← Beranda
Lionel Messi Pilih Max Dowman Bintang Masa Depan, Berkah atau Kutukan?
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 19 Oktober 2026 | 16.11 WIB
Lionel Messi memilih Max Dowman sebagai salah satu talenta muda dalam kampanye Adidas Messi + 10 pada 2026, melanjutkan program pencarian bintang masa depan yang pernah digelar pada 2015. (Arsenal)

JawaPos.com — Lionel Messi kembali menjadi bagian dari kampanye Adidas yang menyoroti talenta muda sepak bola dunia. Dalam edisi terbaru bertajuk Messi +10 pada 2026, nama Max Dowman menjadi salah satu yang mencuri perhatian.

Wonderkid Arsenal berusia 16 tahun itu masuk daftar 10 pemain muda yang ditampilkan dalam kampanye tersebut. Namun, pengakuan ini juga mengingatkan publik pada perjalanan sejumlah pemain yang pernah masuk kampanye Backed by Messi pada 2015.

Bagi pemain muda, mendapat sorotan dari salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah tentu menjadi kebanggaan. Meski demikian, pengalaman para pemain pilihan sebelumnya memperlihatkan bahwa potensi besar tidak selalu berujung pada kesuksesan di level tertinggi.

Mengapa Lionel Messi Memilih Max Dowman sebagai Bintang Masa Depan?

Max Dowman menjadi pemain termuda dalam kampanye Messi + 10 yang diluncurkan Adidas pada 2026.

Wonderkid Arsenal tersebut masuk daftar talenta pilihan bersama sejumlah pemain muda yang diproyeksikan menjadi wajah baru sepak bola dunia.

Kampanye ini merupakan penerus spiritual Backed by Messi yang pertama kali diperkenalkan pada 2015.

Ketika itu, Adidas menampilkan 10 pemain muda melalui video promosi yang memperlihatkan mimpi mereka sekaligus dukungan simbolis dari Messi.

Dalam video terbaru, Messi digambarkan sedang menulis sebuah cerita dengan menghadirkan karakter-karakter baru.

Konsep tersebut menempatkan megabintang Argentina berusia 39 tahun itu sebagai figur yang seolah menentukan generasi penerusnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!

Selain Dowman, dua nama mencuri perhatian dalam daftar terbaru tersebut, yakni Gilberto Mora dan Tomas Aranda.

Mora merupakan gelandang Meksiko berusia 18 tahun, sedangkan Aranda menjadi salah satu prospek Argentina yang mendapat sorotan besar.

Nama lainnya mencakup Zavier Gozo, Can Uzun, Chloe Sarwie, Lotta Wrede, dan Giovanna Waksman. Mereka memperoleh kesempatan tampil dalam kampanye global yang menghubungkan generasi muda dengan warisan sepak bola Messi.

Bagaimana Nasib 10 Pemain yang Dipilih Messi pada 2015?

Sejarah kampanye Backed by Messi menunjukkan perjalanan karier para pemain pilihan Messi sangat beragam.

Dari 10 nama yang diperkenalkan pada 2015, hanya sebagian yang berhasil meraih prestasi besar di level klub maupun internasional.

Timo Werner menjadi salah satu pemain dengan pencapaian paling menonjol setelah berkembang bersama RB Leipzig.

Penyerang Jerman tersebut kemudian memperkuat Chelsea, meraih trofi Liga Champions, dan mencetak 24 gol internasional.

Jeremie Boga juga mampu membangun karier mengesankan setelah meninggalkan Chelsea dan menemukan performa terbaik bersama Sassuolo.

Pemain Pantai Gading itu kemudian memperkuat Atalanta, Nice, hingga bergabung dengan Juventus pada musim panas 2026.

Prestasi Boga semakin lengkap berkat keberhasilannya menjuarai Piala Afrika 2023 bersama Pantai Gading.

Baca Juga: Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk

Sementara itu, Aleksey Miranchuk mengangkat trofi Liga Europa 2023/2024 bersama Atalanta sebelum melanjutkan karier di Atlanta United.

Maxwel Cornet sempat berkembang bersama Lyon dengan mencatatkan lebih dari 250 penampilan di tim utama. Namun, kariernya mengalami kesulitan setelah bergabung dengan West Ham United pada 2022.

Gyasi Zardes memiliki perjalanan cukup stabil di Major League Soccer dan mempersembahkan dua gelar Gold Cup bagi Amerika Serikat.

