JawaPos.com — Tidak banyak pesepak bola asing yang memiliki ikatan emosional yang begitu mendalam dengan klub dan suporter di Indonesia seperti Jacksen F. Tiago.
Namanya menjadi legenda tak hanya karena kualitasnya sebagai striker, tetapi juga karena dedikasinya yang tak tergoyahkan. Kisah perjuangannya bersama Persebaya Surabaya di Liga Indonesia 1996/1997 adalah bukti nyata betapa besar pengorbanan dan kerja keras yang dibutuhkan untuk mencapai puncak kejayaan.
Jacksen F. Tiago, striker andalan asal Brasil, mulai dikenal publik sepak bola Indonesia ketika membela Petrokimia Putra. Pada Liga Indonesia I musim 1994/1995, Jacksen F. Tiago menjadi salah satu pilar yang membawa Petrokimia Putra ke final.
Baca Juga: Pengamanan Paus Fransiskus, TNI-Polri Kerahkan Pasukan Khusus dan Sniper
Meski gagal juara, performa gemilang Jacksen F. Tiago menarik perhatian banyak klub, termasuk Persebaya Surabaya, tim yang kemudian mengubah arah kariernya secara drastis.
Pada 15 Oktober 1996, Jacksen F. Tiago resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. Keputusan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah klub yang bermarkas di Gelora 10 November tersebut.
Jacksen F. Tiago, yang sebelumnya bermain untuk PSM Makassar di Liga Indonesia II 1995/1996, memutuskan pindah ke Surabaya untuk memperkuat Persebaya Surabaya dalam menghadapi Liga Indonesia III musim 1996/1997.
Kedatangan Jacksen F. Tiago di Surabaya disambut antusias oleh para pendukung Green Force. Pemain berusia 28 tahun itu tiba di Bandara Juanda pada pagi hari, pukul 08.00. Dari bandara, ia langsung menuju kantor walikota untuk bertemu manajer Persebaya Surabaya saat itu, Soenarto Soemoprawiro, yang dikenal akrab dengan sapaan Cak Narto.
Sayangnya, Cak Narto tengah berada di Jakarta saat Jacksen F. Tiago tiba. Meski begitu, Jacksen F. Tiago tidak lantas kehilangan semangatnya.
Baca Juga: Waspada, Dampak Kekurangan Vitamin A Dapat Timbulkan 6 Penyakit Ini, Apa Saja?
Perjalanan Jacksen F. Tiago ke Persebaya Surabaya sebenarnya sudah diimpikan sejak lama. Pada sebuah kesempatan, Jacksen F. Tiago mengungkapkan bahwa ia sebenarnya sudah berkeinginan untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya setahun sebelumnya.
“Saya punya motivasi sangat tinggi. Anda tahu sendiri, sebenarnya saya sudah ingin ke Persebaya tahun lalu,” ujar Jacksen F. Tiago dikutip dari koran Jawa Pos edisi 15 Oktober 2015.
Kegigihan dan motivasi besar inilah yang membuatnya akhirnya mewujudkan mimpinya bergabung dengan klub kebanggaan Kota Pahlawan.
Namun, perjalanan karier Jacksen F. Tiago di Persebaya Surabaya tidak selalu berjalan mulus. Meskipun menjadi salah satu pemain asing yang diandalkan, gaji yang diterimanya oleh Jacksen F. Tiago adalah dibayar sebesar USD 5 ribu, yang jika dikonversi ke rupiah pada saat itu hanya sekitar Rp11.500 atau sekitar Rp77.712.250 di era sekarang.
Angka yang mungkin terdengar sangat kecil untuk seorang pemain asing dengan kualitas setara Jacksen F. Tiago di era sekarang. Namun, hal ini tidak membuatnya menyerah atau kehilangan fokus.
Sebaliknya, Jacksen F. Tiago justru semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Persebaya Surabaya. Dengan semangat yang berkobar, ia tampil habis-habisan di setiap pertandingan.
