← Beranda
Indonesia Sukses Tahan Panama 1-1, Bima Sakti Sebut Minta Timnya Bermain Seperti Arab Saudi Saat Kalahkan Argentina di Piala Dunia 2022
Ardha Ihsan Asy'AriSelasa, 14 November 2023 | 13.24 WIB
Arkhan Kaka merayakan golnya ke gawang Panama sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
 

JawaPos.com - Timnas Indonesia U-17 menjaga asa untuk lolos ke babak knockout Piala Dunia U-17 usai menahan imbang Panama 1-1 dalam laga kedua Grup A di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (13/11). Panama padahal sempat unggul dulu berkat gol yang dicetak oleh Oldemar Castillo pada menit 45+3. Namun Timnas Indonesia U-17 berhasil membalas lewat gol Arkhan Kaka di menit ke-54.

Pertandingan ini cukup menyulitkan timnas Indonesia U-17 terutama saat tim asuhan Bima Sakti ini kebobolan lebih dulu di injury time babak pertama.
 
Usai laga, Bima Sakti menyampaikan bahwa ia menegaskan kepada anak-anak didiknya untuk terus memberikan perlawanan.
 
Baca Juga: Buntut Skandal Pelecehan Seksual, Tak Ada Grup dari Agensi Johnnys Tampil di Kohaku Uta Gassen
 
 
“Saya sampaikan ke pemain bahwa di awal kami mau menang. Tapi, kalau tidak bisa menang, minimal seri. Jangan sampai kalah. Babak pertama mereka mendapat tekanan yang luar biasa dari pemain Panama sampai mereka bikin gol,” ungkap Bima Sakti seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
 
Pelatih Bima Sakti bahkan membangkitkan mental para pemainnya saat turun minum. Hal itulah yang menjadi salah satu kunci penting timnya akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan.
 
“Di babak kedua, saya bangkitkan pemain di ruang ganti. Mereka sempat down, murung. Saya bilang tidak boleh menyerah atau putus asa. Tim Indonesia bagus. Sekelas Piala Dunia senior, Argentina juga bisa kalah lawan Arab Saudi,” ungkap Bima Sakti.
 
Baca Juga: Kasus Dugaan Pemerasan SYL, Hari Ini Firli Bahuri Dipanggil Polri Lagi
 
Bima juga meminta anak asuhnya melupakan babak pertama demi bisa fokus mencetak gol di babak kedua.
 
“Saya bilang bisa. Tidak ada yang salah di sini. Lupakan babak pertama, sekarang fokus babak kedua. Alhamdulillah pemain bisa lepas menciptakan beberapa peluang di babak kedua dan akhirnya mencetak gol,” imbuhnya.
 
Secara terpisah, pelatih Panama Mike Stump, merasa antusias meski gagal menang. Ia bahkan mengibaratkan laga ini layaknya neraka.
 
Baca Juga: Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Malang Antusias Ikuti Workshop Aniwayang Desa Timun
 
“Ini pertandingan yang sulit. Rasanya seperti neraka (panas) saat berlari. Pemain ingin menang karena pertandingan ini penting buat kami. Kami akan menghadapi Ekuador dengan lebih percaya diri. Tapi, kami harus mengakui tim Indonesia bermain bagus,” ujarnya.
 
Dengan hasil ini, Indonesia mengoleksi dua poin dan duduk di peringkat ketiga grup A. Sedangkan Panama baru mengoleksi satu poin dan menempati posisi juru kunci. 
 
Baca Juga: Menhub Launching Kota Tidore Kepulauan Jadi Tuan Rumah Hari Nusantara 2023
 
Di laga terakhir Grup A, Indonesia menjalani laga berat saat menghadapi Maroko pada Kamis (16/11) pukul 19.00 di Stadion GBT. 
 
Sementara itu, di waktu yang sama Panama akan menghadapi Ekuador di Stadion Manahan, Surakarta (16/11) pukul 19.00 WIB. Kedua tim ini juga masih berebut tiket lolos ke babak 16 besar. 
EDITOR: Banu Adikara