’’Secara lisan, Zaenuri telah sepakat bertahan. Tapi, memang baru sebatas lisan. Sebab, dia kemarin masih liburan,’’ kata CEO Persela Yuhronur Efendi.
Kesepakatan itu sama dengan kesepakatan yang dicapai manajemen Persela dengan Eky Taufik, Dwi Kuswanto, dan Lucky Wahyu. Mereka memang sudah dihubungi manajemen Persela dan ditegaskan tetap dipertahankan. Komunikasi pun tidak sebatas itu, tetapi juga menyangkut negosiasi tentang perpanjangan kontrak. Manajemen Persela telah mencapai kata sepakat dengan empat pemain tersebut.
’’Tinggal bertemu untuk penandatanganan kontrak,’’ ujar Yuhronur.
Bahkan, pria yang juga menjabat Sekda Lamongan itu menyatakan bahwa bukan hanya Zaenuri dan tiga pemain tersebut yang sudah bersepakat untuk bertahan. Izmy Yaman Hatuwe yang musim lalu dipinjam dari PS Tira Persikabo juga dipertahankan. Gelandang 23 tahun itu juga sudah menyatakan siap kembali berkostum Persela.
’’Kalau Izmy ini, kami tinggal menunggu surat izin dari kesatuannya,’’ terang salah seorang pengurus Persela, Edy Yunan Ahmadi. Izmy memang berstatus anggota TNI. Karena itu, untuk mengajaknya bergabung lagi dengan Persela, diperlukan surat izin dari kesatuan tempatnya berdinas.
Dengan tetap berlanjutnya kerja sama dengan lima pemain tersebut, skuad Persela sudah berisi 17 pemain. Sebelumnya, Persela mengamankan tanda tangan Rafael ’’Rafinha’’ Gomes de Oliveira dan sebelas pemain muda. Kini manajemen tim asal Kota Soto itu pun membidik pemain lainnya untuk menambah kekuatan Persela.
Manajemen Persela juga kepincut untuk kembali memulangkan Dendy Sulistyawan. Dendy yang kini berseragam Bhayangkara FC merupakan putra daerah Lamongan. ’’Musim 2019 sebenarnya kami ingin membawanya bermain dengan Persela. Tapi, kami tidak memperoleh surat izin dari kesatuannya,’’ ungkap Yuhronur.
Musim ini manajemen Persela berusaha lagi mengajukan izin ke kepolisian untuk menggunakan jasa Dendy. ’’Mudah-mudahan Dendy mau kembali bergabung dan mudah-mudahan kami juga bisa mendapatkan izin dari kesatuannya,’’ tuturnya.