Baca Juga: Waspada, Dampak Kekurangan Vitamin A Dapat Timbulkan 6 Penyakit Ini, Apa Saja?
Keinginan kuatnya untuk membuktikan diri membawa hasil yang gemilang. Di bawah asuhan pelatih Rusdi Bahalwan, Persebaya Surabaya tampil sebagai salah satu tim terkuat di Liga Indonesia III. Jacksen F. Tiago menjadi salah satu aktor kunci dalam perjalanan gemilang tersebut.
Pada musim 1996/1997, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil keluar sebagai juara Liga Indonesia III. Gelar ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi Jacksen F. Tiago sendiri. Keberhasilannya membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi yang selama ini ia tunjukkan.
Perjuangan Jacksen F. Tiago di Persebaya Surabaya tidak hanya diukur dari trofi yang ia raih, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menaklukkan berbagai tantangan yang datang. Salah satunya adalah tantangan adaptasi dengan gaya permainan dan kultur sepak bola Indonesia yang sangat berbeda dengan Brasil.
Namun, Jacksen F. Tiago mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Ia memahami karakter sepak bola Indonesia yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik, serta intensitas permainan yang tinggi. Hal ini membuatnya menjadi sosok yang tak hanya dihormati di lapangan, tetapi juga dicintai oleh suporter Persebaya Surabaya.
Selama memperkuat Persebaya Surabaya, Jacksen F. Tiago tidak hanya menunjukkan kualitas sebagai seorang striker haus gol, tetapi juga kemampuan kepemimpinannya di dalam dan luar lapangan. Ia menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya dan menjadi panutan bagi para pemain muda.
Suporter Persebaya Surabaya, yang dikenal sangat fanatik, juga sangat mencintai sosok Jacksen F. Tiago. Bagi mereka, Jacksen F. Tiago bukan hanya sekadar pemain asing yang datang dan pergi, tetapi ia adalah bagian dari keluarga besar Persebaya Surabaya.
Gelar juara Liga Indonesia III yang diraih Persebaya Surabaya bersama Jacksen F. Tiago menjadi bukti betapa kuatnya ikatan antara pemain ini dengan klub. Meski sempat dibayar dengan gaji yang sangat kecil, Jacksen F. Tiago tidak pernah mengeluh. Ia menunjukkan bahwa bermain sepak bola bukan hanya soal uang, tetapi juga soal passion, komitmen, dan rasa cinta terhadap klub yang dibelanya.
Setelah sukses bersama Persebaya Surabaya, karier Jacksen F. Tiago di Indonesia semakin bersinar. Ia kemudian melanjutkan perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Namun, nama Persebaya Surabaya akan selalu melekat dalam perjalanan hidup Jacksen F. Tiago. Klub ini adalah tempat di mana ia mengukir sejarah, mengangkat trofi, dan menjadi legenda.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Jacksen F. Tiago masih dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya. Kisah perjuangannya yang dimulai dari gaji Rp11.500 hingga meraih gelar juara menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda. Jacksen F. Tiago telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan cinta terhadap permainan, segalanya mungkin untuk diraih.
Bagi suporter Persebaya Surabaya, Jacksen F. Tiago akan selalu menjadi bagian dari sejarah emas klub. Ia adalah simbol perjuangan, kerja keras, dan loyalitas. Kisahnya bersama Persebaya Surabaya tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah mimpi bisa diwujudkan dengan kerja keras dan determinasi yang kuat.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Turunnya Solidaritas Internasional Berdampak pada Perekonomian Negara Berkembang
Perjuangan Jacksen F. Tiago di Persebaya Surabaya akan selalu diingat sebagai salah satu momen paling berharga dalam sejarah klub. Sebuah kisah inspiratif yang akan terus dikenang oleh para pecinta sepak bola, khususnya suporter Green Force.