← Beranda
Curi 1 Poin dari Kandang Persebaya Surabaya, Alta Ballah Nostalgia dan Rindu Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 28 September 2024 | 17.02 WIB
Alta Ballah nostalgia dan rindu atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo pasca hadapi Persebaya Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United setelah ditahan imbang 0-0 di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, pada Jumat (27/9) malam. Pertandingan ini menjadi catatan penting bagi Green Force yang gagal melanjutkan tren kemenangan mereka di Liga 1.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Dewa United tampil solid di lini tengah dan belakang, memaksa Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas serangan mereka di babak kedua. Meski Bruno Moreira dan kolega mencoba segala cara untuk membongkar pertahanan tim tamu, peluang emas tetap sulit didapatkan.

Baru pada menit ke-70, Bruno Moreira mendapatkan peluang emas. Beroperasi di sisi kanan, dia berhasil melewati satu pemain lawan sebelum melesatkan tendangan keras. Namun, bola masih dapat dihalau kiper Dewa United, Sonny Stevens, yang tampil gemilang sepanjang laga.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mencoba menambah daya gedor timnya dengan memasukkan Kasim Botan menggantikan Mikael Tata. Namun, upaya itu tak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.

Menit ke-79, tendangan bebas dari Mohammed Rashid hampir saja membuka keunggulan bagi Persebaya Surabaya. Sayang, bola yang sempat membentur pagar pemain Dewa United hanya mengenai tiang gawang. Kesialan bagi Persebaya Surabaya berlanjut, karena beberapa menit kemudian, tendangan lemah Rivera dari luar kotak penalti juga masih bisa ditangkap oleh Sonny Stevens tanpa kesulitan.

Pada menit ke-89, Ardi Idrus mencoba mengubah situasi dengan melepaskan umpan panjang ke arah Slavko Damjanovic yang berada di dalam kotak penalti. Sayangnya, sekali lagi Sonny Stevens menunjukkan kepiawaiannya dengan memblok bola tersebut. Peluang demi peluang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persebaya Surabaya.

Di masa tambahan waktu, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil mencetak gol lewat Malik Risaldi. Namun, kebahagiaan para pemain dan ribuan suporter Bonek yang memadati stadion langsung pupus ketika wasit Asep Yandis menganulir gol tersebut karena Malik terjebak offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim harus puas dengan skor imbang tanpa gol.

Secara statistik, Persebaya Surabaya mendominasi jalannya pertandingan dengan melepaskan 18 tembakan, 9 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Dewa United hanya mampu melepaskan lima tembakan, dan hanya satu yang mengarah ke gawang. Namun, meski dominan, Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan peluang yang ada.

Tambahan satu poin dari pertandingan ini membuat Persebaya Surabaya tetap memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan 17 poin dari tujuh laga yang telah dimainkan. Mereka unggul tiga poin dari Borneo FC, yang baru bermain enam kali. Meski masih berada di puncak klasemen, hasil imbang ini tentu menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya, yang gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak dengan para pesaingnya.

Di sisi lain, laga ini juga menjadi momen nostalgia bagi Alta Ballah, mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini membela Dewa United. Usai pertandingan, Alta tak bisa menyembunyikan rasa rindunya bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, yang dipenuhi ribuan Bonek.

"Ya senang bisa main di sini, stadion bagus, terus juga tadi banyak pendukung dari tim tuan rumah, suporter, ya nostalgia lah," ujar Alta saat ditemui di Mixed Zone usai pertandingan.

Alta mengakui bahwa meraih satu poin dari kandang Persebaya Surabaya bukanlah hal yang mudah, mengingat kekuatan tim tuan rumah yang bermain di depan pendukung setianya.

"Apalagi main di kandang, di hadapan ribuan Bonek tadi, tapi ya bersyukurlah dapat 1 poin tadi," tambah Alta dengan nada penuh syukur.

Alta Ballah adalah salah satu pemain yang pernah merasakan atmosfer magis Stadion Gelora Bung Tomo saat masih berseragam Persebaya Surabaya. Meski kini telah berseragam Dewa United, Alta mengaku masih merasakan kehangatan dan semangat yang selalu diberikan oleh suporter setia Persebaya Surabaya.

Baginya, Bonek bukan hanya sekadar suporter, melainkan elemen penting dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Namun, bagi Dewa United, hasil ini tentu menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Mampu menahan imbang Persebaya Surabaya di kandangnya merupakan bukti bahwa mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Alta pun bersyukur Dewa United memiliki kiper seperti Sonny Stevens. Dia menjadi pahlawan bagi Dewa United dengan serangkaian penyelamatan gemilangnya sepanjang pertandingan.

Stevens berhasil menjaga gawangnya tetap steril dari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh para penyerang Persebaya Surabaya.

Sementara bagi Paul Munster, pelatih Persebaya, hasil imbang ini mungkin menjadi pelajaran berharga untuk menilai kembali strategi dan komposisi timnya.

Meskipun mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang, Green Force tetap gagal mencetak gol yang diharapkan. Satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta keberuntungan yang tampaknya masih menjauhi mereka.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan terhadap lini serang Persebaya Surabaya yang kesulitan dalam memanfaatkan peluang, meskipun secara taktik mereka mampu mengontrol pertandingan.

Persebaya Surabaya perlu segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, terutama jika mereka ingin tetap berada di jalur juara Liga 1 musim ini.

Selain itu, kembalinya Kasim Botan ke performa terbaiknya juga menjadi harapan bagi Paul Munster. Meski sempat tampil sebagai supersub di beberapa pertandingan sebelumnya, Kasim belum mampu memberikan dampak signifikan di laga kali ini.

Persebaya Surabaya tentu berharap Kasim bisa kembali menunjukkan magisnya di laga-laga berikutnya.

Sebagai tim besar dengan sejarah panjang, Persebaya Surabaya tentu memiliki tuntutan yang tinggi dari para pendukungnya. Para Bonek yang memadati stadion malam itu pastinya berharap lebih dari tim kesayangan mereka.

Namun, sepak bola tidak selalu tentang kemenangan, dan hasil imbang ini tetap memberikan pelajaran berharga bagi Green Force dalam perjalanan mereka mengarungi musim yang panjang.

Dengan demikian, meski gagal meraih kemenangan, Persebaya Surabaya masih memiliki potensi besar untuk terus memperbaiki diri. Laga melawan Dewa United ini akan menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil lebih baik di pertandingan berikutnya dan menjaga posisi mereka di puncak klasemen.

Sementara itu, bagi Alta Ballah dan Dewa United, hasil ini adalah bukti bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia, meski harus bermain di bawah tekanan ribuan suporter lawan.

Hasil imbang tanpa gol ini tidak hanya menyoroti ketangguhan pertahanan Dewa United, tetapi juga menjadi pengingat bagi Persebaya Surabaya bahwa mereka harus segera menemukan cara untuk memecah kebuntuan di lini depan jika ingin tetap bersaing di jalur juara.

Bagi Alta Ballah, momen ini adalah kesempatan untuk mengenang masa-masa indahnya bersama Green Force, meski kini dia harus bertarung melawan mantan timnya di atas lapangan. 

EDITOR: Edi Yulianto