JawaPos.com - Mantan kapten legendaris Manchester United Roy Keane kritik performa buruk Setan Merah dalam beberapa laga terakhir.
Selain Lisandro Martinez karena kritik kepada manajemen, Roy Keane juga menyoroti performa Bruno Fernandes dan Harry Maguire.
Menurut dia, kedua pemain tersebut seharusnya mengambil peran lebih besar dalam menjaga kedisiplinan dan memberikan contoh bagi rekan-rekan setimnya.
Baca Juga: Kalah Beruntun, Masa Depan Carrick di Ujung Tanduk, Conte Masuk Radar Manchester United!
Roy Keane Kritik Bruno Fernandes dan Harry Maguire
Situasi tersebut membuat Roy Keane mempertanyakan kepemimpinan dan kedisiplinan di ruang ganti tim asuhan Michael Carrick.
Bagi Keane, pemain senior seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire semestinya mampu menjaga situasi tetap terkendali.
Dia menilai keduanya tidak cukup aktif dalam menegur rekan setim yang melontarkan kritik secara terbuka.
Baca Juga: Lisandro Martinez Minta Maaf, Roy Keane Sebut Manchester United Seperti Sirkus!
Melansir Give Me Sport, dalam podcast Stick to Football, Keane bahkan menyindir kebiasaan kedua pemain tersebut yang dianggap terlalu sibuk dengan aktivitas di luar lapangan.
“Ini mencerminkan kondisi Manchester United dan kondisi ruang ganti. Maguire tidak masuk dalam skuad Inggris, dia sangat kecewa. Alih-alih bekerja keras selama musim panas, Saya akan pergi ke New York dan membuat podcast selama beberapa minggu," kata Roy Keane.
Keane kemudian menyoroti prioritas Maguire setelah bek tersebut tidak masuk dalam skuad timnas Inggris.
Menurut dia, pemain seharusnya memanfaatkan waktu untuk meningkatkan performa dan membantu klub kembali bersaing di level tertinggi.
“Jadi, ide ini, ketika saya melihat seorang pemain sedikit kesal beberapa hari terakhir ini, saya akan lebih kesal pada Maguire dan Bruno karena melampiaskan unek-unek mereka di podcast. Anda harus menetapkan prioritas Anda sebagai seorang pesepak bola," tutur Roy Keane.
Bagi mantan gelandang asal Irlandia tersebut, persoalan Manchester United tidak hanya berkaitan dengan taktik atau kualitas individu.
Baca Juga: Alisson Becker Merindukan Sosok Mohamed Salah di Liverpool
Sikap para pemain dan kemampuan mereka menjaga standar profesionalisme juga menjadi bagian penting dari masalah yang sedang dihadapi klub.
Lisandro Martinez Juga Tak Luput dari Kritik
Meski menyoroti Bruno Fernandes dan Harry Maguire, Keane tidak membebaskan Martinez dari kritik.
Dia mempertanyakan sikap bek berusia 28 tahun itu yang dinilai terlalu bangga terhadap pencapaian Manchester United pada musim sebelumnya.
Baca Juga: Bayern Munchen vs RB Leipzig, Vincent Kompany Yakin Menang
Ketika Gary Neville membacakan pernyataan Martinez dalam podcast tersebut, Keane langsung menyela dan mempertanyakan penilaian sang bek terhadap musim yang telah dijalani klub.
"Dia benar-benar berpikir kita menjalani musim yang fantastis… Padahal mereka hanya berada di peringkat ketiga? Dia seharusnya didenda gaji dua minggu hanya mengatakan itu," tandas Roy Keane.
Keane juga meragukan posisi Martinez sebagai salah satu pemimpin senior di ruang ganti.
Baca Juga: AFC Umumkan Nominasi AFC Awards 2026
Menurut dia, sang bek belum memiliki rekam jejak yang cukup panjang bersama Manchester United untuk berbicara sekeras itu mengenai hierarki klub.
"Saya tidak melihatnya sebagai pemain senior di Manchester United. Saya melihatnya sebagai bek tengah yang sering membuat kesalahan," ungkap Roy Keane.
"Dia sempat meluapkan emosinya di level internasional. Dia sudah bermain 80 pertandingan untuk Manchester United," imbuh Roy Keane.
"Dia belum berada di sana selama delapan atau sembilan tahun. Jika Anda membuat kesalahan, Anda harus diam di ruang ganti," lanjut dia.
Baca Juga: Prediksi Skor Heerenveen vs Excelsior: Lini Belakang Rapuh, Tim Tamu Hadapi Ujian Berat
Pada akhirnya, polemik ini memperlihatkan persoalan yang lebih luas di Manchester United.
Ketika hasil pertandingan tidak kunjung membaik, hubungan antara pemain, manajemen, dan tuntutan publik semakin menjadi sorotan.