JawaPos.com - Vinicius Junior mengakui bahwa Jose Mourinho mengambil keputusan tepat ketika menggantinya dalam kemenangan dramatis Real Madrid 4-3 atas AS Roma di Liga Champions. Meski sempat kecewa saat ditarik keluar, pemain asal Brasil itu akhirnya menerima keputusan sang pelatih demi kepentingan tim.
Real Madrid mengalami malam menegangkan di Stadio Olimpico pada Rabu. Los Blancos sempat tertinggal 1-3 sebelum Mourinho memutuskan menarik Vinicius pada menit ke-59.
Vinicius kehilangan penguasaan bola dalam proses terciptanya gol ketiga Roma. Sebagai penggantinya, Mourinho memasukkan Endrick yang kemudian memainkan peran penting dalam kebangkitan Madrid.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-83, Madrid masih tertinggal. Namun, Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger mencetak gol secara beruntun untuk membalikkan keadaan dalam rentang tujuh menit.
Hasil tersebut memastikan kemenangan Eropa kedua bagi tim asuhan Mourinho musim ini. Di sisi lain, performa Vinicius kembali menjadi sorotan setelah serangkaian situasi sulit yang dialaminya dalam beberapa hari terakhir.
Alih-alih menyalahkan Mourinho, Vinicius justru mengakui bahwa pergantian tersebut membantu mengubah jalannya pertandingan. Ia juga menyadari bahwa penampilannya saat ini belum mencapai level terbaik.
Vinicius Junior Akui Mourinho Mengambil Keputusan Tepat
Dilansir Sport Mole, Vinicius menjelaskan bahwa kekecewaannya saat diganti bukanlah bentuk penolakan terhadap keputusan Mourinho. Ia hanya ingin terus berada di lapangan dan membantu timnya.
“Saya dan Mourinho memiliki hubungan yang sangat baik. Dia menyampaikan segala sesuatunya dengan jelas kepada saya,” kata Vinicius kepada situs resmi Real Madrid.
“Tentu saja, saya sedikit kecewa hari ini ketika keluar lapangan, tapi itu wajar. Pada akhirnya, dia benar; tim membaik, dan itu yang terpenting.”
Pengakuan tersebut muncul setelah perubahan yang dilakukan Mourinho terbukti memberikan dampak besar terhadap permainan Madrid.
Endrick, yang masuk menggantikan Vinicius, berkontribusi dalam terciptanya gol Espi sebelum mencetak gol penyeimbang. Sementara itu, Arda Guler memberikan umpan untuk gol-gol Madrid pada fase akhir pertandingan.
Rudiger kemudian menyempurnakan comeback Los Blancos melalui penyelesaian akrobatik pada menit ke-89. Roma yang sebelumnya tampak mengendalikan pertandingan pun harus menerima kekalahan menyakitkan.
Vinicius menyadari bahwa kontribusi rekan-rekannya menjadi faktor penting dalam perubahan situasi tersebut.
“Saya menyadari performa dan cara bermain saya. Saya di sini untuk membantu tim, dan terkadang saya perlu diganti agar pemain lain bisa bermain dan mengubah dinamika permainan,” akunya.
Pemain internasional Brasil itu juga memberikan pujian kepada Endrick, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan, serta Espi yang turut memberikan dorongan penting bagi Madrid.
Mourinho Tak Sepenuhnya Menyalahkan Vinicius
Mourinho menolak anggapan bahwa Vinicius menjadi satu-satunya penyebab kesulitan Madrid saat menghadapi Roma.
Mantan manajer Chelsea dan Manchester United tersebut menjelaskan bahwa pendekatan taktis Gian Piero Gasperini membuat Madrid kesulitan mengatasi permainan lawan di area sayap. Wesley dan Matias Soule berulang kali memanfaatkan ruang di sekitar Marc Cucurella untuk menciptakan ancaman.
Mourinho memang mengakui bahwa Vinicius melakukan kesalahan sebelum terciptanya gol ketiga Roma. Namun, ia juga menegaskan bahwa sang pemain sayap telah menunjukkan peningkatan sebelum insiden tersebut terjadi.
Penjelasan itu memperkuat kesan bahwa keputusan mengganti Vinicius lebih didasarkan pada kebutuhan taktis daripada sekadar hukuman atas penampilannya.
