← Beranda
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Real Madrid: Mourinho Melawan Warisannya
Rizka Perdana Putra• Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.29 WIB
Jose Mourinho kembali menghadapi AS Roma di Liga Champions. Gian Piero Gasperini mempertahankan separuh starting XI warisan The Special One. (Bein Sports)

JawaPos.com – Jose Mourinho meninggalkan warisan tim terbaik AS Roma yang kini dalam racikan Gian Piero Gasperini dua musim terakhir. Itu karena Gasperini mempertahankan separuh starting XI Giallorossi –sebutan AS Roma– asuhan Mourinho pada periode 2021–2024.

Dari kiper Mile Svilar, bek tengah Gianluca Mancini dan Evan Ndicka, gelandang jangkar Bryan Cristante, gelandang serang Lorenzo Pellegrini, serta second striker Paulo Dybala.

Mereka akan menyambut The Special One –julukan Mourinho– yang kini melatih Real Madrid dalam matchday kedua fase league Liga Champions di Stadio Olimpico, Roma, dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).

”Mourinho meninggalkan warisan yang luar biasa di tim ini. Tapi, sekarang, kami tim yang berbeda. Sangat berbeda dari tim yang pada saat itu dilatih Mourinho meski belum bertahan bertahun-tahun berlalu,” ungkap Gasperson –julukan Gasperini– seperti dilansir dari DAZN.

Meski sama-sama mengusung skema 3-4-2-1, Giallorossi asuhan Mourinho lebih statis. Beda dengan Giallorossi asuhan Gasperini yang dinamis.

Begitu pula gaya bertahan ala The Special One yang low block. Gasperson lebih menekankan Mancini dkk bertahan dengan pressing tinggi.

Rasakan Ikatan Emosional

Dilansir dari Corriere dello Sport, Mourinho menyebut bahwa laga tandang ke AS Roma seperti pulang ke rumah. Sama halnya ketika dia memilih pulang ke El Real.

”Aku masih merasakan ikatan emosional dengan staf, dan di kalangan fans AS Roma,” ucap Mourinho.

Pelatih berusia 63 tahun asal Setubal, Portugal, itu menjelaskan, hubungan khusus dengan Giallorossi tercipta karena para fans memahami bahwa dirinya tidak pernah memikirkan citra pribadi.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Real Madrid: Tchouameni Bidik Kemenangan

Mourinho juga tidak mencari muka dengan pemilik klub maupun bersinggungan dengan politik sepak bola Italia.

Mourinho tak lupa mengingat momen pertama tiba di Roma. Ketika ribuan Romanista –sebutan fans AS Roma– menyambutnya di bandara meski dia belum meraih prestasi apa pun. The Special One kemudian ”membayarnya” dengan mempersembahkan gelar juara Liga Konferensi Eropa 2021–2022.

Momen Dybala Tebus Dosa

Dybala pernah punya kenangan pahit ketika menghadapi Real. Bersama Juventus sewindu yang lalu, Dybala jadi kambing hitam ketika Bianconeri –julukan Juventus– dipermalukan El Real di Allianz Stadium, Turin. Juve kalah tiga gol tanpa balas dalam first leg perempat final Liga Champions kala itu.

Bersama Gasperini, La Joya –julukan Dybala– mendapatkan lagi performa terbaik dan jadi komponen penting di lini serang Giallorossi. Musim ini pemain 31 tahun itu telah mengemas empat umpan gol di Serie A. Di ajang Eropa, laga ini jadi peluang Dybala berkontribusi.

”Ini akan menjadi laga yang sulit. Kami menghadapi salah satu tim paling sukses di dunia. Namun, dengan dukungan para penggemar di Olimpico, kami akan memiliki sesuatu yang ekstra,” beber Dybala kepada Sky Sport Italia. 

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs PSG: Adu Gengsi Dua Bos Timur Tengah

Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Real Madrid

AS Roma (3-4-2-1)
95-Gollini (kiper); 5-Ndicka, 23-Mancini (c), 22-Hermoso; 43-Wesley, 17-Kone, 15-De Roon, 20-Molina; 18-Soule, 21-Dybala; 14-Malen.

Pelatih: Gian Piero Gasperini

Real Madrid (4-2-3-1)
1-Courtois (kiper); 24-Dumfries, 22-Rudiger, 4-Huijsen, 17-Cucurella; 8-Valverde (c), 14-Tchouameni; 15-Guler, 5-Bellingham, 7-Vini Jr; 10-Mbappe.

Pelatih: Jose Mourinho

Wasit: Francois Letexier (Prancis)

Stadion: Olimpico, Roma

Siaran langsung: SCTV/beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB

Skeman Mou Lebih Ampuh

Jose Mourinho maupun Gian Piero Gasperini sama-sama memakai skema 3-4-2-1 dalam 56 laga awal menangani AS Roma. Secara statistik, skema di era Mourinho lebih ampuh. 

GIAN PIERO GASPERINI

Menang: 32
Seri: 9
Kalah: 15
Persentase kemenangan: 57,1
Gol memasukkan: 93
Gol memasukkan per laga: 1,66
Gol kemasukan: 49
Gol kemasukan per laga: 0,88
Formasi: 3-4-2-1

JOSE MOURINHO

Menang: 35
Seri: 8
Kalah: 13
Persentase kemenangan: 62,5
Gol memasukkan: 96
Gol memasukkan per laga: 1,71
Gol kemasukan: 62
Gol kemasukan per laga: 1,1
Formasi: 3-4-2-1

EDITOR: Hendra