JawaPos.com – Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kembali menyuarakan dukungannya kepada rakyat Palestina. Ia mengingatkan masyarakat dunia agar tidak melupakan penderitaan warga Gaza di tengah konflik yang masih berlangsung.
Guardiola dikenal vokal menyampaikan kepeduliannya terhadap Palestina, terutama anak-anak yang menjadi korban konflik. Dalam pesan terbarunya yang dikutip dari akun Instagram Al Jazeera English, ia menekankan pentingnya menggunakan bahasa yang tidak mengaburkan penderitaan manusia.
“Mereka bukan sekadar orang yang meninggal, mereka adalah orang-orang yang dibunuh. Mereka bukan angka, mereka adalah nyawa yang memiliki nama, wajah, keluarga, impian, dan kenangan. Mereka bukan korban yang dianggap sebagai kerugian sampingan. Mereka adalah anak perempuan dan laki-laki,” kata Guardiola, dikutip Senin (19/10).
Menurut Guardiola, bahasa yang menyembunyikan kenyataan penderitaan dapat membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap sesama. Ia menilai, menyebut sesuatu sesuai dengan kenyataannya merupakan bagian penting dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
“Ketika kita berhenti menyebut sesuatu sesuai dengan kenyataannya, ketika kita menerima bahasa yang menyembunyikan penderitaan, kita mulai kehilangan sisi kemanusiaan kita,” ujarnya.
Dalam pesannya, Guardiola juga menggambarkan kondisi anak-anak di Gaza yang harus mencari orang tua mereka di tengah reruntuhan bangunan. Sebagian dari mereka menghadapi kelaparan dan ketidakpastian di tengah konflik yang berkepanjangan.
“Kita sedang melewati salah satu masa paling kelam dalam sejarah. Kita melihat anak-anak perempuan dan laki-laki di Gaza mencari orang tua mereka di antara reruntuhan, memohon pertolongan di tengah kelaparan, dan meminta agar mereka dibiarkan hidup dengan tenang,” tutur Guardiola.
Ia menegaskan, penderitaan warga Palestina masih berlangsung dan tidak seharusnya diabaikan oleh masyarakat internasional.
“Kita menyaksikan mereka kehilangan segalanya bahkan sebelum sempat tumbuh dewasa. Neraka itu terus berlanjut, begitu pula proses dehumanisasi terhadap rakyat Palestina. Kehidupan mereka sama berharganya dengan kehidupan kita. Penderitaan mereka bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Jangan sampai kita melupakan mereka,” pungkasnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Bukan kali pertama Guardiola menyampaikan dukungan kepada Palestina. Pada 29 Januari 2026, ia berpidato dalam acara amal Act X Palestine di Barcelona, Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti penderitaan anak-anak di Gaza dan mengkritik sikap dunia yang dinilainya membiarkan mereka menghadapi situasi sulit.
Guardiola juga menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan olahraga. Pada Juli 2026, Pep Summer Camp yang diselenggarakan melalui Guardiola Sala Foundation menerima 28 anak Palestina yang terdampak perang. Mereka mengikuti kegiatan sepak bola dan aktivitas rekreasi bersama peserta lainnya di Spanyol.
Melalui pernyataan publik maupun kegiatan tersebut, Guardiola menggunakan pengaruhnya di dunia sepak bola untuk menyoroti penderitaan warga Palestina, terutama anak-anak yang terdampak konflik.
Baca Juga: Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!