← Beranda
Kontra Persela Jadi Kesempatan Terakhir Pouya Hossaini
Irawan Dwi IsmunantoJumat, 10 Februari 2017 | 02.28 WIB
Pouya Hossaini dituntut tampil maksimal saat melawan Persela.

JawaPos.com - Duel melawan Persela di laga penyisihan Piala Presiden, Minggu (12/2), bakal menjadi kesempatan terakhir bagi striker asal Iran, Pouya Hossaini. Jika bermain buruk, Pouya akan langsung dipulangkan.


Pelatih PSM, Robert Alberts mengatakan, penampilan Pouya saat melawan Persib jauh dari kata memuaskan. Karena itu, selama latihan ini performa striker yang sebelumnya tampil di kasta ketiga Liga Thailand itu dapat ditingkatkan.


Laga pertama yang dilakoninya, kata dia, membuat pihaknya tidak senang. "Saya beri satu kesempatan lagi untuknya," kata pelatih asal Belanda itu usai memimpin latihan di Lapangan BP2IP Barombong, Rabu, 8 Februari.


Pouya saat ini memang masih berstatus pemain seleksi di PSM. Pemain asal Iran itu rencananya akan kembali bermain pada laga kedua melawan Persela, Minggu (12/2).


"Kalau dia (Pouya) tidak bisa bermain bagus, berarti dia bukan orang yang tepat," tuturnya. Saat PSM menantang Persib, Pouya memang tampil canggung. Tidak ada ancaman berarti yang lahir dari eks penggawa Liga Thailand itu.


Pentolan kelompok suporter The Maczman, Andi Syam Paswah menilai kualitas Pouya tidak sebanding dengan striker asing PSM sebelumnya, Luiz Ricardo. "Dia sering salah dalam pengambilan posisi," jelasnya.


Dalam pertandingan Pouya juga seringkali meninggalkan posnya sebagai striker tunggal. Akan tetapi, hal itu patut dimaklumi karena kurang sokongan bola kepadanya.


Untuk sementara, manajemen telah ancang-ancang mendatangkan pemain asing Asia lainnya. Akan tetapi, untuk nama negara asalnya belum ingin dibocorkan. "Untuk asing Asia masih ada," singkat Munafri Arifuddin, CEO PSM. (yat/ira/JPG)

EDITOR: Irawan Dwi Ismunanto