JawaPos.com - Sejak musim kompetisi Liga 1 2018 dimulai, suporter tim Persib Bandung sering menampilkan koreografi 3 dimensi. Bahkan tak hanya saat Persib bermain di kandang, kandang Persebaya menjadi debut bagi koreo 3D hasil kreativitas Bobotoh ini.
Koreo 3D yang dipersembahkan Bobotoh sangat unik dan kreatif. Pada awalnya, koreografi yang diciptakan tim Division Creative 93 ini tidak sembarang dipertontonkan di stadion. Para pendukung atau penonton hanya bisa melihat saat Persib melakoni laga penting.
"Kalau koreografi mungkin tidak wajib selalu ditampilkan. Paling kalau ada big match saja atau ada momen tertentu juga," kata Koordinator Division Creative 93, Bobby Jaelani, saat dihubungi JawaPos.com.
Seperti pertandingan saat melawan Persebaya Surabaya pekan lalu. Bobotoh dan Bonek bersinergi membuat sebuah karya yang sangat istimewa dan bermakna. Karena dalam koreografi tersebut tidak sebatas mempertontonkan aksi dukungan, melainkan sebuah persaudaraan yang erat antara Bobotoh dan Bonek.
Rupanya kesuksesan mamasang koreo 3D di Surabaya menjadi inspirasi untuk melakukan hal yang sama di laga berikutnya. Rencananya, sebuah koreo dengan tema khusus terkait juara paruh musim bakal ditampilkan Bobotoh di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7) malam nanti saat Persib bertemu PS Tira.
Pembuatan koreo 3D untuk dipasang di Bantul tak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Baik dari Viking Jogjakarta maupun sahabat sesama suporter dari tim PSIM Jogjakarta.
"Respons suporter di sini sangat baik, sangat baik pisan, sangat support. Dari masalah pendanaan, fasilitas, orang-orang yang bantu, ya terima kasih pisan buat Viking Jogjakarta. Begitupun dengan suporter di sini, dan tuan rumah PSIM sangat mendukung. Baik dari panpel, pengelola stadion, alhamdulillah lancar pisan," ungkap Bon di laman VPC.
Selain koreografi, Bobotoh pun kerap melakukan Viking Clap sebagai penghormatan kepada para pemain. Bahkan, Viking Clap merupakan salah satu ritual yang wajib ada setiap Maung Bandung bertanding.
"Viking Clap memang sudah jadi ritual wajib sebagai bentuk penghormatan kepada pemain dan semua elemen Bobotoh," pungkasnya.