Saddam Gaffar sempat cedera sangat lama gara-gara salah penanganan si dokter gadungan, Elwizan Aminuddin. Penyerang PSS Sleman itu berharap gol pertamanya dalam tiga tahun bakal kian memotivasinya agar bisa kembali masuk timnas.
FARID S. MAULANA, Surabaya
---
RIBUAN penonton yang memadati Stadion Manahan, Solo, riuh. Tapi, di sudut lapangan, Saddam Gaffar yang baru saja mencetak gol yang memastikan kemenangan 4-1 PSS Sleman atas Arema FC berkaca-kaca di tengah selebrasi yang melibatkan hampir semua rekan setim.
Pada laga Liga 1 Senin (15/4) sore lalu itu, penyerang 23 tahun tersebut wajar demikian emosional. Sebab, untuk sampai titik itu, perjuangannya begitu berliku.
Periode panjang berkutat dengan cedera yang nyaris merenggut kariernya, yang di dalamnya ada peran si dokter gadungan Elwizan Aminuddin yang kini telah mendekam di tahanan. ’’Semoga gol ini jadi tambahan motivasi ke depannya, buat nambah gol lagi,’’ ujar Saddam.
Itulah gol pertama Saddam sejak membobol gawang Persib Bandung di Piala Menpora 2021. Itu juga baru penampilan ketiganya musim ini, semuanya sebagai pengganti.
Tapi, Saddam perlahan bisa menunjukkan mengapa dulu dia digadang-gadang sebagai salah satu striker masa depan Indonesia. Saat melawan Arema, misalnya, dia berkontribusi penting pada dua gol terakhir PSS.
Yang pertama adalah gol bunuh diri bek Arema FC Julian Guevara pada menit ke-86 yang tak lepas dari tekanan yang dilakukan Saddam. Yang kedua lahir dari kepala penyerang bertinggi 187 cm itu sendiri pada menit ke-90+3.
Saddam berharap bisa menumbuhkan kepercayaan dirinya lagi setelah nirgol selama sekitar tiga tahun. ’’Gol ini untuk calon (istri) saya, orang tua di rumah, dan suporter,’’ lanjutnya.
Saddam bisa dibilang salah satu korban terparah Elwizan Aminuddin yang pernah menjadi dokter tim PSS. Ketika cedera pada musim 2021 lalu, tepatnya pekan ke-19 Liga 1 2021–2022, Elwizan saat itu memvonis pria kelahiran 24 September 2001 tersebut selama 8 bulan karena cedera ACL.
Nyatanya, akibat penanganan yang salah, cedera Saddam kian parah dan membuatnya absen sangat lama. PSS melaporkan Elwizan ke polisi pada 2021 dan pria yang pernah menjadi dokter tim nasional itu akhirnya tertangkap akhir Januari tahun ini.
Pada Liga 1 musim 2023, pemain kelahiran Jepara, Jawa Tengah, itu sempat bermain lagi dari bangku cadangan pada pekan ke-10. Total 11 kali dia bermain di musim tersebut tapi tanpa gol.
Hingga kemudian, eks penyerang timnas U-19 tersebut mendapat cedera lagi Maret tahun lalu. Saddam baru kembali ke skuad PSS di pekan ke-24 Liga 1 musim ini.
Dengan gol ke gawang Arema itu, harapan Saddam kembali memuncak. Penyerang yang sempat sekali dipanggil pelatih timnas senior Shin Tae-yong tersebut berharap bisa berseragam Merah Putih lagi. Bersaing dengan juniornya di PSS Hokky Caraka yang jadi langganan. ’’Persaingan sehat (dengan Hokky), ya dibuktikan di latihan saja,’’ tegasnya.
Saddam mengakui kondisi fisiknya belum 100 persen. Tapi, soal semangat dan motivasi, sangatlah tinggi. ’’Masih 80 persen. Semoga ke depan bisa masuk timnas,’’ harapnya.
Pelatih PSS Risto Vidakovic termasuk yang juga optimistis Saddam bakal jadi striker andalan PSS di masa depan. ’’Dia telah kembali menemukan sentuhannya. Saddam pemain yang bertalenta,’’ pujinya. (*/c17/ttg)