JawaPos.com - Sponsor menjadi napas dalam kehidupan klub profesional. Meski dalam kondisi yang kondusif, seiring kisruh di tubuh PSSI dan sejumlah kasus pengaturan skor, Arema FC tetap berusaha mendapatkan sponsor baru.
Gonjang-ganjing yang terjadi di tubuh PSSI membuat banyak perusahaan pikir-pikir untuk mensponsori klub-klub Indonesia. General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyebut, ada calon sponsor yang memutuskan untuk menunda dulu sampai situasi lebih kondusif.
”Jadi, kami berharap semuanya segera selesai dan membaik,” kata Ruddy. Meski sulit, manajemen Arema FC masih optimistis bisa mendapatkan sponsor-sponsor baru untuk mengarungi Liga 1 2019.
Manajer Bisnis Arema FC M Yusrinal menambahkan, untuk sementara ini klubnya baru mengamankan sponsor yang membantu tim pada kompetisi 2018 lalu. ”Ya, yang kemarin menempel di jersey (Liga 1 2018) masih tetap, hanya penyesuaian saja,” kata dia.
Seperti salah satu brand, yang semula menjadi sponsor utama dan ada di bagian depan jersey, di kompetisi tahun ini akan bergeser ke punggung. ”Ada perubahan, namun tidak banyak. Karena mereka (sponsor) memperpanjang (kontrak),” ungkap manajer yang akrab disapa Inal itu.
Sebelumnya, brand jersey sudah berganti. Dari Specs, kini menjadi Munich X. Meski tidak mudah menggaet sponsor, beberapa brand kini juga sudah mulai mendekat. ”Ada sponsorhip lagi, kami akan deal-kan satu atau dua lagi nanti,” kata dia.
Di antaranya adalah minuman berenergi dan Hotel Horison yang mulai ada titik terang. ”Ya, itu masih kami pastikan. Saya akan ke Jakarta untuk approach lagi,” ungkapnya.
Arema FC kini juga menjajaki satu brand lagi yang diincar sebagai salah satu sponsor utama. Dari informasi, brand tersebut adalah Transmart. ”Transmart, itu isu pertama. Yang pasti, nanti ada. Ditunggu saja,” kata Inal sambil tertawa.