← Beranda
Mental Baja Andre Oktaviansyah yang Tak Peduli Hujatan, Fokus Berlatih untuk Kembali ke Skuad Utama Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 21 September 2024 | 19.45 WIB
Andre Oktaviansyah menunjukkan mental baja untuk fokus berlatih, meskipun harus absen di laga kontra PSBS Biak pada pekan keenam Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)

JawaPos.com — Gelandang muda Persebaya Surabaya, Andre Oktaviansyah, yang akrab dijuluki Cobra sedang menghadapi ujian berat dalam kariernya. Pemain berusia 21 tahun ini harus menepi dari lapangan selama tiga pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Persita Tangerang pada 14 September 2024.

Namun, meskipun dihantam hujatan dan kritik dari berbagai pihak, Cobra menunjukkan mental baja dan memilih untuk fokus berlatih agar kembali ke skuad utama Persebaya Surabaya.

Absennya Andre dari skuad Green Force bukanlah akibat cedera, melainkan hukuman tambahan dari Komisi Disiplin PSSI. Pada laga melawan Persita, wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Andre. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, keputusan wasit berubah menjadi kartu merah karena Andre kedapatan memukul pemain lawan, Badrian Ilham. Kejadian ini membuat Andre harus menepi tidak hanya dalam satu pertandingan, melainkan tiga laga berturut-turut.

Komisi Disiplin PSSI pun mengeluarkan surat keputusan bernomor 015/L1/SK/KD-PSSI/IX/2024 yang memperpanjang hukuman Andre. Dalam surat tersebut, Andre tidak hanya dijatuhi larangan bermain sebanyak dua pertandingan tambahan, tetapi juga dikenai denda sebesar Rp10 juta. Dengan demikian, total Andre absen dalam tiga laga, yaitu satu laga karena kartu merah dan dua laga sebagai sanksi tambahan.

Meski dihantam kritikan, Andre Oktaviansyah tetap fokus pada hal yang lebih penting: berlatih keras untuk memperbaiki dirinya. Alih-alih tenggelam dalam tekanan dan hujatan, Andre memilih untuk membiarkan kritik berlalu dan berkonsentrasi pada peningkatan performanya di lapangan. Mental baja inilah yang membedakan Andre dari pemain lain yang mungkin akan terpengaruh oleh situasi serupa.

Dalam unggahannya di Instagram menjadi bukti tekad kuat Andre. "I don’t care whatever u say, life must going on, keep pushing yourself,” tulisnya di story Instagram, memperlihatkan bahwa dia tidak terlalu peduli dengan omongan orang lain.

Bagi Andre, fokusnya adalah terus mendorong diri untuk menjadi lebih baik dan kembali berkontribusi maksimal bagi tim setelah masa hukuman selesai.

Tak bisa dipungkiri, tekanan yang diterima Andre setelah insiden kartu merah tersebut cukup besar. Sebagai pemain muda, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi, terutama setelah dia mulai menunjukkan perkembangan signifikan di Liga 1 Indonesia musim ini.

Namun, Andre memilih untuk tidak terpengaruh oleh tekanan tersebut dan tetap menjaga fokus pada latihan dan persiapan untuk kembali bermain.

Selama absen, Andre terus mengikuti latihan bersama tim. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah atau terpengaruh oleh kritik. Sebaliknya, Cobra berusaha memanfaatkan waktu ini untuk memoles performanya, baik dalam hal fisik maupun mental.

Tim pelatih Persebaya Surabaya juga memberikan dukungan penuh kepada Andre, dengan harapan bahwa setelah masa hukuman berakhir, dia bisa kembali tampil maksimal di lapangan.

Meski demikian, insiden kartu merah tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi Andre. Pemain berusia muda seperti dirinya perlu memahami bahwa emosi yang tidak terkendali bisa merugikan tim, terutama dalam kompetisi seketat Liga 1.

Sebagai seorang gelandang, tanggung jawab Andre di lini tengah sangat besar. Dia harus bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, serta menjaga keseimbangan tim di lapangan.

Andre Oktaviansyah sendiri telah meminta maaf kepada rekan setimnya dan kepada Badrian Ilham atas insiden tersebut. Dia berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.

Andre juga berjanji kepada pelatih Paul Munster bahwa dia akan terus bekerja keras untuk kembali ke skuad utama dan membantu Persebaya Surabaya mencapai target di Liga 1 Indonesia musim ini.

Di balik hukuman ini, ada pelajaran berharga bagi Andre. Insiden tersebut bisa menjadi titik balik dalam kariernya. Dengan mentalitas yang kuat dan tekad untuk bangkit, Andre bisa membuktikan bahwa dia adalah pemain yang pantas diandalkan oleh Persebaya Surabaya.

Hukuman yang diterimanya bisa menjadi momen introspeksi yang penting bagi Andre, untuk memperbaiki diri dan kembali lebih kuat.

Selama tiga laga absen, Persebaya Surabaya harus mencari cara untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Andre di lini tengah yang biasa menjadi back-up Gilson Costa yang belum pernah bermain penuh 90 menit.

Namun, absennya Andre juga memberikan kesempatan bagi pemain lain untuk unjuk gigi. Tim pelatih Green Force, Paul Munster, harus pintar meracik strategi agar performa tim tidak menurun meski kehilangan salah satu gelandang andalannya.

Statistik Andre Oktaviansyah di Liga 1 Indonesia 2024/2025 juga menunjukkan potensi besar yang dimilikinya. Meskipun baru bermain dalam tiga pertandingan, kontribusinya cukup terlihat. Andre mencatatkan 23 menit bermain per laga, dengan persentase umpan sukses mencapai 74%.

Selain itu, dirinya juga berhasil memenangkan 33% dari total duelnya, serta melakukan beberapa kali intersep dan pemulihan bola yang penting bagi tim.

Dengan statistik tersebut, tidak mengherankan jika Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Andre. Munster yakin bahwa setelah masa hukuman selesai, Andre bisa kembali tampil gemilang dan membantu Persebaya Surabaya dalam perburuan gelar Liga 1 Indonesia musim ini.

Sementara itu, hukuman yang diterima Andre juga bisa menjadi pelajaran bagi pemain lain di Persebaya Surabaya. Disiplin dan pengendalian diri di lapangan adalah hal yang sangat penting. Kompetisi Liga 1 Indonesia yang ketat menuntut setiap pemain untuk bisa menjaga emosi dan bermain dengan kepala dingin, terutama ketika tim sedang berada di situasi yang sulit.

Andre Oktaviansyah adalah salah satu aset masa depan Persebaya Surabaya dan sepak bola Indonesia. Meski usianya masih muda, Andre sudah menunjukkan potensi besar dan mentalitas yang kuat.

Dengan kerja keras dan dedikasi yang terus ditunjukkan, tidak diragukan lagi bahwa Cobra akan kembali ke skuad utama dan membantu Persebaya Surabaya meraih kesuksesan di sisa musim Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Bagi Andre, hukuman ini hanyalah batu loncatan untuk bangkit lebih kuat. Dia telah menunjukkan mental baja yang tidak peduli pada hujatan, dan fokusnya tetap pada satu hal: kembali ke lapangan dengan performa terbaik untuk membawa Persebaya Surabaya menuju kemenangan.

EDITOR: Edi Yulianto