Pelatih asal Portugal tersebut juga memahami reaksi frustrasi Vinicius. Sebagai pemain yang terbiasa menjadi figur penting dalam serangan Madrid, keinginan untuk terus bermain merupakan hal yang dapat dimengerti.
Vinicius Berusaha Bangkit di Tengah Skorsing Empat Pertandingan
Pengakuan Vinicius datang ketika dirinya sedang melewati periode sulit. Pemain berusia 26 tahun itu baru mencetak satu gol dalam 10 penampilan pertamanya bersama Madrid musim ini.
Sebelumnya, ia juga hanya menjadi pemain cadangan ketika Madrid mengalahkan Villarreal 1-0 pada Sabtu. Mourinho lebih memilih Yan Diomande, pemain yang didatangkan pada musim panas dengan nilai transfer GBP 120 juta, untuk mengisi posisi sayap kiri.
Vinicius kemudian masuk sebagai pemain pengganti, tetapi justru harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah.
Situasi tersebut berujung pada hukuman larangan bermain empat pertandingan di La Liga. Dua pertandingan pertama diberikan karena tindakannya menarik rambut Nathan Saliba, sedangkan dua pertandingan lainnya berkaitan dengan protesnya terhadap wasit.
Akibat hukuman tersebut, Vinicius akan melewatkan pertandingan kandang melawan Sevilla pada Minggu dan El Clasico menghadapi Barcelona pada 25 Oktober. Ia juga tidak bisa tampil dalam laga liga melawan Racing Santander dan Valencia.
Vinicius mempertanyakan beratnya hukuman tersebut. Ia juga mengeluhkan bahwa dirinya baru mengetahui keputusan disiplin itu sesaat sebelum pertandingan Liga Champions melawan Roma.
Meski demikian, ia tetap memberikan penilaian jujur terhadap performanya sendiri dan bertekad memanfaatkan waktu yang tersedia untuk kembali ke kondisi terbaik.
“Saya bekerja keras untuk kembali secepat mungkin. Saya tahu saya tidak dalam kondisi terbaik saat ini, tetapi saya pernah mengalami saat-saat yang lebih buruk,” katanya.
Mantan pemain muda Flamengo itu juga mengingat kembali kritik yang diterimanya pada tahun-tahun awal bersama Madrid. Saat itu, sejumlah pendukung meragukan kemampuannya untuk berkembang menjadi pemain depan yang menentukan.
Namun, Vinicius yakin dirinya mampu melewati masa sulit tersebut dan kembali menemukan ketajamannya.
“Tren positif akan kembali, dan gol-gol akan tercipta lagi. Saya yakin akan hal itu; saya tidak ragu sedikit pun.”
Masa Depan Vinicius di Lini Serang Madrid
Vinicius turut menanggapi siulan yang diarahkan kepadanya oleh sebagian pendukung Madrid. Ia mengakui bahwa penonton yang telah membayar tiket memiliki hak untuk menunjukkan ketidakpuasan, meskipun reaksi tersebut dapat membuat situasi semakin sulit bagi para pemain.
Skorsing di kompetisi domestik membuat tantangannya semakin berat. Meski demikian, Vinicius masih bisa tampil di Liga Champions sehingga tetap memiliki kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan dirinya.
Di sisi lain, Mourinho harus menyiapkan alternatif di lini serang untuk menghadapi empat pertandingan La Liga tanpa Vinicius. Diomande mulai menunjukkan performa yang lebih baik, sedangkan pemain lain di skuad Madrid juga berpeluang mendapatkan tambahan menit bermain.
Penampilan Endrick saat menghadapi Roma menjadi bukti bahwa pilihan alternatif tersebut dapat memberikan dampak nyata. Ia bukan hanya membantu Madrid membalikkan keadaan, tetapi juga meraih penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan Liga Champions untuk pertama kalinya.
Persaingan di lini depan Madrid pun semakin terbuka musim ini. Skorsing Vinicius bisa menjadi kesempatan bagi para pemain yang sebelumnya kesulitan mendapatkan waktu bermain untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Bagi Vinicius, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode penting untuk menjaga kondisi dan mempersiapkan diri sebelum kembali tampil secara reguler.
Pengakuannya bahwa Mourinho mengambil keputusan tepat saat menggantinya di Roma setidaknya dapat meredakan spekulasi mengenai hubungan keduanya. Namun, tantangan sesungguhnya bagi Vinicius adalah membuktikan bahwa ia mampu kembali ke performa terbaik dan menjadi sosok penting bagi Real Madrid.