Meski demikian, pencapaiannya tidak sampai mengantarkan sang penyerang menjadi superstar sepak bola dunia.

Siapa Saja Pilihan Messi yang Justru Gagal Bersinar?

Tidak semua pemain dalam kampanye 2015 mampu mempertahankan reputasi sebagai calon bintang besar. Beberapa bahkan menghabiskan sebagian besar karier profesional mereka jauh dari kompetisi elite Eropa.

Accursio Bentivegna menjadi contoh paling mencolok setelah gagal berkembang menjadi pemain papan atas Italia.

Produk akademi Palermo tersebut lebih banyak berkarier di kasta ketiga, dengan sembilan gol bersama Juve Stabia pada musim 2021/2022 sebagai salah satu catatan terbaiknya.

James Wilson juga mengalami perjalanan mengecewakan meski pernah mencetak dua gol dalam debut seniornya bersama Manchester United.

Setelah meninggalkan Old Trafford pada 2019, dia memperkuat beberapa klub sebelum berstatus tanpa klub pada usia 30 tahun.

Khiry Shelton menghadapi situasi serupa setelah dipilih New York City FC melalui MLS SuperDraft 2015. Penyerang Amerika Serikat tersebut kesulitan memenuhi ekspektasi dan akhirnya dilepas Sporting Kansas City pada 2025.

Baca Juga: Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Prague: Sari Kanaryalar Siap Bangkit dan Tundukkan Tim Tamu!

Kenedy sempat dianggap memiliki potensi besar ketika direkrut Chelsea dari Brasil.

Namun, serangkaian peminjaman membuatnya kesulitan mendapatkan tempat permanen sebelum melanjutkan perjalanan bersama Pachuca di Meksiko.

Rony Lopes juga gagal mencapai level yang sempat diperkirakan ketika menjadi pencetak gol termuda Manchester City pada Januari 2013.

Gelandang Portugal tersebut kemudian berpindah-pindah klub hingga memperkuat Motor Lublin di Polandia.

Apakah Max Dowman Akan Mengulangi Nasib Para Pendahulunya?

Pengalaman 10 pemain terdahulu menjadi pengingat penting bagi Max Dowman untuk menghadapi ekspektasi besar secara realistis.

Dukungan Lionel Messi memang memberikan sorotan global, tetapi perkembangan karier tetap bergantung pada performa, kesempatan bermain, dan konsistensi.

Status sebagai pemain termuda dalam kampanye 2026 membuat Dowman menghadapi perhatian publik sejak usia sangat belia.

Apalagi, pemain Arsenal tersebut sudah disebut sebagai salah satu kandidat bintang besar Premier League pada masa mendatang.

Namun, kegagalan sejumlah pemain pilihan Messi sebelumnya tidak berarti kampanye Adidas membawa pengaruh buruk terhadap karier mereka.

Perjalanan Werner, Boga, dan Miranchuk justru membuktikan beberapa nama mampu mengubah potensi menjadi pencapaian nyata.

Baca Juga: Prediksi Skor Al Hilal vs Al Hazem: The Blue Waves Siap Pesta Gol di Kingdom Arena

Pertanyaan mengenai keterlibatan Messi dalam menentukan seluruh pemain kampanye tersebut juga belum memiliki jawaban pasti.

Tidak diketahui apakah sang megabintang benar-benar melakukan pengamatan mendalam terhadap setiap talenta atau keputusan tersebut lebih banyak melibatkan pertimbangan pemasaran Adidas.

Bagi Dowman, pengakuan tersebut tetap menjadi peluang untuk membangun reputasi internasional sejak awal kariernya.

Namun, sejarah menunjukkan sorotan besar harus diimbangi perkembangan yang berkelanjutan agar seorang wonderkid tidak sekadar menjadi sensasi sesaat.

Kini, tantangan sesungguhnya bukan sekadar membuktikan Dowman pantas masuk daftar pemain pilihan Lionel Messi.

Wonderkid Arsenal itu harus menunjukkan kemampuannya sendiri agar label calon penerus sang legenda berubah menjadi prestasi, bukan beban yang menghambat masa depannya.

Baca Juga: Prediksi Skor Sabah vs Borussia Dortmund: Die Borussen Siap Bangkit dan Bawa Pulang 3 Poin dari Baku

EDITOR: Hendra