JawaPos.com — Penyebab Ernando Ari absen bela Persebaya Surabaya lawan Bhayangkara FC akhirnya menemui titik terang. Ketidakhadiran kiper utama itu memantik tanda tanya besar di kalangan Bonek saat Green Force tumbang di kandang sendiri.
Dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2.
Kekalahan tersebut terasa makin pahit karena terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hasil itu sekaligus menghentikan rekor 13 laga tak terkalahkan Green Force. Suporter yang memadati stadion pun pulang dengan rasa kecewa bercampur heran.
Sorotan tak hanya tertuju pada hasil akhir pertandingan. Banyak mata langsung mencari sosok Ernando Ari yang biasanya berdiri di bawah mistar gawang.
Nama kiper andalan itu tak masuk starter dan posisinya digantikan Andhika Ramadhani. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pendukung setia Persebaya Surabaya.
Jika menilik pernyataan pelatih sebelum laga, jawabannya sebenarnya sudah disampaikan secara singkat. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberi isyarat kondisi tim memang tak sepenuhnya ideal.
“Sayangnya kami tidak 100 persen, ada pemain yang sakit dan ada yang cedera,” tuturnya. Pernyataan itu menjadi petunjuk kuat alasan Ernando Ari absen bela Persebaya Surabaya lawan Bhayangkara FC.
Dari keterangan tersebut, hanya ada dua kemungkinan yang melatarbelakangi absennya sang penjaga gawang. Ernando Ari diduga mengalami sakit atau cedera sehingga tak bisa diturunkan dalam laga krusial itu.
Ketidakhadiran kiper utama jelas memberi dampak besar bagi stabilitas lini belakang. Apalagi pertandingan berjalan ketat dan setiap detail kecil sangat menentukan hasil akhir.
Andhika Ramadhani yang dipercaya tampil penuh selama 90 menit pun tak luput dari sorotan. Penampilannya langsung menjadi bahan evaluasi publik, terutama di media sosial.
Bonek menilai performa Andhika masih bisa lebih baik dalam mengawal gawang Green Force. Beberapa momen dianggap kurang maksimal sehingga membuka peluang bagi lawan mencetak gol.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi, “Andhika nek gak isok main gausa dipasang garai kalah,” ujar salah satu Bonek.
Kritik tersebut menggambarkan tingginya ekspektasi suporter terhadap posisi penjaga gawang.
Secara statistik, Andhika mencatatkan satu penampilan penuh dengan 90 menit bermain. Ia membukukan empat intersep sepanjang laga yang menunjukkan upaya membaca serangan lawan.
Dari sisi distribusi bola, ia melepaskan 18 umpan dengan 12 di antaranya sukses. Akurasi umpannya berada di angka 67 persen, angka yang cukup namun masih bisa ditingkatkan.
Passing accuracy 67 persen menjadi catatan tersendiri dalam membangun serangan dari belakang. Dalam sepak bola modern, peran kiper tak hanya menepis bola tetapi juga memulai alur permainan.
Meski demikian, kekalahan tak bisa dibebankan pada satu pemain saja. Sepak bola adalah permainan kolektif yang melibatkan koordinasi seluruh lini.
Persebaya Surabaya sebenarnya tampil dengan semangat tinggi demi menjaga tren positif. Namun Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu memanfaatkan celah dan mencuri poin penuh.
Upaya Green Force untuk mengejar ketertinggalan terus dilakukan hingga peluit panjang dibunyikan. Sayang, usaha itu tak berbuah gol tambahan yang bisa menyelamatkan muka di kandang sendiri.
Absennya Ernando Ari jelas menjadi salah satu faktor yang paling disorot dalam laga ini. Pengalaman dan ketenangannya di bawah mistar kerap menjadi penenang bagi lini pertahanan.
Tanpa kehadirannya, koordinasi lini belakang terlihat belum sepenuhnya solid. Situasi itu dimanfaatkan lawan untuk menekan sejak awal pertandingan.
Kini publik menanti kabar terbaru terkait kondisi Ernando Ari. Apakah ia hanya mengalami sakit ringan atau ada cedera yang memerlukan waktu pemulihan lebih lama.
Evaluasi pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Bernardo Tavares dituntut meramu strategi yang lebih matang demi menjaga asa di papan atas Super League 2025/2026.
Kekalahan ini menjadi alarm agar Persebaya Surabaya tak cepat puas dengan rekor panjang sebelumnya. Kompetisi masih panjang dan setiap poin sangat berarti dalam perebutan posisi terbaik.
Terungkapnya alasan Ernando Ari absen bela Persebaya Surabaya lawan Bhayangkara FC setidaknya menjawab rasa penasaran suporter.
Kini fokus beralih pada bagaimana Green Force bangkit dan kembali ke jalur kemenangan di pekan berikutnya.