← Beranda
Hasil Laga Dejan FC vs Sriwijaya FC Liga 2 2024/2025, Hujan Kartu Merah dan Kemenangan Tipis di Laga Pembuka
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 8 September 2024 | 02.31 WIB
Aksi pemain Dejan FC menghadapi Sriwijaya FC di laga pembuka Liga 2 Indonesia 2024/2025. (Instagram @dejan_fc)

 

JawaPos.com — Liga 2 Indonesia 2024/2025 resmi dibuka dengan pertandingan sengit antara Dejan FC dan Sriwijaya FC. Laga yang berlangsung di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan pada Sabtu (7/9) sore itu tidak hanya menyuguhkan permainan ketat, tetapi juga drama kartu merah yang membuat tensi pertandingan semakin tinggi.

Dejan FC berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC, tetapi yang menjadi sorotan utama adalah hujan kartu merah yang mewarnai jalannya pertandingan. Laga pembuka ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim, terutama Sriwijaya FC yang datang dengan ambisi besar meraih poin penuh di laga tandang.

Sayangnya, Laskar Wong Kito harus pulang dengan tangan hampa setelah gol cepat dari Wawan Sumadi di babak pertama tak mampu dibalas hingga peluit panjang berbunyi. Dejan FC yang bermain di hadapan pendukung sendiri langsung tampil agresif sejak menit awal.

Mereka bermain terbuka dan memanfaatkan serangan dari kedua sayap, yang terbukti efektif dalam memecah pertahanan lawan. Gol cepat terjadi ketika pertandingan baru memasuki menit ke-11.

Umpan matang dari Boateng berhasil diterima dengan baik oleh Wawan Sumadi yang langsung menyelesaikan peluang tersebut dengan sontekan akurat ke gawang Sriwijaya FC yang dikawal Jandia Eka Putra. Kiper Sriwijaya tidak mampu mengantisipasi sontekan Wawan, membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Dejan FC.

Tertinggal satu gol, Sriwijaya FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, Dejan FC yang tampil disiplin di lini pertahanan mampu meredam setiap upaya dari tim tamu.

Meski memiliki beberapa peluang, Sriwijaya FC belum mampu memecahkan kebuntuan. Permainan semakin keras menjelang akhir babak pertama, yang berujung pada kartu merah pertama di pertandingan ini.

Rahman, pemain belakang Sriwijaya FC, terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat setelah mendapat kartu merah pada menit 45+2. Pelanggaran keras yang dilakukannya dianggap berbahaya oleh wasit, sehingga Sriwijaya FC harus bermain dengan 10 orang tepat sebelum turun minum.

Situasi ini membuat tim tamu semakin kesulitan dalam menciptakan peluang dan mengembangkan permainan. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Dejan FC 1-0.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC yang tertinggal satu gol mencoba tampil lebih ofensif, meski harus bermain dengan satu pemain kurang. Di sisi lain, Dejan FC tidak menurunkan intensitas serangan mereka, meski sudah unggul.

Kedua tim saling jual beli serangan sepanjang babak kedua, namun baik pertahanan Dejan FC maupun Sriwijaya FC sama-sama tampil solid, membuat pertandingan berjalan alot tanpa gol tambahan. Tekanan tinggi dari kedua tim tak mampu membuahkan hasil karena lini belakang masing-masing tim bermain disiplin.

Namun, pertandingan tetap berjalan dengan tensi tinggi yang akhirnya memicu beberapa pelanggaran keras. Pada menit-menit akhir babak kedua, Dejan FC harus kehilangan pemainnya, Mukti, yang mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras.

Situasi ini membuat pertandingan semakin seimbang karena kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain. Meskipun begitu, drama kartu merah belum berhenti.

Pada masa injury time, Sriwijaya FC kembali mendapat pukulan telak ketika Maulana harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah. Pelanggaran yang dilakukan Maulana di menit-menit akhir semakin menyulitkan Sriwijaya FC untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan kondisi kedua tim masing-masing bermain dengan 10 dan 9 pemain, tidak ada lagi gol yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi. Kekalahan 1-0 ini tentu menjadi awal yang pahit bagi Sriwijaya FC di kompetisi Liga 2 musim ini.

Meskipun kapten tim, Manda Cingi, sebelumnya sempat mengungkapkan ambisi Laskar Wong Kito untuk merebut poin penuh di laga perdana, kenyataan di lapangan berkata lain.

Kekalahan ini tidak hanya menyoroti kurangnya efektivitas di lini serang Sriwijaya FC, tetapi juga kedisiplinan pemain yang harus menerima dua kartu merah dalam satu pertandingan. Sebaliknya, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi Dejan FC.

Mereka berhasil memanfaatkan dukungan suporter dan kondisi bermain di kandang sendiri untuk mengamankan tiga poin penting di laga pembuka. Meskipun laga berlangsung keras, tim asuhan pelatih Dejan tersebut mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan, meski harus kehilangan satu pemain di menit-menit akhir.

Dengan kemenangan ini, Dejan FC berhasil membuka kompetisi Liga 2 Indonesia 2024/2025 dengan catatan positif. Namun, mereka juga harus memperbaiki beberapa hal, terutama dalam hal kedisiplinan, karena kehilangan pemain dalam pertandingan ketat seperti ini bisa menjadi bumerang di laga-laga selanjutnya.

Sementara itu, bagi Sriwijaya FC, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Meski Liga 2 masih panjang, kekalahan di laga pembuka tentu bukanlah hasil yang diharapkan. Mereka harus segera berbenah, terutama dalam hal kedisiplinan dan penyelesaian akhir di lini serang.

Jika tidak, ambisi mereka untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, bisa terancam. Liga 2 Indonesia 2024/2025 baru saja dimulai, dan pertandingan Dejan FC vs Sriwijaya FC menjadi bukti bahwa kompetisi ini akan penuh dengan tensi tinggi dan persaingan sengit.

Hujan kartu merah di laga pembuka ini juga mengindikasikan bahwa para pemain harus lebih berhati-hati dalam menjaga emosi mereka di lapangan, karena satu kesalahan bisa berakibat fatal dalam perebutan poin di setiap pertandingan. Dejan FC sukses memanfaatkan peluang di babak pertama dan mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir laga, meski harus kehilangan satu pemain.

Di sisi lain, Sriwijaya FC harus belajar dari kesalahan mereka dan segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen Liga 2 musim ini. Hanya dengan kedisiplinan dan mental kuat, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan di laga-laga berikutnya.

Bagi Dejan FC, kemenangan ini tentu menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan. Tim mereka berhasil membuka musim dengan catatan manis, dan mereka berharap ini akan menjadi awal dari perjalanan sukses di Liga 2 Indonesia 2024/2025.

EDITOR: Estu Suryowati