← Beranda
Dihalalkan Aturan Kompetisi! 6 Pergantian Pemain Persib Bandung Saat Lawan Persebaya Surabaya di GBT
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 3 Maret 2026 | 19.42 WIB
Pemain Persib Bandung san berduel kontra pemain Persebaya Surabaya di pekan ke-24 Super League 2025/2026. (Persib)

JawaPos.com — Persib Bandung membuat publik bertanya-tanya saat melakukan enam pergantian pemain ketika menghadapi Persebaya Surabaya. Situasi itu terjadi dalam laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 yang berakhir imbang 2-2, Senin (2/3/2026).

Dalam regulasi normal, setiap tim maksimal melakukan lima pergantian pemain dalam tiga kesempatan. Namun, ada klausul khusus yang membuat Persib Bandung mendapat tambahan satu pergantian pemain.

Laga antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung memang berjalan keras dan penuh tensi. Intensitas tinggi membuat kedua tim harus melakukan sejumlah rotasi demi menjaga stamina dan ritme permainan.

Seusai jeda turun minum, Persib langsung melakukan tiga pergantian sekaligus.

Ramon Tanque ditarik keluar untuk memberi tempat kepada Andrew Jung, Frans Putros digantikan Adam Alis, serta Saddil Ramdani digeser demi masuknya Beckham Putra Nugraha.

Langkah itu menjadi sinyal jika pelatih Persib ingin mengubah tempo permainan. Bojan Hodak tampak tak ingin kehilangan momentum setelah laga berlangsung ketat di babak pertama.

Pergantian keempat dilakukan ketika Berguinho masuk menggantikan Marc Klok. Skema permainan pun kembali disesuaikan demi menjaga keseimbangan lini tengah.

Memasuki menit ke-86, Thom Haye masuk untuk menggantikan Luciano Guaychochea. Dua menit berselang, Sergio Castel menjadi pemain pengganti keenam setelah mengisi posisi yang ditinggalkan Uilliam Barros.

Keputusan menghadirkan enam pemain pengganti sempat memunculkan tanda tanya. Publik bertanya, apakah hal itu melanggar regulasi kompetisi atau justru sah sesuai aturan.

Jika mengacu pada Regulasi Super League musim ini, setiap kesebelasan memang maksimal mengganti lima pemain dalam tiga kesempatan. Akan tetapi, terdapat pengecualian yang merujuk pada Laws of the Game 2025/2026.

Momen krusial terjadi ketika bek Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas, mengalami cedera kepala usai berbenturan dengan Federico Barba. Insiden itu membuat Arief Catur harus digantikan oleh Koko Ari Araya pada menit ke-66.

Pergantian tersebut menjadi pergantian keempat Persebaya Surabaya. Cedera kepala itu kemudian masuk dalam kategori yang diatur secara khusus dalam regulasi internasional.

Mengacu pada Laws of the Game 2025/2026 yang dikeluarkan International Football Association Board (IFAB), terdapat Protokol Permanen Tambahan mengenai Pergantian Pemain yang Gegar Otak.

Aturan ini memberikan ruang tambahan bagi tim ketika terjadi cedera kepala serius.

Dalam dokumen resmi tersebut tertulis, "Penggantian pemain yang gegar otak permanen tambahan terjadi ketika pemain yang memiliki gegar otak yang sebenarnya atau dicurigai diganti dan tidak mengambil bagian lebih lanjut dalam pertandingan. Penggantian ini tidak dihitung sebagai salah satu pergantian pemain yang diizinkan 'normal' (atau peluang pergantian pemain, jika berlaku)."

Artinya, pergantian karena gegar otak tidak masuk hitungan lima pergantian normal. Regulasi ini diterapkan demi melindungi keselamatan pemain di lapangan.

Situasi makin menarik karena aturan itu juga memberi hak kepada tim lawan.

Dalam LOTG juga dijelaskan, "Ketika 'pengganti gegar otak' digunakan, tim lawan kemudian memiliki opsi untuk menggunakan 'pengganti tambahan' untuk alasan apa pun."

Dengan kata lain, meski pemain Persebaya Surabaya yang mengalami cedera kepala, Persib Bandung tetap berhak mendapatkan tambahan satu slot pergantian.

Hak tersebut bersifat opsional dan bisa digunakan untuk alasan taktis.

Regulasi Super League musim ini mempertegas ketentuan tersebut melalui Pasal 47 tentang Pergantian Pemain.

Dalam pasal itu disebutkan, "Merujuk kepada LOTG, pergantian Pemain tambahan di luar kuota pergantian pemain yang telah digunakan dapat dilakukan apabila terjadi cedera pada kepala."

Klausul itu menjadi dasar sah bagi Persib Bandung untuk melakukan pergantian keenam. Tak ada pelanggaran regulasi karena semua sesuai koridor aturan yang berlaku.

Menariknya, Persebaya Surabaya justru tidak memanfaatkan kesempatan pergantian tambahan tersebut. Tim Green Force tetap menggunakan lima pergantian pemain seperti kuota normal.

Pergantian Persebaya Surabaya meliputi Gustavo Fernandes menggantikan Milos Raickovic pada menit ke-46. Toni Firmansyah masuk menggantikan Sadida Putra dan Mikael Tata menggantikan Riyan Ardiansyah pada menit ke-54.

Selanjutnya, Koko Ari Araya menggantikan Arief Catur pada menit ke-66. Pedro Matos menjadi pergantian kelima setelah masuk menggantikan Gali Freitas pada menit ke-74.

Keputusan Persebaya Surabaya tidak memakai slot tambahan menjadi pilihan teknis pelatih. Sementara Persib Bandung memaksimalkan celah regulasi untuk menambah energi baru di menit-menit akhir.

Laga ini bukan hanya menyajikan drama skor 2-2, tetapi juga membuka pemahaman publik tentang aturan pergantian pemain di era modern.

Regulasi soal cedera kepala kini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan sekaligus keadilan kompetisi.

Persib Bandung pun terbukti tidak melanggar aturan saat melakukan enam pergantian pemain. Semua terjadi karena regulasi memang menghalalkan tambahan tersebut dalam kondisi tertentu.

Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026, detail aturan seperti ini bisa sangat menentukan. Satu slot pergantian tambahan bisa mengubah ritme, strategi, bahkan hasil akhir pertandingan.

EDITOR: Edi Yulianto