JawaPos.com – PSS Sleman akan menjalani laga pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan menjamu tim promosi PSBS Biak di Stadion Manahan Solo, Jumat (22/11) sore. Laga nanti menjadi ujian tersendiri bagi PSS yang bertekad untuk dapat melanjutkan tren positifnya.
Skuad Super Elang Jawa memang dalam gairah yang tinggi usai mencatat kemenangan 2-0 atas tuan rumah Persis Solo pada laga pekan ke-10.
Bagaimana tidak, kemenangan ini membuat PSS untuk pertama kalinya keluar dari zona merah degradasi yang sudah dihuni sejak pekan pertama Liga 1 musim ini.
Memulai kompetisi dengan pengurangan tiga poin dari Komdis PSSI membuat PSS harus berjuang lebih keras. Dan, saat ini, PSS ada di peringkat ke-14 dengan 8 poin hasil dari 3 kali menang, 2 kali imbang dan 5 kali kalah.
Dan, menantang PSBS, tim asuhan pelatih Mazola Junior tentu wajib fokus penuh mengingat sang lawan terbukti ada di peringkat yang lebih baik dibanding PSS saat ini.
PSBS ada di peringkat ke-10 dengan 15 poin hasil dari 10 pertandingan dengan 5 menang dan 5 kalah.
“Persiapan yang kita lakukan bagus. Kita punya waktu tiga minggu. Kita juga sudah jalani tes fisik di jeda kompetisi yang kemudian kita padukan dengan beberapa hal lainnya. Di momen jeda lalu, kita punya 3 hingga 4 pemain yang ada bersama tim medis untuk bisa kembali ke tim saat ini,” kata pelatih PSS, Mazola Junior.
Dia menambahkan, PSS punya persiapan luar biasa untuk 7 laga terakhir di putaran pertama BRI Liga 1 2024/2025.
Ditanya mengenai kekuatan PSBS, Mazola Junior memberikan pandangan dan penilaiannya.
“PSBS adalah tim bagus. Mereka punya sistem permainan yang baik di lapangan. Pertandingan nanti pasti tidak mudah. Tapi, kita sudah siapkan pertandingan ini. Terpenting untuk kita adalah untuk dapat naik lagi di klasemen. Semoga saja tren positif bisa kita pertahankan di laga-laga berikutnya,” ucapnya lagi.
Sementara Pelatih PSBS, Emral Abus, menegaskan bahwa timnya sudah melakukan persiapan maksimal selama jeda kompetisi. Dengan memanfaatkan waktu untuk mematangkan strategi, termasuk mencari pengganti tiga pemain yang absen, yakni Jaime Xavier, Marckho Meraudje, dan Rivaldo Todd Ferre.
“Kami sudah melakukan persiapan dengan baik. Pemain yang tidak bisa tampil memberikan kesempatan bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan, dan mereka sudah siap,” ujarnya.
Sejauh ini dia sudah mempelajari kelemahan PSS yang bisa dimanfaatkan pemain. Meski menurutnya organisasi permainan lawan dalam transisi menyerang dan bertahan cukup bagus. Tetapi, ia optimistis tim mampu mengatasi perlawanan Elang Jawa.
“Kami mencoba memanfaatkan kekurangan mereka, meskipun mereka bagus saat menyerang dan bertahan. Pemain kami sudah siap,” tegas Emral Abus.
Sementara itu, salah satu pemain tim berjuluk Badai Pasifik itu, Fabiano Beltrame, juga menunjukkan optimisme tinggi. Saat ini ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain dalam kondisi siap tempur.
“Pertandingan akan berat dan sulit. Kami harus bekerja keras agar bisa memberikan yang terbaik, karena kami percaya hasilnya juga akan baik,” kata pemain yang juga kapten PSBS.
Meskipun secara pribadi, laga ini mempunyai emosional tersendiri. Sebagai mantan pemain Persis, dia memiliki kenangan manis di stadion tersebut. Dua tahun bersama Persis, menjadinya sebagai bagian dari kesuksesan tim promosi ke Liga 1.
“Senang bisa kembali ke Stadion Manahan Solo setelah dua tahun. Bagi saya, ini tempat yang spesial dan menyimpan banyak kenangan. Bersama PSBS, saya akan berjuang di sini,” imbuh bek asal Brasil itu.