Timur. Mereka di sana bekerja di banyak bidang, pendidikan, pertambangan, kesehatan, maupun perkebunan. Mereka siap menonton di tribun saat Persebaya Surabaya bertanding dalam friendly game di Perth pada Juli nanti.

EDITOR: Banu Adikara