← Beranda
Gasperini Puas, Roma Ciptakan Start Terbaik dalam 12 Tahun!
Aprillia JP• Minggu, 18 Oktober 2026 | 21.52 WIB
AS Roma kalahkan Genoa 2-0 di Serie A Italia. (X/@OfficialASRoma)

 

JawaPos.com - AS Roma bungkam Genoa 2-0 pada Minggu (18/10) di Stadion Olimpiade Roma.

Pelatih Gian Piero Gasperini mengapresiasi para pemainnya yang mampu mengantarkan Giallorossi kembali menduduki posisi kedua klasemen sementara Serie A.

Roma memastikan kemenangan lewat gol Santiago Castro pada menit ke-50 dan Emanuele Lulli pada menit ke-68.

Hasil itu menjadi modal penting bagi tim ibu kota Italia itu untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen. Usai pertandingan, Gasperini mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan

Gasperini pun memberikan pujian khusus terhadap gol Castro yang tercipta lewat teknik cungkilan bola, sebuah penyelesaian yang mengingatkan sang pelatih pada aksi eks penyerang Napoli, Ezequiel Lavezzi.

“Saya melewatkan momen itu dari bangku cadangan. Itu merupakan sebuah aksi yang luar biasa,” ujar Gasperini dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Meski menang dengan skor telak, Gasperini mengaku pertandingan melawan Genoa tidak berjalan mudah.

Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs Genoa: Giallorossi Berpeluang Amankan Tiga Poin di Olimpico

Roma sempat kesulitan menemukan ritme permainan pada babak pertama ketika menghadapi lawan yang dinilainya memiliki organisasi permainan cukup baik.

“Kami menghadapi pertandingan yang sama sekali tidak mudah. Pada babak pertama, cukup sulit bagi kami untuk menemukan cara menghadapi Genoa yang bermain bagus. Kami menurunkan tim yang sangat muda, tetapi semua pemain tampil baik,” kata Gasperini.

Selain itu, Gasperini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kemampuan para pemain Roma untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan dari Real Madrid.

Menurutnya, hasil pertandingan itu memang sulit diterima, tetapi timnya memiliki kepercayaan diri dan pemahaman yang cukup kuat untuk segera kembali fokus.

Gasperini pun menilai kekalahan 4-3 itu tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

“Saya sama sekali tidak meragukan respons tim setelah kekalahan dari Real Madrid. Saya tahu betapa luar biasanya kelompok pemain ini. Tentu saja, kalah dengan cara seperti itu sangat menghancurkan, tetapi kami juga memiliki kesadaran dan keyakinan yang kuat,” ujar Gasperini.

Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs Genoa di Liga Italia: Giallorossi Punya Rekor Impresif di Olimpico

“Kami sangat layak menang. Namun, kami membuat pertandingan menjadi rumit dalam tujuh menit karena tiga sepak pojok. Sebelumnya, mereka (Real Madrid) sama sekali tidak memberikan ancaman berarti kepada kami. Hal itu sangat mengganggu karena mereka mencetak gol dari tiga sepak pojok yang tidak berasal dari permainan terbuka,” lanjutnya.

Meskipun demikian, pelatih berusia 68 tahun itu menegaskan bahwa kekalahan itu tidak membuatnya ragu untuk melakukan rotasi pemain saat menghadapi Genoa. Gasperini percaya para pemain yang diturunkan tetap mampu menjalankan tugas mereka meski komposisi tim mengalami banyak perubahan.

Selain itu, Gasperini turut mengomentari rekor AS Roma yang mencatatkan start terbaik mereka di Liga Italia dalam 12 tahun terakhir. Sang pelatih menilai pencapaian itu merupakan hasil dari perkembangan tim selama beberapa waktu terakhir.

Gasperini juga melihat adanya peningkatan dalam produktivitas lini serang dibandingkan musim sebelumnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Kata-Kata Vinicius usai Diganti saat Real Madrid Comeback Lawan AS Roma

Gasperini menyebut keberadaan sejumlah pemain penting ikut memberikan pengaruh terhadap kemampuan Roma menciptakan peluang dan mencetak gol.

“Kami sudah menempuh perjalanan yang panjang sejak saat itu. Setahun lalu, Malen belum ada di sini dan Dybala juga belum bisa bermain penuh secara reguler. Sekarang, kami lebih saling mengenal dan memiliki kemudahan dalam mencetak gol yang tidak kami miliki musim lalu,” jelasnya.

Gasperini juga menekankan bahwa gol-gol Roma belakangan ini lahir melalui proses dan penyelesaian berkualitas sebagaimana yang dilakukan Rodrigo Mora.

“Gol-gol kami umumnya memiliki kualitas yang sangat baik. Hari ini, Mora juga mencoba mencetak gol melalui sundulan, meskipun dia bukan pemain yang bertubuh tinggi,” kata Gasperini.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Teori Benang Takdir Bisa Memengaruhi Kehidupan Romantismu Menurut Psikologi

AS Roma saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan 17 poin dari tujuh pertandingan. Hasil itu membuat mereka hanya selisih dua poin dari pemuncak klasemen Inter Milan.

Meskipun demikian, posisi AS Roma bisa saja tergeser jika Lazio berhasil mengalahkan Juventus pada Senin (19/10) dalam laga ketujuhnya musim ini.

EDITOR: Edi Yulianto