Menurut dia, tidak mudah menentukan pilihan dalam waktu dekat. ”Pilihan berat ya. Kalau ke Makassar kan ada keluarga saya,” tambah pemain terbaik Liga 2 2017 tersebut. Faktor keluarga itulah yang membuat Irfan gamang. Dia jelas ingin lebih dekat dengan istri dan dua anaknya yang kini tinggal di Makassar. Di sisi lain, Irfan juga merasa berat meninggalkan Persebaya. ”Saya masih menunggu tawaran dari Persebaya. Saat ini tinggal tunggu siapa yang lebih serius. Saya masih pikir mana yang terbaik,” tegas Irfan.
Manajemen PSM memang berharap Irfan pulang kampung. CEO PSM Munafri Arifuddin ingin mendatangkan pemain yang merupakan putra daerah. Apalagi, PSM butuh banyak pemain. Sebab, Juku Eja –julukan PSM– akan berlaga di AFC Cup 2020. ”Tapi, kami harus diskusi dengan pelatih. Makanya, kami pastikan dulu pelatihnya, baru menyusun komposisi skuad,” kata pria yang akrab disapa Appi itu.
Irfan diyakini bisa bersaing di skuad PSM. Apalagi, statistiknya musim ini bersama Green Force cukup oke. Irfan sudah bermain dalam 27 laga bersama Persebaya dengan torehan 8 gol. Jumlah gol itu hanya kalah oleh top scorer klub David da Silva yang mengemas 14 gol.
Sejatinya, bukan hanya musim ini Irfan santer dikabarkan akan hengkang ke PSM. Musim lalu dia juga sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Juku Eja. Namun, Irfan akhirnya memilih bertahan bersama Persebaya.