JawaPos.com — Kejutan besar terjadi dalam laga pembuka Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Timnas Palestina sukses menahan imbang raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan, dengan skor 0-0 di kandang lawan.
Hasil ini menjadi sorotan dunia sepak bola, mengingat Korea Selatan adalah salah satu tim terkuat di Asia, dengan 11 kali tampil di Piala Dunia, sementara Palestina baru pertama kali tampil di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia.
Salah satu tokoh yang berperan dalam hasil impresif ini adalah Mohammed Rashid, bintang Persebaya Surabaya. Meski hanya bermain sebagai pengganti, Mohammed Rashid mampu memberikan kontribusi penting di lapangan dalam menjaga keseimbangan timnya di sisa waktu pertandingan.
Mohammed Rashid, yang masuk pada menit ke-81 menggantikan Oday Kharoub, berhasil menunjukkan performa solid selama sembilan menit di lapangan, cukup untuk membantu Palestina mencuri satu poin penting di kandang lawan.
Palestina datang ke Seoul tanpa banyak harapan, mengingat perbedaan kekuatan yang mencolok antara kedua tim. Korea Selatan, yang berada di ranking 14 FIFA, sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan mudah atas Palestina, yang hanya menempati posisi ke-96 dunia.
Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Palestina tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah, yang dipimpin oleh striker andalannya, Son Heung-min, kapten Tottenham Hotspur.
Korea Selatan menurunkan skuad penuh bintangnya, termasuk pemain Paris Saint-Germain, Lee Kang-in. Namun, pertahanan Palestina yang dipimpin oleh kiper Rami Hamadeh, mampu membendung semua serangan dari para pemain bintang Korea Selatan tersebut.
Beberapa kali Rami Hamada melakukan penyelamatan gemilang, terutama pada menit ke-74 saat menepis tendangan bebas Lee Kang-in yang mengarah ke sudut atas gawang.
Di babak pertama, Palestina sebenarnya hampir mencetak gol terlebih dahulu di menit ke-22. Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Meski begitu, hasil ini tetap menjadi pencapaian luar biasa bagi Palestina, yang kini semakin diperhitungkan di kancah sepak bola Asia. Hasil imbang ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Korea Selatan di laga kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung di kandang sejak 2013.
Mohammed Rashid, gelandang bertahan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025, mendapatkan kesempatan bermain di menit-menit akhir laga ketika pelatih Palestina, Makram Daboub, memutuskan untuk memasukkannya pada menit ke-81. Mohammed Rashid menggantikan Oday Kharoub, yang bermain dengan sangat baik sebagai pengatur permainan di lini tengah.
Meski hanya tampil sembilan menit, Mohammed Rashid mampu memberikan kontribusi penting. Berdasarkan catatan statistik, Mohammed Rashid melakukan 11 sentuhan bola selama di lapangan, dengan akurasi umpan mencapai 67 persen dari sembilan percobaannya. Dia juga mencoba satu tembakan yang sayangnya meleset dari sasaran. Dalam duel darat, Mohammed Rashid berhasil memenangkan satu dari dua kesempatan yang dia hadapi, serta melakukan satu dribel sukses.
Peran Mohammed Rashid dalam menjaga keseimbangan Timnas Palestina sangat krusial, terutama di sisa-sisa waktu pertandingan ketika Korea Selatan semakin gencar melakukan serangan untuk mencari gol kemenangan. Mohammed Rashid mampu beradaptasi dengan cepat di tengah tekanan besar dari tim tuan rumah, serta menjaga agar lini tengah Palestina tetap solid.
Meskipun dia kehilangan penguasaan bola tiga kali, Mohammed Rashid tetap menunjukkan determinasi tinggi dalam bertahan dan membantu Palestina mempertahankan hasil imbang yang sangat berharga ini.
Bagi Palestina, hasil imbang melawan Korea Selatan bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi tantangan global yang mereka hadapi. Tim Palestina harus menjalani laga kandang mereka di luar negeri karena situasi konflik di Gaza. Bahkan, liga lokal Palestina harus dihentikan, dan banyak pemain yang kini tanpa klub, termasuk beberapa yang tampil di laga ini.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Palestina terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berhasil lolos ke babak knockout AFC Cup untuk pertama kalinya di awal tahun ini, dan kini, mereka melangkah lebih jauh dengan mencatat hasil positif di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski berada di grup yang sulit bersama Korea Selatan, Irak, Yordania, Oman, dan Kuwait, Palestina tetap optimistis dapat bersaing untuk merebut salah satu dari dua posisi otomatis menuju putaran final Piala Dunia 2026, atau setidaknya finis sebagai tim peringkat ketiga atau keempat terbaik untuk maju ke babak play-off.
Keberhasilan Mohammed Rashid tampil bersama Timnas Palestina tentu juga menjadi kebanggaan bagi Persebaya Surabaya. Sebagai salah satu pemain kunci Green Force, Mohammed Rashid sudah dikenal dengan kemampuannya sebagai gelandang bertahan yang tangguh dan cerdas.
Kehadirannya di Timnas Palestina menambah pengalaman internasional yang berharga, yang tentunya akan semakin memperkaya kontribusinya saat kembali membela Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Mohammed Rashid yang bergabung dengan Persebaya pada musim 2023/2024, telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang bisa diandalkan di lini tengah.
Di bawah asuhan pelatih Paul Munster, Mohammed Rashid telah cetak 1 gol dan terus menjadi bagian integral dari strategi permainan tim. Pengalamannya bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tentu akan semakin mengasah kemampuannya, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi Persebaya di kompetisi domestik.
Setelah sukses menahan imbang Korea Selatan, tantangan berikutnya bagi Palestina tidak kalah berat. Mereka harus menghadapi Irak, Yordania, Oman, dan Kuwait, yang semuanya merupakan tim-tim kuat di Asia Barat.
Namun, hasil imbang melawan Korea Selatan memberikan kepercayaan diri yang sangat besar bagi para pemain Palestina untuk melanjutkan perjuangan mereka di grup yang sangat kompetitif ini.
Palestina tidak diunggulkan untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, tetapi mereka tetap memiliki peluang untuk lolos melalui jalur play-off jika mampu tampil konsisten dan meraih poin penting di setiap pertandingan.
Semangat juang yang tinggi, seperti yang ditunjukkan dalam laga melawan Korea Selatan, menjadi modal utama bagi Palestina untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penampilan Mohammed Rashid bersama Timnas Palestina dalam laga melawan Korea Selatan tidak hanya menjadi momen penting bagi kariernya, tetapi juga menjadi bukti bahwa Palestina semakin diperhitungkan di sepak bola internasional.
Mohammed Rashid, dengan pengalamannya di Persebaya Surabaya, memberikan kontribusi nyata dalam membantu Palestina meraih hasil imbang yang sangat berharga di Seoul.
Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari masyarakat Palestina, Timnas Palestina berharap dapat terus melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026, meski tantangan yang mereka hadapi tidaklah mudah. Namun, hasil ini memberikan harapan bahwa Palestina bisa terus memberikan kejutan di panggung sepak bola Asia.