JawaPos.com — Performa Francisco Rivera kerap jadi perbincangan hangat di kalangan Bonek musim ini. Meski begitu, gelandang asal Meksiko ini berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain kunci di Persebaya Surabaya.
Dalam 15 pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025, Rivera tak pernah absen membela Green Force. Di balik kritik yang sering menghampirinya, Rivera justru memimpin daftar top assist tim dengan torehan tiga assist.
Catatan ini membuatnya sejajar dengan Malik Risaldi, winger yang hanya tampil dalam 10 pertandingan musim ini. Berkat kontribusi Rivera, Persebaya Surabaya tetap konsisten di jalur juara Liga 1 Indonesia.
Tak hanya Rivera, nama-nama lain seperti Kasim Botan, Slavko Damjanovic, Toni Firmansyah, dan Bruno Moreira juga turut mencatatkan assist. Namun, kontribusi mereka masih kalah mencolok dibandingkan dengan Rivera yang selalu tampil penuh konsistensi.
Kritik terhadap Rivera memang tak lepas dari ekspektasi tinggi Bonek terhadap dirinya. Sebagai pemain terbaik Liga 1 musim lalu bersama Madura United, banyak yang berharap Rivera tampil lebih dominan di lini tengah.
Meski performanya dianggap naik turun, Rivera tetap menjadi motor serangan Persebaya Surabaya. Gelandang berusia 30 tahun ini sering menjadi inisiator serangan yang berbuah peluang matang bagi rekan setimnya.
Malik Risaldi, yang juga mengoleksi tiga assist, menjadi pesaing terdekat Rivera dalam daftar top assist. Sayangnya, cedera yang menimpa Risaldi beberapa waktu lalu membuatnya absen di beberapa laga penting.
Sementara itu, Kasim Botan mencatatkan dua assist dari 14 penampilannya musim ini. Winger lincah ini kerap menjadi opsi serangan di sisi sayap dan membantu Persebaya Surabaya menciptakan peluang berbahaya.
Slavko Damjanovic, yang lebih dikenal sebagai bek tangguh, juga berhasil menyumbang satu assist dari 15 penampilan. Catatan ini menunjukkan kontribusi Slavko tak hanya di lini pertahanan, tetapi juga dalam membantu serangan.
Bruno Moreira, si 'raja gocek' Persebaya Surabaya, juga mencatatkan satu assist dari 14 pertandingan. Dribel tajamnya sering merepotkan lawan, meski jumlah assist-nya masih minim dibandingkan ekspektasi publik.
Toni Firmansyah, pemain muda yang baru tampil lima kali, turut mencatatkan satu assist musim ini. Meski jarang mendapat kesempatan, Toni menunjukkan potensi besar untuk menjadi andalan Persebaya Surabaya di masa depan.
Kini, Persebaya Surabaya tengah bersiap menghadapi laga penting melawan Borneo FC di pekan ke-16 Liga 1. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (20/12) pukul 19.00 WIB.
Persebaya Surabaya saat ini memimpin klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 34 poin dari 15 pertandingan. Green Force berhasil mencatatkan 10 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.
Dari segi produktivitas, Persebaya Surabaya mencetak 20 gol dan kebobolan 10 gol sepanjang musim ini. Solidnya lini belakang Persebaya Surabaya tak lepas dari duet Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya yang tampil konsisten.
Di sisi lain, Borneo FC menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan 26 poin. Pesut Etam meraih tujuh kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam 15 pertandingan.
Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama menghuni papan atas. Selain itu, Borneo FC juga memiliki motivasi tinggi untuk memperkecil jarak dengan Persebaya Surabaya di puncak klasemen.
Sorotan akan tertuju pada Francisco Rivera yang menjadi andalan lini tengah Persebaya Surabaya. Gelandang kreatif ini diharapkan kembali memberikan kontribusi besar, baik melalui assist maupun menciptakan peluang berbahaya.
Persebaya Surabaya memiliki rekor kandang yang cukup baik musim ini, meski tujuh dari 10 gol kebobolan terjadi di Gelora Bung Tomo. Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita akan menjadi motivasi tambahan bagi Green Force.
Sementara itu, Borneo FC datang dengan tekad membawa pulang poin dari Surabaya. Pesut Etam yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman seperti Stefano Lilipaly akan menjadi ancaman serius bagi Persebaya Surabaya.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, menegaskan pentingnya fokus di setiap pertandingan. Ia juga mengapresiasi kontribusi Rivera meski performanya kerap menuai kritik.
“Selangkah demi selangkah, dia (Rivera meski pernah jadi pemain terbaik di Liga 1 musim lalu bersama Madura United) jauh lebih baik dalam masuk ke tim, bagaimana saya ingin bermain,” ujar Paul Munster dalam sesi latihan Persebaya Surabaya.
“Dan dia membuat pengorbanan besar karena, secara teknis, saya membuat perubahan, dan dia perlu lebih banyak berlari,” imbuhnya.
Bagi Rivera, laga melawan Borneo FC menjadi kesempatan emas untuk kembali membuktikan diri. Torehan assist tambahan tentu akan semakin memperkuat posisinya sebagai raja assist Persebaya Surabaya musim ini.
Kiprah Rivera musim ini menunjukkan statistik sering kali lebih berbicara daripada opini. Meski kritik tak berhenti datang, Rivera tetap menjadi salah satu pemain paling produktif di skuad Green Force.
Dengan persaingan ketat di papan atas, setiap poin menjadi sangat berharga bagi Persebaya Surabaya. Rivera dan rekan-rekannya harus bermain maksimal demi menjaga posisi di puncak klasemen.
Pertanyaan besar kini adalah, apakah Rivera kembali mencetak assist melawan Borneo FC? Atau justru nama lain seperti Malik Risaldi dan Bruno Moreira yang mencuri perhatian?
Menarik untuk dinantikan bagaimana jalannya laga seru ini di Stadion Gelora Bung Tomo. Yang jelas, Bonek dan Bonita siap memberikan dukungan penuh untuk Green Force.
Dengan catatan statistik yang impresif, Rivera layak mendapat pengakuan lebih dari para penggemar. Apalagi, perannya sebagai motor serangan Persebaya Surabaya tak tergantikan sejauh ini.
Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan atas Borneo FC akan semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai tim terbaik di Liga 1 musim ini. Sedangkan bagi Rivera, ini adalah kesempatan untuk membungkam kritik dan membuktikan dirinya sebagai gelandang kelas dunia.