← Beranda
Sepak Terjang Persebaya Surabaya dan Arema FC di Bursa Transfer Paruh Musim, Siap Coret Pemain Bintang
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 18 Desember 2024 | 15.51 WIB
Gilson Costa (kiri) dan Pablo Oliveira terancam hengkang dari Persebaya Surabaya dan Arema FC di bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia. (Media Persebaya-Arema)
 

JawaPos.com — Dua rival abadi di Liga 1 Indonesia, Arema FC dan Persebaya Surabaya, tengah bersiap melakukan perubahan besar pada bursa transfer paruh musim. Kedua tim ini berencana merombak skuad demi memenuhi target masing-masing pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Meski berada di posisi berbeda di klasemen, keduanya memiliki strategi serupa untuk melepas pemain yang dianggap kurang berkontribusi. Arema FC saat ini berjuang naik dari papan tengah, sementara Persebaya Surabaya sedang kukuh di puncak klasemen.

Sosok Pablo Oliveira di Arema FC dan Gilson Costa di Persebaya Surabaya menjadi sorotan. Keduanya merupakan gelandang bertahan yang kini berada di ambang pintu keluar klub masing-masing.

Bagi Arema FC, keputusan melepas Pablo Oliveira tak lepas dari tekanan besar Aremania. Pemain asal Brasil itu dianggap menjadi salah satu penyebab menurunnya performa Singo Edan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Blunder fatal Pablo Oliveira menjadi alasan utama kritik dari suporter Arema. Di pekan ke-13 melawan Persebaya Surabaya, Pablo salah melakukan umpan yang berujung penalti di menit akhir.

Blunder lainnya terjadi pada pekan ke-14 melawan Persis Solo, di mana Pablo secara tak sengaja mencetak gol bunuh diri. Akibatnya, Singo Edan gagal meraih kemenangan atas Laskar Sambernyawa.

Aremania pun ramai-ramai mendesak manajemen Arema untuk segera melepas Pablo Oliveira. Hal itu terlihat jelas dari banyaknya komentar di media sosial yang meminta sang pemain angkat kaki dari Malang.

Jika desakan ini ditanggapi serius oleh manajemen Arema, maka Pablo kemungkinan besar akan hengkang pada bursa transfer paruh musim. Apalagi, Arema FC masih memiliki Julian Guevara yang dapat menggantikan posisi gelandang bertahan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga berpotensi melepas Gilson Costa yang merupakan pemain asing berlabel jebolan Benfica. Penampilan Gilson dianggap belum memberikan kontribusi signifikan untuk tim asuhan Paul Munster.

Menurut laporan yang beredar, manajemen Persebaya Surabaya sedang mempertimbangkan langkah untuk melepas Gilson. Pemain asal Portugal ini dinilai kurang efektif meski sudah bermain sebanyak 15 laga untuk  di Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Dari 15 penampilannya, Gilson Costa belum mencatatkan satu pun gol atau assist untuk Persebaya Surabaya. Hal ini membuatnya menjadi sasaran kritik dari suporter Persebaya Surabaya, Bonek.

Tak sedikit Bonek yang menyoroti minimnya kontribusi Gilson Costa, terutama ketika bermain di lini tengah. Mereka menilai pemain dengan nilai pasar Rp 2,61 miliar itu belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan.

Evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen Persebaya Surabaya disinyalir menjadi langkah untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. Paul Munster sebagai pelatih kemungkinan akan mendatangkan amunisi baru untuk memperkuat lini tengah.

Di bursa transfer paruh musim ini, Persebaya Surabaya disebut-sebut sedang mengincar pemain asing yang lebih produktif. Pemain tersebut diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gilson Costa jika jadi dilepas.

Langkah Arema FC untuk merombak skuad juga bertujuan memperbaiki performa tim di putaran kedua. Dengan catatan buruk di awal musim, Singo Edan tidak ingin kehilangan peluang untuk setidaknya finis di papan atas.

Pelatih Arema FC, Joel Cornelli, kemungkinan akan memprioritaskan perekrutan pemain yang bisa memperkuat sektor gelandang. Kehadiran pemain baru diharapkan mampu mengatasi masalah yang ditinggalkan oleh Pablo Oliveira.

Jika kedua tim benar-benar melepas Pablo Oliveira dan Gilson Costa, maka ini akan menjadi cerita menarik di paruh kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025. Rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pun semakin memanas, tidak hanya di lapangan tetapi juga di bursa transfer.

Perubahan besar ini mencerminkan ambisi tinggi dari kedua klub untuk mencapai target masing-masing. Arema FC ingin bangkit dari keterpurukan, sementara Persebaya Surabaya ingin mengamankan gelar juara.

Meski fokus utama berada pada pemain asing, kedua tim juga berpotensi mendatangkan pemain lokal berbakat. Hal ini sesuai dengan kebutuhan taktis pelatih dan tuntutan kompetisi yang semakin ketat.

Kabar terbaru dari akun Instagram @transfernews_ft juga menyebutkan Gilson Costa hampir pasti meninggalkan Persebaya Surabaya. Laporan ini menambah kuat spekulasi manajemen  sedang mencari pengganti yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.

Sementara itu, tekanan besar dari Aremania untuk melepas Pablo Oliveira terus berlanjut. Jika desakan ini tidak dihiraukan, manajemen Arema FC harus siap menghadapi reaksi negatif dari suporter setianya.

Bursa transfer paruh musim memang menjadi momen penting bagi klub-klub Liga 1 untuk memperbaiki kekurangan di putaran pertama. Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi contoh nyata bagaimana rivalitas mereka juga berdampak pada strategi transfer.

Keputusan untuk melepas atau mempertahankan pemain bintang tentunya tidak mudah. Namun, langkah ini harus diambil demi menjaga keseimbangan tim dan meningkatkan performa di sisa musim.

Dengan perubahan komposisi pemain yang dilakukan, persaingan di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dipastikan akan semakin menarik. Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi dua klub yang patut ditunggu kiprahnya di paruh kedua kompetisi.

Semua mata akan tertuju pada langkah-langkah strategis yang diambil oleh manajemen kedua tim. Siapa yang berhasil mengambil keputusan terbaik akan menentukan perjalanan mereka di Liga 1 musim ini.

Sebagai rival abadi, setiap langkah Arema FC dan Persebaya Surabaya selalu menjadi perhatian. Dari lapangan hingga bursa transfer, persaingan mereka seakan tidak pernah berhenti.

EDITOR: Edi Yulianto