JawaPos.com - Pertandingan Liverpool melawan Manchester City di Anfield tidak hanya diwarnai rivalitas panas di atas lapangan. Di tengah suasana penuh permusuhan dari pendukung tuan rumah, suporter tim tamu justru mencuri perhatian dengan aksi yang terbilang unik: membawa dan mengacungkan balon berbentuk pisang.
Laga tersebut menjadi pertandingan pertama Manchester City di Liga Premier sejak klub dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan. Situasi itu membuat sambutan dari pendukung Liverpool di Anfield dipenuhi ejekan, nyanyian bernada sindiran, serta spanduk yang menyuarakan tuduhan terhadap The Citizens.
Namun, para pendukung City yang datang ke stadion tidak tinggal diam. Mereka menunjukkan sikap menantang dengan membawa ratusan balon pisang berwarna kuning ke tribun tim tamu.
Baca Juga: Steven Gerrard Minta Manchester City Dihukum Seberat-beratnya atas Pelanggaran FFP
Bagi penonton yang tidak mengetahui latar belakangnya, pemandangan tersebut mungkin terasa aneh. Akan tetapi, aksi itu bukan sekadar lelucon spontan. Balon pisang memiliki sejarah panjang dalam budaya suporter Manchester City, bahkan sudah muncul sejak era 1980-an.
Berawal dari Musim 1987/1988
Melansir ESPN, tradisi balon pisang Manchester City konon bermula pada musim 1987/1988.
Saat itu, City baru saja terdegradasi dari Divisi Pertama Inggris, yang ketika itu merupakan kasta tertinggi sepak bola Inggris. Suasana klub dan pendukungnya tentu tidak sedang baik-baik saja setelah mengalami kemunduran tersebut.
Di tengah situasi itu, seorang suporter City dikabarkan membawa balon pisang berukuran besar ke Maine Road, stadion kandang mereka saat itu, untuk mencairkan suasana dan menghibur para penonton.
Baca Juga: PSG Gagalkan Comeback Manchester City meski Erling Haaland Cetak Brace
Aksi sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi yang mudah dikenali. Kehadiran seorang pemain bernama Imre Varadi turut memperkuat hubungan antara pisang dan identitas suporter City.
Siapa Imre Varadi?
Imre Varadi merupakan penyerang yang membela Manchester City pada periode tersebut. Ia dikenal cukup populer di kalangan pendukung klub dan mendapatkan julukan akrab "Imre Banana".
Julukan itulah yang membuat balon pisang semakin identik dengan sang striker. Para pendukung mulai membawa lebih banyak balon pisang ke stadion, menjadikannya simbol dukungan yang unik sekaligus cara untuk menciptakan suasana meriah di tribun.
Seiring waktu, kebiasaan tersebut menyebar di antara suporter City. Pisang tiup menjadi bagian dari budaya pendukung klub, terutama ketika tim menjalani pertandingan pada akhir 1980-an dan sepanjang 1990-an.
Meski demikian, tradisi ini tidak selalu hadir dalam setiap pertandingan. Popularitasnya sempat memudar seiring perubahan zaman dan perkembangan klub.
Tradisi Lama yang Kembali Muncul di Anfield
Memasuki era modern, balon pisang semakin jarang terlihat di tribun Manchester City. Perubahan stadion, termasuk perpindahan dari Maine Road, serta perubahan besar yang dialami klub pada pertengahan 2000-an turut menandai bergesernya suasana dan budaya suporter.
Baca Juga: Luis Enrique Berharap Manchester City Terhindar dari Hukuman
Manchester City juga berkembang menjadi kekuatan besar di sepak bola Inggris. Identitas klub yang dahulu lekat dengan perjuangan di divisi bawah perlahan mendapatkan dimensi baru seiring keberhasilan mereka meraih berbagai gelar.
Namun, tradisi lama itu ternyata belum benar-benar hilang.
Pertandingan melawan Liverpool di Anfield menjadi panggung bagi para suporter City untuk menghidupkan kembali kebiasaan tersebut. Ratusan balon pisang kuning terlihat di tribun tim tamu, menciptakan pemandangan kontras di tengah atmosfer pertandingan yang panas.
Ketika pendukung Liverpool melontarkan ejekan terkait kontroversi keuangan City, para suporter tim tamu membalas dengan cara mereka sendiri. Balon pisang menjadi bentuk ekspresi yang jenaka sekaligus simbol kebanggaan terhadap sejarah klub.
Lebih dari Sekadar Balon Pisang
Aksi suporter Manchester City di Anfield menunjukkan bahwa identitas sebuah klub tidak hanya terbentuk dari trofi dan kesuksesan di lapangan. Tradisi kecil yang lahir puluhan tahun lalu juga bisa bertahan dan menjadi bagian penting dari budaya pendukung.
Baca Juga: PSG Hancurkan Manchester City 4-2 di Etihad
Bagi penggemar City, balon pisang mengingatkan mereka pada masa ketika klub masih berjuang di divisi bawah dan membutuhkan cara sederhana untuk menjaga semangat. Kini, ketika City menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris, simbol tersebut tetap memiliki tempat tersendiri.
Jadi, balon pisang yang terlihat di Anfield bukanlah aksesori tanpa makna. Benda berwarna kuning itu merupakan penghormatan terhadap sejarah Manchester City, khususnya tradisi yang berkembang sejak musim 1987/1988 dan popularitas Imre Varadi dengan julukan "Imre Banana".
Di tengah ejekan dan rivalitas sengit, para pendukung City memilih merespons dengan cara yang eksentrik. Sebuah tradisi lama pun kembali menjadi pusat perhatian, membuktikan bahwa budaya suporter bisa bertahan jauh lebih lama daripada tren sesaat.