← Beranda
Real Madrid Tuntut Javier Tebas Mundur usai Samakan Strategi Klub dengan Propaganda Nazi
M Shofyan Dwi Kurniawan• Senin, 19 Oktober 2026 | 21.37 WIB
Real Madrid menuntut Javier Tebas mundur dari jabatan presiden La Liga. (ig @javier.tebas) 

 

JawaPos.com - Real Madrid minta Javier Tebas mengundurkan diri dari jabatan presiden La Liga setelah sang petinggi sepak bola Spanyol membandingkan strategi komunikasi klub dengan teknik propaganda Nazi.

Perselisihan bermula ketika Tebas mengkritik Real Madrid TV, saluran media internal Los Blancos yang kerap menayangkan video berisi keputusan wasit yang dianggap merugikan klub.

Tebas menilai kampanye tersebut mengingatkannya pada teknik propaganda yang digunakan di Nazi Jerman dan menyebut Joseph Goebbels, menteri propaganda rezim Nazi.

Baca Juga: MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026: Tanam Cinta Bulu Tangkis sejak Dini

Real Madrid merespons dengan merilis pernyataan resmi berisi lima poin.

Klub menilai perbandingan tersebut tidak dapat diterima dan menuntut pengunduran diri Tebas, yang juga menjabat sebagai wakil presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol.

Real Madrid Anggap Pernyataan Tebas Sangat Serius

Real Madrid TV selama ini kerap mengkritik keputusan wasit di Spanyol.

Baca Juga: Dari Safety Car hingga Pembalap, Gapura Angkasa Tangani MotoGP Mandalika

Tayangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya klub untuk memperkuat tuntutan mereka terkait kasus Negreira, yang melibatkan pembayaran Barcelona kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit.

Melansir Sport Illustrated, kritik Tebas terhadap strategi komunikasi Real Madrid kemudian memicu respons keras dari klub. 

Dalam pernyataannya, Real Madrid menganggap ucapan Tebas tidak dapat ditoleransi dan sangat serius.

"Seseorang yang memegang dua posisi dengan tanggung jawab tertinggi di sepak bola Spanyol menggunakan perbandingan dengan metode propaganda rezim Nazi untuk mendiskreditkan klub kami, manajemennya, dan televisinya," tulis Real Madrid.

"Klarifikasi bahwa dia tidak merujuk pada ideologi Nazi tidak mengurangi sifat pernyataan yang sangat menyinggung, menjijikkan secara moral, dan tidak pantas secara institusional,” lanjut pernyataan itu.

Klub juga mempertanyakan penggunaan pernyataan tersebut untuk menyerang tindakan Real Madrid dan Real Madrid TV terkait kasus Negreira.

Baca Juga: Budi Setiawan Apresiasi Dukungan PSSI dan Kemenpora untuk Futsal

“Sangat mengkhawatirkan bahwa Tebas menggunakan pernyataan-pernyataan ini untuk mempertanyakan tindakan sah Real Madrid dan Real Madrid TV terkait kasus Negreira,” sambung pernyataan tersebut.

Real Madrid kemudian menuding Tebas berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas dan sikap yang tidak sesuai dengan tanggung jawab institusionalnya.

“Perilaku Javier Tebas yang berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab institusionalnya,” tambah Real Madrid.

Baca Juga: Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah

“Serangannya yang terus-menerus terhadap Real Madrid dan mereka yang menuntut transparansi dan regenerasi, menurut pandangan klub kami, merupakan momok nyata bagi sepak bola Spanyol,” imbuh Real Madrid.

Klub menegaskan bahwa pernyataan dan perilaku Tebas membuatnya tidak layak melanjutkan jabatan.

“Oleh karena itu, Real Madrid menuntut pengunduran dirinya segera sebagai presiden La Liga dan wakil presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol," tegas pernyataan Real Madrid.

Baca Juga: Rating Pemain Real Madrid vs Sevilla: Tanpa Vinicius, Yan Diomande dan Mbappe Bersinar

"Real Madrid akan terus membela hak-haknya, prestise institusionalnya, klarifikasi penuh kasus Negreira, dan regenerasi sepak bola Spanyol yang diperlukan,” ungkap pernyataan itu.

Tebas Balas Tuding Real Madrid Ingin Menghancurkan La Liga

Dua jam setelah tuntutan pengunduran dirinya, Tebas kembali menanggapi melalui media sosial.

Dia menuding Real Madrid berulang kali berusaha menggulingkannya selama 13 tahun terakhir.

“Saya sudah kehilangan hitungan berapa kali, dalam 13 tahun, para direktur Real Madrid meminta pengunduran diri saya atau mencoba mendiskualifikasi saya,” tulis Tebas. 

Baca Juga: Gol Semata Wayang Noni Madueke Bawa Arsenal Menang di Kandang Nottingham Forest

Tebas kemudian membela penanganan kasus Negreira oleh La Liga.

Dia juga menuduh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, baru meningkatkan serangannya terhadap Barcelona setelah klub Catalan tersebut meninggalkan proyek Liga Super Eropa.

“Kesimpulan saya: mereka berupaya MENGHANCURKAN kompetisi nasional,” tutur Tebas. 

Baca Juga: Diterpa Isu Hengkang, Jose Mourinho Tegaskan Komitmen Vinicius untuk Real Madrid

“Semua ini (seruan Real Madrid agar dia mengundurkan diri) ada namanya: intimidasi. Membungkusnya dalam pernyataan resmi tidak menjadikannya regenerasi,” tandas Tebas

CSD Pertimbangkan Tindakan terhadap Tebas

Perselisihan tersebut berpotensi berlanjut setelah Dewan Olahraga Nasional Spanyol (CSD) dikabarkan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap Tebas atas pernyataannya.

Menurut laporan MARCA, lembaga tersebut sedang mempelajari kemungkinan langkah yang dapat diambil menyusul perbandingan Tebas antara strategi komunikasi Real Madrid dan propaganda Nazi.

Baca Juga: Pengacara Sebut Manchester City Hampir Mustahil Menang Banding atas Kasus Pelanggaran Finansial

Belum diketahui apakah proses tersebut akan berujung pada tindakan resmi atau memengaruhi posisi Tebas di La Liga. Namun, sang presiden kembali memberikan tanggapan melalui media sosial.

Perselisihan antara Real Madrid dan La Liga kini memasuki babak baru.

Meski musim baru berjalan sekitar dua bulan, perang pernyataan antara kedua pihak semakin memanas dan berpotensi membawa konsekuensi lebih jauh bagi sepak bola Spanyol.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah