← Beranda
Adu Rekor Kebobolan: Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Ungguli Kiper Jepang Zion Suzuki yang Sering Blunder
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 13 November 2024 | 23.48 WIB
Maarten Paes siap kembali berjibaku bersama Timnas Indonesia saat hadapi Jepang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @maartenpaes)

JawaPos.com — Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia melawan Jepang menjadi momentum penting bagi kedua tim. Pertemuan ini akan menghadirkan duel menarik antara dua kiper, Maarten Paes dari  Timnas Indonesia dan Zion Suzuki dari Jepang.

Laga yang dijadwalkan pada 15 November 2024 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, ini dipastikan akan berlangsung ketat. Jepang, yang dikenal sebagai raksasa Asia, menjadi lawan terberat bagi Timnas Indonesia di grup ini.

Dari segi permainan, Indonesia dan Jepang memiliki kelebihan dan kekurangan yang cukup kontras. Dengan lini belakang yang solid, Indonesia kini menjadi lebih tangguh berkat kehadiran Maarten Paes, kiper andalan yang bermain di klub MLS, FC Dallas.

Maarten Paes memiliki kemampuan membaca permainan yang tajam, serta refleks dan postur tubuh yang mendukung performa gemilangnya. Kehadirannya memberi ketenangan bagi lini pertahanan Skuad Garuda yang kini dipoles Shin Tae-yong.

Sebaliknya, Timnas Jepang justru memiliki kelemahan di posisi kiper, yang ditempati Zion Suzuki. Kiper muda yang kini memperkuat Parma di Serie A ini sering kali membuat blunder yang merugikan timnya di berbagai pertandingan.

Secara pengalaman, Maarten Paes memang lebih unggul dari Zion Suzuki, yang baru tampil di level kompetisi internasional beberapa tahun terakhir. Namun, meski kualitas Suzuki diragukan, harga pasar kiper ini jauh lebih tinggi dibanding Paes.

Diketahui, Maarten Paes yang tampil solid bersama FC Dallas hanya memiliki nilai pasar sebesar Rp26,07 miliar. Sementara itu, Suzuki yang kerap kali melakukan kesalahan justru memiliki harga pasar mencapai Rp121,67 miliar.

Fakta Suzuki dibanderol lebih mahal menjadi perbincangan hangat, terutama karena rekor kebobolan mereka yang kontras. Suzuki tercatat telah kebobolan 88 kali dari 72 penampilannya di level klub, sementara Paes kebobolan 279 kali dari 190 pertandingan.

Angka ini mengindikasikan Paes memiliki lebih banyak pengalaman menghadapi berbagai situasi di lapangan dibanding Suzuki. Meski jumlah kebobolannya lebih besar, Paes telah melewati lebih banyak pertandingan dengan tekanan dan kualitas lawan yang bervariasi.

Duel kali ini jelas akan menguji ketangguhan Maarten Paes dalam menghadapi lini serang Jepang yang dikenal tajam. Jepang memiliki sederet penyerang berkualitas yang siap menerobos pertahanan Indonesia dengan kecepatan dan kreativitas.

Bagi Suzuki, menghadapi Indonesia juga bukan tantangan mudah. Indonesia meski minim striker tajam, memiliki pemain-pemain yang berpotensi memberikan ancaman melalui serangan balik cepat.

Laga ini akan menjadi kesempatan bagi Maarten Paes untuk menambah pengalamannya dan membuktikan jumlah kebobolan tak selalu mencerminkan kelemahan. Paes, yang bermain di liga top seperti MLS, terbiasa dengan tekanan yang tinggi.

Kiper berusia 26 tahun ini menjadi sosok yang sulit ditembus, khususnya di beberapa pertandingan terakhir bersama Timnas Indonesia. Keunggulan pengalaman dan kemampuan individu membuat Paes menjadi kartu truf di lini belakang Garuda.

Di sisi lain, Suzuki harus menunjukkan performa terbaiknya untuk menjawab kritik atas blunder-blunder yang sering ia lakukan. Meski kerap kali tampil kurang konsisten, Suzuki tetap menjadi pilihan utama pelatih Hajime Moriyasu untuk menjaga gawang Samurai Biru.

Kedua kiper memiliki gaya permainan yang berbeda namun sama-sama memainkan peran kunci dalam laga ini. Paes yang unggul dalam kemampuan mengantisipasi bola, sedangkan Suzuki diandalkan karena refleknya yang tajam.

Meski Suzuki masih memiliki banyak kekurangan, ia berpeluang membuktikan dirinya bisa tampil konsisten saat menghadapi Indonesia. Kemenangan atas Indonesia tentu menjadi tujuan utama Jepang agar memperbesar peluang lolos ke putaran berikutnya.

Timnas Indonesia sendiri harus bekerja keras untuk mencetak gol dalam laga ini. Dengan lini serang yang belum begitu produktif, Indonesia perlu memanfaatkan momen jika Suzuki kembali membuat kesalahan.

Paes dan Suzuki akan berada di bawah sorotan dalam pertandingan ini, mengingat kedua tim mengandalkan pertahanan sebagai kunci keberhasilan. Jika Paes berhasil menjaga gawang Indonesia dari kebobolan, ia akan semakin diperhitungkan sebagai kiper terbaik di Asia Tenggara.

Namun, jika Suzuki tampil buruk, harga pasarnya yang tinggi akan semakin dipertanyakan oleh publik. Duel dua kiper beda pengalaman ini menjadi salah satu hal menarik yang dinanti dalam pertemuan Indonesia vs Jepang.

Laga ini bukan hanya soal pertemuan dua tim nasional, namun juga tentang pembuktian dua kiper yang punya rekor kebobolan berbeda. Paes dengan pengalamannya bisa menjadi benteng terakhir bagi Indonesia, sementara Suzuki harus membuktikan ia mampu tampil tenang dan konsisten.

Mampukah Maarten Paes menunjukkan keunggulan di depan publik SUGBK? Atau justru Zion Suzuki yang berhasil menepis semua kritik dengan penampilan impresifnya? Semua akan terjawab di laga penuh gengsi ini.

EDITOR: Edi Yulianto