← Beranda
Herman Dzumafo: Kalau Otak Tak Mengimbangi Kecepatan, ya Percuma
Mohammad IlhamRabu, 26 Februari 2020 | 03.29 WIB
Photo
JawaPos.com – Usia Herman Dzumafo memang sudah 40 tahun. Bukan usia ideal bagi pemain sepak bola. Apalagi penyerang. Namun, striker Bhayangkara FC itu yakin masih bisa bersaing dengan striker-striker yang jauh lebih muda.

"Ya memang usia saya sudah tidak muda lagi, tapi sepak bola itu bukan hanya mementingkan kecepatan, kegesitan pemain, bukan hanya itu," ujar Dzumafo di Jakarta (25/2).

Photo
Photo
Bhayangkara FC

Pemain naturalisasi asal Kamerun itu mengakui bahwa skuad Bhayangkara FC kini diisi para pemain muda yang memiliki kualitas di atas rata-rata serta banyak pemain berlabel timnas.

Di lini depan, dia akan bersaing dengan nama-nama semacam Ezechiel N'Douassel, Dendy Sulistyawan, Andik Vermansah, Ahmad Nur Hardianto, dan Serdy Ephyfano.

Meski dirasa sulit, bagi Dzumafo kehadiran para pemain muda itu justru akan memberikan tantangan tersendiri baginya untuk memacu bekerja lebih keras lagi demi mendapatkan kepercayaan pelatih.

"Persiapan saya sendiri untuk bersaing dengan pemain lain yang lebih muda, ya saya harus bekerja lebih keras lagi untuk menjaga performa yang sudah lama saya tunjukkan, dan saya yakin bisa bersaing dengan pemain yang lebih muda," ujar dia.

Baginya, usia bukanlah masalah. Sebab, dalam sepak bola bukan kecepatan dan kekuatan yang menjadi andalan, tapi kecerdasan merupakan hal yang vital.

"Memang sepak bola zaman sekarang itu ya mengandalkan kecepatan, tapi kalau otak tidak bisa mengimbangi kecepatan, ya percuma juga," kata dia
EDITOR: Mohammad Ilham