JawaPos.com — Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi dilepas Suwon FC setelah perjalanan singkatnya di K-League 1. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Rabu (1/1/2025), menandai akhir dari karier Arhan bersama tim Korea Selatan tersebut.
Pratama Arhan bergabung dengan Suwon FC pada 16 Januari 2024 dengan kontrak berdurasi satu tahun. Sebelumnya, ia memperkuat Tokyo Verdy di Liga Jepang, namun harapannya untuk berkembang di Korea Selatan tampaknya belum terwujud.
Dalam pernyataan resmi, Suwon FC mengucapkan terima kasih atas dedikasi Arhan selama berseragam mereka. Klub menyebutkan kontribusi pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan, tetap akan dikenang.
“Selamat tinggal pemain Suwon FC Jackson, Arhan, dan Sota yang meninggalkan tim. Klub tidak akan melupakan dedikasi para pemainnya baik di dalam maupun luar lapangan. Terima kasih,” tulis Suwon FC melalui Instagram resmi mereka.
Namun, kontribusi nyata Arhan di lapangan terbilang minim selama berseragam Suwon FC. Menurut data Soccerway, Arhan hanya mencatatkan dua penampilan di Liga Korea musim 2024, dengan total waktu bermain hanya empat menit.
Dalam laga melawan Pohang Steelers pada 6 Oktober 2024, Arhan masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-90. Ia menggantikan Lee Jae-won saat pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Kesempatan kedua datang saat Suwon FC menghadapi Jeju United, di mana Arhan masuk pada menit ke-73 menggantikan Jeong Dong-ho. Namun, momen ini justru menjadi sorotan negatif bagi pemain asal Blora tersebut.
Baru beberapa menit di lapangan, Arhan langsung menghadapi situasi serangan balik dari Jeju United. Dalam upayanya menghentikan Rim Chang Wong, Arhan melakukan pelanggaran keras yang membuatnya menerima kartu merah langsung.
Kartu merah tersebut menjadi catatan buruk dalam perjalanan singkatnya bersama Suwon FC. Sejak saat itu, Arhan tidak lagi diberikan kepercayaan tampil oleh pelatih Suwon FC hingga kontraknya habis.
Total, Arhan hanya bermain selama empat menit di Liga Korea musim 2024. Catatan ini jauh lebih sedikit dibandingkan tambahan waktu kontroversial yang diberikan wasit Ahmed Al-Kaf dalam laga Bahrain melawan Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Wasit asal Oman itu memberikan tambahan waktu yang awalnya diumumkan enam menit. Namun, laga justru berlanjut hingga menit ke-98 lebih 41 detik.
Tambahan waktu itu akhirnya dimanfaatkan oleh Bahrain untuk mencetak gol penyeimbang menjadi 2-2. Gol tersebut terjadi pada menit ke-98, membuat Timnas Indonesia kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata.
Keputusan Ahmed Al-Kaf itu menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk pelatih Timnas Indonesia. Situasi ini bahkan sempat memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air.
Jika dibandingkan, empat menit bermain Arhan bersama Suwon FC terasa ironis dengan tambahan waktu berlebih dalam laga Timnas Indonesia. Waktu tambahan yang diberikan Ahmed Al-Kaf bahkan melebihi total menit bermain Arhan di musim ini.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi terkait langkah karier Pratama Arhan setelah dilepas oleh Suwon FC. Banyak yang menduga ia akan kembali ke Indonesia atau mencoba peruntungan di liga lain di Asia.
Bagi pemain berusia 23 tahun ini, tantangan ke depan adalah membuktikan kualitasnya di lapangan. Kesempatan untuk bangkit masih terbuka lebar, terutama dengan pengalaman bermain di Jepang dan Korea Selatan yang telah ia dapatkan.
Pratama Arhan dikenal sebagai bek kiri potensial yang memiliki lemparan jauh mematikan. Kemampuannya itu sempat menjadi sorotan selama bermain untuk PSIS Semarang dan Timnas Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Namun, kurangnya menit bermain di Suwon FC tentu menjadi evaluasi besar bagi Arhan. Ia perlu menemukan klub yang dapat memberikan kepercayaan lebih untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan kariernya.
Situasi ini juga menjadi pembelajaran penting bagi pemain Indonesia yang ingin berkarier di luar negeri. Adaptasi dengan gaya bermain, budaya sepak bola, dan kompetisi ketat menjadi faktor krusial untuk sukses di luar negeri.
Keputusan Suwon FC melepas Arhan juga memperlihatkan klub K-League tidak segan untuk menilai performa pemain secara objektif. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi pemain Asia Tenggara lainnya yang mencoba peruntungan di Korea Selatan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan singkat Arhan di Suwon FC tentu menimbulkan kekecewaan. Banyak yang berharap ia dapat mencatatkan prestasi lebih baik di K-League, seperti pemain Asia Tenggara lainnya yang sukses di luar negeri.
Kini, perhatian tertuju pada langkah selanjutnya dalam karier Pratama Arhan. Dengan usia yang masih muda, ia memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan dan kembali menunjukkan potensinya di lapangan.
Sebagai pemain yang pernah menjadi bagian penting Timnas Indonesia, Arhan masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci untuk membuktikan ia masih layak bersaing di level tertinggi.
Perjalanan Pratama Arhan di Suwon FC mungkin tidak berjalan sesuai harapan, tetapi itu bukan akhir dari segalanya. Dengan pengalaman di dua liga top Asia, Arhan memiliki bekal untuk melangkah lebih jauh dalam karier sepak bolanya.
Meski hanya bermain empat menit di Suwon FC, potensi besar yang dimiliki Arhan tetap menjadi daya tarik bagi klub-klub lain. Harapan besar ada pada dirinya untuk bangkit dan kembali menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.
Tambahan waktu kontroversial Ahmed Al-Kaf mungkin menjadi ironi dalam perjalanan karier Arhan musim ini. Namun, Arhan masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan dan meraih kesuksesan di masa depan.