JawaPos.com — Persiapan Persebaya Surabaya menjelang laga krusial menghadapi Persita Tangerang di lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025 diwarnai fokus utama dua pemain andalan mereka, Arief Catur Pamungkas dan Malik Risaldi.
Kedua pemain ini menjadi sorotan setelah sempat mengalami cedera, dan kini Paul Munster harus membuat keputusan penting terkait keterlibatan mereka di pertandingan selanjutnya.
Munster, pelatih kepala Persebaya Surabaya, membagikan perkembangan terbaru mengenai kondisi kedua pemain tersebut, serta langkah hati-hati yang dia tempuh untuk memastikan kebugaran mereka sepenuhnya sebelum kembali ke lapangan.
Arief Catur Pamungkas, salah satu bek tangguh Persebaya Surabaya, masih belum bisa kembali ke lapangan. Cedera yang dialami Catur merupakan cedera yang sensitif, dan Munster mengakui pihaknya harus bersikap hati-hati. Munster belum bisa memastikan kapan Catur bisa pulih total dan kembali memperkuat tim.
“Ini masih butuh sedikit waktu. Cedera ini sensitif, dan saya tidak bisa memberikan perkiraan pasti kapan dia bisa kembali,” ungkap Munster saat ditanya soal kondisi Catur.
Pelatih asal Irlandia Utara ini menjelaskan tim medis dan staf pelatih akan terus memantau perkembangan Catur setiap minggu. Ada kemungkinan Catur bisa pulih dalam satu minggu, atau mungkin lebih lama hingga tiga minggu ke depan.
Meski belum ada kepastian kapan bek tangguh ini bisa kembali merumput, Munster menyebut bahwa yang terpenting adalah memastikan Catur benar-benar pulih sebelum kembali ke lapangan.
“Saya lihat per minggu. Satu minggu, dua minggu, tiga minggu. Sekarang Malik (Risaldi) sudah kembali. Itu bagus. Yang penting Catur (Pamungkas) sudah kembali dengan baik,” tambah Munster.
Dengan absennya Catur, lini belakang Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas pertahanan mereka. Tantangan bagi Munster adalah mencari alternatif yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Catur, terutama dalam menghadapi laga penting melawan Persita Tangerang yang kemungkinan akan diisi kembali oleh Ardi Idrus.
Sementara itu, perkembangan kondisi Malik Risaldi membawa kabar baik bagi Green Force. Malik, yang sebelumnya absen karena cedera, kini sudah mulai berlatih kembali bersama tim.
Meski demikian, Munster tetap mengambil sikap hati-hati terkait kebugaran sang winger. Meskipun secara mental Malik terlihat kuat, Munster menyadari pentingnya tidak terburu-buru dalam mengembalikannya ke lapangan secara penuh.
“Secara mental, dia kuat, jadi itu bagus buat saya. Tapi, kita harus hati-hati dengan cederanya karena jika dia kembali terlalu cepat dan terjadi sesuatu, ya. Dia akan absen lebih lama. Sama seperti Malik (Risaldi), kita harus sangat hati-hati. Harus berhati-hati dengan Malik karena jika Malik (Risaldi) bermain melawan Barito (Putera),” jelas Munster.
Munster menunjukkan kewaspadaan tinggi dalam mengelola kondisi Malik Risaldi, mengingat pentingnya sang pemain bagi tim. Munster juga mengingatkan bahwa pada pertandingan persahabatan melawan Barito Putera, Malik belum dimainkan secara maksimal untuk menghindari potensi cedera yang lebih parah.
“Dan jika cedera, dia akan absen lebih lama. Jadi saya tidak harus benar-benar pintar, tetapi saya harus pintar dalam cara melihat para pemain dan juga percaya pada departemen medis,” tambah Munster.
Kehadiran Malik dalam latihan tim merupakan sinyal positif, mengingat winger lincah ini merupakan salah satu pemain kunci yang menjadi bagian dari rencana besar Munster sejak awal musim. Munster juga menekankan bahwa Malik adalah pemain pertama yang dia rekrut musim ini, menandakan betapa pentingnya peran sang pemain dalam skuad Green Force.
Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Paul Munster. Sebagai pelatih, dia dituntut untuk cermat dalam mengelola kondisi kebugaran pemain, terutama pemain-pemain yang mengalami cedera. Tidak hanya harus memperhatikan aspek fisik, Munster juga menaruh perhatian besar pada mentalitas pemain seperti Malik Risaldi yang secara mental kuat, namun perlu berhati-hati agar tidak cedera lagi.
Munster menekankan pentingnya kerjasama dengan departemen medis untuk memantau perkembangan para pemain cedera. Dalam situasi seperti ini, Munster percaya bahwa strategi cerdas dalam mengelola waktu kembalinya pemain ke lapangan akan menjadi kunci dalam menjaga performa tim secara keseluruhan.
“Saya baru saja berbicara dengannya sekarang, Jadi sekali lagi, perlahan-lahan bawa dia kembali ke latihan tim. Ini adalah latihan tim pertamanya hari ini. Jadi kami akan memantaunya. Bagus bahwa kami punya waktu untuk Persita (Tangerang). Jadi saya senang dia kembali,” jelas Munster.
“Dia pemain penting, dan dia adalah pemain pertama yang saya rekrut musim ini,” tutup mantan striker Linfield FC tersebut.
Menghadapi Persita Tangerang, Munster harus mempersiapkan tim dengan cermat, terutama mengingat dua pemain kunci, Catur Pamungkas dan Malik Risaldi, yang berada dalam proses pemulihan.
Munster tentunya tidak ingin mengambil risiko yang bisa memperburuk kondisi cedera pemain. Meski begitu, pelatih berusia 41 tahun itu tetap optimistis dan fokus pada strategi untuk meraih kemenangan.
Dengan Catur yang masih diragukan tampil dan Malik yang harus dipantau secara ketat, Munster akan mempertimbangkan berbagai opsi dalam menyusun starting XI.
Peran pemain pengganti akan menjadi sangat penting dalam menjaga keseimbangan tim, terutama di sektor belakang dan sayap, yang merupakan area kekuatan Catur dan Malik.
Namun, Munster juga meyakini bahwa kembalinya Malik ke latihan tim membawa harapan positif. Dia percaya bahwa dengan pendekatan hati-hati, Malik akan segera kembali ke kondisi terbaiknya dan siap memberikan kontribusi signifikan di pertandingan melawan Persita Tangerang.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan Malik kembali secara perlahan, tapi pasti. Saya senang dia sudah bisa berlatih lagi bersama tim, dan ini memberi kami waktu untuk mempersiapkannya dengan baik,” pungkas Munster.
Dengan kondisi tim yang terus membaik, Munster optimistis bahwa Persebaya Surabaya akan mampu tampil maksimal dalam laga melawan Persita Tangerang.
Dukungan dari seluruh elemen tim serta kebijakan tepat dalam manajemen cedera pemain menjadi kunci utama bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia musim ini.